Memanggil Orang dengan Julukan Buruk Termasuk Perbuatan Haram?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 22 Agustus 2019 20:00
Memanggil Orang dengan Julukan Buruk Termasuk Perbuatan Haram?
Julukan buruk mungkin terkesan sepele, padahal dampaknya bisa besar.

Dream - Dalam pergaulan sehari-hari kamu pasti pernah mendengar teman, atau mungkin kamu sendiri, yang memanggil nama seseorang dengan julukan tertentu. Gendut, kurus, hitam adalah beberapa sapaan yang biasa kita dengar. 

Sapaan itu biasanya diucapkan jika kita meras sudah dekat dengan orang yang dituju. Mungkin kita tak bermaksud mengejek orang tersebut dengan julukan itu.

Namun kita kadang tidak tahu perasaan di dalam hati orang yang kita sapa dengan julukan tersebut. Meski mereka masih menyahut, kita tak tahu apakah dia sakit hati dengan panggilan tersebut. 

Tahukan Sahabat Dream jika cara kita menyapa seseorang juga diatur dalam Islam. Seorang Muslim diharuskan untuk menghindari julukan buruk untuk memanggil saudaranya.

1 dari 6 halaman

Larangan Julukan Buruk

Dikutip dari Islami, Islam melarang umatnya menggunakan julukan yang dapat membuat marah orang lain. Apalagi julukan itu dilontarkan dengan niat untuk benar-benar mengejek.

Larangan ini dapat kita temukan dalam Surat Al Hujurat ayat 11.

Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.

Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar juga mengingatkan mengenai persoalan ini. Imam An Nawawi, sebagaimana jumhur ulama, mengharamkan panggilan buruk ditujukan baik kepada sesama Muslim maupun non-Muslim.

" Para ulama bersepakat atas keharaman menjuluki seorang manusia dengan julukan yang dibencinya."

 

2 dari 6 halaman

Meski Sesuai Kenyataan

Bahkan Imam An Nawawi menerangkan secara lebih jelas, larangan tersebut juga berlaku meskipun orang yang dipanggil benar-benar memiliki sifat dari julukan buruk itu.

Sebagai misal, ada seorang tuna netra yang kita kenal lewat. Kita tidak memanggilnya dengan namanya melainkan dengan, " Hei, buta."

Meskipun julukan itu sesuai dengan kenyataan, tetap saja haram karena dapat membuat orang yang dipanggil marah.

Larangan ini berlaku dalam Islam dengan prinsip mencegah permusuhan di antara sesama Muslim maupun sesama manusia. Setiap orang diharuskan saling menghormati orang lain, sebagaimana kita tidak ingin direndahkan oleh orang lain pula.

(Sah, Sumber: Islami.co)

3 dari 6 halaman

Menjawab Salam Dalam Hati, Bolehkah?

Dream - Beruluk salam menjadi kebiasaan yang melekat pada umat Islam. Pun demikian, kebiasaan ini memang dianjurkan agar tercipta perdamaian dan persaudaraan.

Salam adalah ucapan yang tidak hanya bermakna sapaan. Di dalamnya ada doa keselamatan dan keberkahan bagi sesama Muslim.

Mengucap salam ketika bertemu sesama Muslim adalah sunah. Sedangkan orang yang mendengarnya wajib hukumnya untuk menjawabnya.

Jawaban atas salam harus bisa didengar oleh orang yang mengucapkannya lebih dulu. Lantas, bagaimana jika menjawabnya dengan cara dibatin atau di dalam hati?

Dikutip dari Bincang Syariah, Imam An Nawawi dalam kitab Al Azkar memberikan penjelasan terkait kewajiban menjawab salam.

" Sedikitnya yang bisa menggugurkan kewajiban menjawab salam ialah dengan mengangkat suaranya sekiranya terdengar oleh orang mengucapkan salam. Jika tidak terdengar oleh orang yang mengucapkan salam, maka kewajiban menjawab salam tidak gugur."

 

4 dari 6 halaman

Salam Dijawab Harus Secara Jelas

Pandangan Imam An Nawawi itu menunjukkan, keharusan menjawab salam dengan suara yang jelas terdengar. Minimal hingga orang mengucapkan salam lebih dulu bisa mendengarnya.

Menjawab salam dengan suara yang lirih hingga tidak terdengar, maka kewajiban menjawab salam masih berlaku. Jika tidak dilakukan, maka orang yang mendengar salam akan berdosa jika tidak menjawabnya.

Demikian halnya jika menjawab salam secara batin atau di dalam hati. Karena orang sudah pasti tidak bisa mendengar jawaban salam yang hanya dibatin.

Sehingga, setiap salam yang terdengar harus dijawab dengan jelas. Jika menjawabnya dengan cara dibatin, kita tetap terkena kewajiban menjawab salam dengan jelas dan akan berdosa jika tidak melakukannya.

(ism, Sumber: bincangsyariah.com)

5 dari 6 halaman

Zikir Mohon Allah Kirim Malaikat Pelindung dari Setan

Dream - Setiap manusia tidak bisa lepas dari godaan setan. Saking halusnya, kejahatan setan sampai tidak terasa.

Seperti munculnya gejolak dalam hati untuk melakukan kemaksiatan. Di samping munculnya rasa penasaran akan kenikmatan yang menjerumuskan.

Bahkan orang beriman tidak lepas dari godaan setan. Malah godaan setan justru semakin berat kepada mereka.

Butuh kemampuan diri untuk bertahan dari godaan itu. Namun demikian, semua tidak ada artinya jika tanpa memohon perlindungan kepada Allah.

Zikir ini dianjurkan dibaca agar Allah mengirimkan malaikat untuk menjaga kita dari godaan setan. Sehingga, kita bsa terjauh dari kemaksiatan.

 

6 dari 6 halaman

Zikir Dilindungi dari Setan

 Zikir dilindungi dari godaan setan

La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumitu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir.

Artinya,

" Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie