Viral Gadis Cilik Pecahkan Celengan Demi Beli Ponsel Untuk Belajar Online

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 5 Juni 2020 10:00
Viral Gadis Cilik Pecahkan Celengan Demi Beli Ponsel Untuk Belajar Online
"Tidak, aku membutuhkannya agar aku bisa bergabung dengan teman-teman untuk belajar secara online"

Dream - Pandemi virus Covid-19 memaksa setiap orang sebisa mungkin melakukan kegiatan dari rumah. Aktivitas sehari-hari harus tetap berjalan agar kehidupan berjalan normal dan pemasukan tetap datang. Semua dilakukan sebagai upaya bersama menekan penyebaran virus corona.

Langkah yang sama juga terpaksa dilakukan para pelajar. Banyak negara yang menerapkan sistem belajar di rumah melalui daring (online). Bagi anak-anak yang terlahir dari keluarga berkecukupan, metode belajar ini mungkin takkan terlalu jadi masalah. Namun tidak untuk anak didik dari keluarga kurang beruntung.

Akhir-akhir ini banyak sekali media yang memberitakan tentang keluarga yang kurang mampu dan terpaksa melakukan tindakan drastis demi memastikan anak-anak mereka mendapat fasilitas belajar online.

Inilah yang terjadi pada seorang gadis kecil dari keluarga kurang mampu. Kisahnya dibagikan oleh salah satu netizen asal Thailand yang bekerja di kios ponsel.

1 dari 2 halaman

Suatu ketika, seorang gadis kecil datang ke konter ponsel dan membawa setumpuk uang receh dan uang kertas lusuh di atas meja kiosnya.

" Saya ingin membeli telepon baru," katanya dengan sopan.

Sontak pria penjaga kios itu kebingungan. Bagaimana ia membawa uang sebanyak itu tanpa kehadiran orang tuanya yang mendampinginya membeli ponsel.

Netizen itu kemudian bertanya apakah dia berencana menggunakannya untuk bermain game mobile, seperti yang dilakukan kebanyakan anak.

Namun jawaban gadis itu membuat sang netizen yang tidak disebutkan namanya itu tercengang.

2 dari 2 halaman

" Tidak, aku membutuhkannya agar aku bisa bergabung dengan teman-teman untuk belajar secara online" dia menjawab.

Bahkan, kakeknya, yang menemaninya ke kios, bertanya apakah mungkin bagi mereka untuk membayar dengan uang receh, khawatir bahwa toko hanya akan menerima pembayaran kartu kredit.

Kisah di penjaga toko Ponsel itu segera menjadi viral di media sosial. Cerita ini juga menjadi sorotan bagaimana e-learning mungkin terbukti lebih bagi anak-anak dari kalangan keluarga beruntung, namun tidak dengan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Banyak netizen juga menyinggung tentang fakta bahwa tidak semua orang dapat dengan mudah melakukan e-learning.

(Sah, Sumber: worldofbuzz.com)

Beri Komentar