`Hidup Tak Semanis Kue Nenek`

Reporter : Ayik
Rabu, 24 Desember 2014 16:04
`Hidup Tak Semanis Kue Nenek`
Kue sederhana seperti gemblong, cucur, bintul dan gembleng menjadi harapan sekaligus tumpuan kelangsungan hidupnya.

Dream - Hari sudah semakin terang, matahari pun sudah semakin meninggi. Langkah demi langkah terus ditelusuri dijalan desa penuh batu kerikil. Usianya tak muda lagi hanya ada semangat demi meraup rupiah demi menyambung hidup.

Seorang nenek mengetuk-ngetuk pintu kaca di sebuah toko. Berharap ada orang yang mau membeli kue yang dijajakan. Kue sederhana seperti gemblong, cucur, bintul dan gembleng menjadi tumpuan kelangsungan hidupnya.

Wanita pemilik toko membukakan pintu dan merasa sangat kasihan dengan keadaan nenek penjual kue. Terlihat jelas raut wajah nenek sudah sangat lelah karena telah menempuh jarak yang cukup jauh untuk menjual dagangannya.

" Wajah nenek terlihat pucat? Apa Anda sedang sakit?" tanya wanita pemilik toko.

" Ya, saya memang sedikit pusing. Tapi mau bagaimana lagi, di rumah sudah tidak ada lagi beras, dan saya juga sudah tidak memiliki uang seperser pun. Jadi mau tidak mau saya berjualan demi mendapatan uang," ungkap nenek.

Penghasilan nenek tiap menjual kue-kue dagangannya tidaklah seberapa. Satu kue hanya mendapat keuntungan 100-300 rupiah saja. Jadi total pendapat seharinya nenek hanya mendapatan Rp 4-12 ribu. Meski begitu nenek tak mau dikasihani, selama mampu si nenek mengkau akan terus berjualan demi mengobati suami dan anak tercintanya.

Penasaran dengan kisah nenek penjual kue? Yuk simak kisahnya Baca di sini  (Ism)

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar