Hukum Ruqyah dalam Islam dan Manfaat untuk yang Melakukannya

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 12 Januari 2022 07:15
Hukum Ruqyah dalam Islam dan Manfaat untuk yang Melakukannya
Tak hanya bisa menangani orang yang kerasukan saja, ruqyah juga bisa mengobati orang yang sakit fisik dan mental.

Dream – Ketika mendengar kata ruqyah pikiran sebagian besar orang akan tertuju pada sebuah bentuk pengobatan pada seseorang yang tubuhnya dirasuki jin maupun setan. Namun sebetulnya ruqyah memiliki makna yang lebih jauh dari sekadar pandangan tadi. Ruqyah juga sering dilakukan masyarakat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit fisik, seperti halnya penyakit kanker, diabetes, ginjal, dan sebagainya.

Selain persepsi yang keliru dengan menganggap ruqyah hanya dipergunakan untuk mengusir jin dan setan dalam tubuh manusia, orang-orang juga biasanya berpandangan bahwa aktivitas ini hanya dilakukan oleh orang yang berpakaian agamis. Tak bisa disalahkan mengingatkan banyak orang yang menjalani pengobatan dengan cara ruqyah banyak yang mengenakan jubah dan serban layaknya seorang kyai yang memiliki kesaktian.

Melalui berbagai pandangan masyarakat tersebut, alangkah lebih baik jika mengetahui secara lebih jelas bagaimana sebenarnya praktek ruqyah dan landasannya dalam Al-Quran dan hadis. Pengetahuan yang didapatkan diharapkan bisa memperjelas hukum ruqyah dalam Islam apakah diperbolehkan atau tidak.

Nah, berikut adalah penjelasan tentang hukum ruqyah dalam Islam dan manfaat melakukan ruqyah yang telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Pengertian Ruqyah

Pengertian Ruqyah© Flickr.com/kangdin

Ruqyah berasal dari bahasa Arab, yakni kata raqiya – yarqa – ruqyan wa ruqyatan yang artinya berlindung, terkenal.

Menurut Ibnu Taimiyah, ruqyah adalah kata benda tunggal yang bentuk jamaknya adalah ruqa, artinya adalah kata-kata yang khusus diucapkan dan ditujukan untuk kesembuhan orang sakit.

Menurut Al-Qarafi, ruqyah adalah segala sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat, sedangkan sesuatu yang mendatangkan madarat atau pun bahaya maka hal tersebut bukanlah ruqyah, tetapi sihir.

Sedangkan dalam psikoterapi, ruqyah adalah proses pengobatan dan penyembuhan penyakit, baik itu mental, spiritual, moral atau pun fisik dengan menggunakan bimbingan dari Al-Quran dan sunah.

2 dari 3 halaman

Hukum Ruqyah dalam Islam

Hukum ruqyah dalam Islam ini ada sebagian pendapat yang memperbolehkan dan ada juga yang melarangnya. Tentu dengan landasannya masing-masing yang memperkuat pendapat tersebut. Berikut adalah beberapa pendapat tentang hukum ruqyah dalam Islam yang memperbolehkan dan melarangnya sebagaimana dikutip dari jurnal Ilmiah Islam Futura Vol. 18, No. 1, Tahun 2018 berjudul Hadis-hadis Ruqyah dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental oleh Rohmansyah, dkk:

Pendapat yang Memperbolehkan Ruqyah

Bagi pihak yang mengatakan bahwa hukum ruqyah dalam Islam adalah boleh dengan berlandas pada hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini:

Dan telah menceritakan kepada kami Abū Bakar bin Abī Syaibah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam dari Sufyān, telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Humaid bin Abd al-Rahmān, telah menceritakan kepada kami Ḥasan yakni Ibnu Ṣālih masing-masing keduanya menerima dari ‘Āshim dari Yūsuf bin Abdullāh dari Anas berkata, Rasulullah SAW telah memberikan rukhshah atau keringanan ruqyah dari mata, demam dan gigitan semut”. (HR. Muslim)

Hadis tersebut adalah shahih yang kemudian didukung dengan hadis lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad yang sumbernya dari sahabat Aisyah ra sebagai berikut:

Telah menceritakan kepada kami Asbāṭ, ia berkata telah menceritakan kepada kami al-Syaibāni dari Abd al-Rahmān bin al-Aswad dari Bapaknya dari Aisyah berkata, Rasulullah SAW memberikan keringanan ruqyah dari segala macam penyakit demam”. (HR. Aḥmad).

Dijelaskan oleh Imam Al-Nawawi dalam kitab Syarh Al-Nawawi bahwa hadis di atas tidak hanya sebatas memperbolehkan ruqyah untuk tiga penyakit saja. Tetapi juga bisa untuk menyembuhkan penyakit lainnya. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri pun pernah meruqyah selain dari tiga penyakit itu.

Pendapat yang Melarang Ruqyah

Selain ada pihak yang memperbolehkan ruqyah, ada juga pihak yang berpendapat bahwa hukum ruqyah dalam Islam tidak diperbolehkan. Hal ini berasal dari hadis Auf yang menjelaskan bahwa ruqyah mengandung unsur kesyirikan. Sehingga hal tersebut dilarang dalam Islam. Selain itu, dari bacaannya juga tidaklah bisa untuk dipahami, sehingga bisa mengarahkan pada kesyirikan.

Diketahui bahwa pada zaman dahulu orang-orang Arab Jahiliyah memiliki kebiasaan melakukan ruqyah yang ditujukan bukan kepada Allah SWT. Yakni untuk mengundang jin dan setan. Perbuatan seperti inilah yang dilarang oleh Nabi Muhammad saw karena mengandung kesyirikan pada Allah SWT.

3 dari 3 halaman

Manfaat Ruqyah

Manfaat Ruqyah© Flickr.com/Muadzfaisal

Setelah mengetahui pendapat tentang hukum ruqyah dalam Islam, sahabat Dream juga perlu mengetahui beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan ruqyah. Berikut adalah manfaat-manfaatnya sebagaimana dikutip melalui Merdeka.com:

Menangkal dari Gangguan Setan

Manfaat ruqyah salah satunya adalah bisa untuk menangkal dari gangguan setan. Karena setan bisa berkeliaran di mana saja dan mengganggu manusia. Nah, dalam upaya menangkalnya, maka ruqyah bisa menjadi pilihan yang tepat dengan membaca surat Al-Mukminun ayat 97 hingga 98 berikut ini:

Dan katakanlah, “ Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.” (QS. Al-Mukminun: 97 – 98).

Menyembuhkan Gangguan Mental

Bagi orang yang diketahui tengah mengalami gangguan mental, selain mendapatkan perawatan secara medis, bisa juga dengan menggunakan ruqyah. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Sunny bahwa ruqyah bisa dilakukan pada pasien yang terkena gangguan mental.

Saat meruqyah orang tersebut, maka bacaan yang dilafalkan adalah surat Al-Fatihah sebanyak tiga kali. Lalu ditiupkan pada pasien dan membaca surat Al-Mukminun ayat 115 – 118 berikut ini:

Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung. Dan katakanlah (Muhammad), “ Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.” (QS. Al-Mukminun: 115 – 118).

Menyembuhkan dari Sengatan

Manfaat lainnya dari ruqyah adalah bisa menyembuhkan dari sengatan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Tabrany, bahwa Rasulullah saw pernah meruqyah orang yang terkena sengatan serangga mematikan. Cara yang beliau lakukan adalah dengan mencampur air dan garam, kemudian dibasuhkan pada lukanya sambil membaca surat Al-Kafirun, Al-Falaq, dan An-Nas.

Mengiringi Sakaratul Maut

Manfaat ruqyah yang juga penting diketahui adalah bisa untuk mengiringi sakaratul maut. Cara yang dilakukan adalah dengan membisikkan pada telinga yang dituntun dengan bacaan kalimat tauhid.

Itulah penjelasan terkait hukum ruqyah dalam Islam serta manfaat melakukan ruqyah. Di mana ruqyah ini diperbolehkan dengan syarat tidak mengandung unsur kesyirikan. Melainkan untuk berbuat kebaikan, seperti halnya mengobati orang sakit.

Beri Komentar