Hukum Selamatan Sebelum Berangkat Haji

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 15 Agustus 2016 16:13
Hukum Selamatan Sebelum Berangkat Haji
Apakah tradisi ini dibenarkan dalam Islam? Apa hukumnya melakukan selamatan sebelum berhaji?

Dream - Musim haji telah tiba. Banyak umat muslim Indonesia yang sudah atau akan berangkat ke tanah suci. Biasanya sebelum berangkat haji, calon jemaah Indonesia menggelar selamatan atau tasyakuran.

Tradisi ini sudah membumi di seluruh wilayah nusantara. Jemaah haji dari semua daerah rata-rata mempraktikkan tradisi ini. Meskipun dengan nama berbeda-beda. Secara umum, mereka menyebutnya walimah safar.

Lantas, apakah tradisi ini dibenarkan dalam Islam? Apa hukumnya melakukan selamatan sebelum berhaji? Berikut ulasannya.

 

1 dari 1 halaman

Pendapat Ulama

Dream - Istilah walimah safar memang jarang ditemukan dalam literatur fikih. Tapi sebenarnya ada istilah yang ampir mirip, yaitu naqi'ah.

Hanya saja, istilah naqi'ah secara spesifik digunakan untuk menyambut kedatangan musafir. Terutama yang balik dari perjalanan jauh semisal haji.

Masyarakat menyambutnya dengan mengadakan walimah atau acara makan-amakn. Naqi'ah ini bisa diadakan oleh musafir itu sendiri atau masyarakat yang menyambutnya.

Al-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab berpendapat, " Disunahkan melangsungkan naqi’ah, yaitu makanan yang dihidangkan karena kedatangan musafir, baik disiapkan oleh musafir itu sendiri, atau orang lain untuk menyambut kedatangan musafir."

Pendapat ini didukung oleh hadis riwayat Jabir bahwa Nabi Muhammad SAW ketika sampai di Madinah selepas pulang dari perjalanan, Beliau menyembelih unta atau sapi (HR Al-Bukhari).

Penjelasan selengkapnya baca di sini.    

 

Beri Komentar