Hukum Sholat Mengenakan Mukena Warna-warni

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 14 April 2021 09:02
Hukum Sholat Mengenakan Mukena Warna-warni
Mukena sakarang dapat dijumpai dalam berbagai model, corak dan warna. Lantas bagaimana hukumnya dalam Islam? Berikut ulasannya.

Dream - Fashion telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Terutama para muslimah.

Mulai dari pakaian, sepatu, hingga hijab kini dibuat dalam beragam model dan warna mengikuti perkembangan tren fashion yang ada.

Menariknya, perkembangan fashion terlihat pula pada item-tem yang digunakan untuk ibadah seperti mukena.

Mukena kini tak lagi sekadar kain putih yang berfungsi sebagai penutup aurat saat salat, tapi juga menjadi bagian dari item fashion.

Mukena sakarang dapat dijumpai dalam berbagai model, corak dan warna. Lantas bagaimana hukumnya dalam Islam? Berikut ulasannya: 

1 dari 3 halaman

Imam Abu Syuja’ di dalam kitab Taqribnya menyebutkan syarat sah sebelum sholat itu ada lima, yaitu suci anggota badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan pakaian suci, berada di tempat yang suci, mengetahui masuknya waktu sholat dan menghadap kiblat.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat disimpulkan pada dasarnya sholat itu sudah terpenuhi syaratnya dan sah jika sudah tertutup auratnya dengan pakaian yang suci. Warna dan bercorak apapun itu. Sehingga hukum asalnya adalah diperbolehkan menggunakan pakaian atau penutup apapun itu untuk digunakan sholat, yang penting suci dan dapat menutup aurat dengan sempurna. Tidak terawang atau transparan dan tidak berlubang hingga terbuka auratnya.

2 dari 3 halaman

Namun, Imam Abdurrahman Al-Jazari di dalam kitab Al-Fiqh Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah memberikan keterangan lain sebagai berikut:

“ Dan di antara makruhnya shalat adalah jika di antara dirinya (di depannya) terdapat gambar hewan atau lainnya yang dapat menyibukkan dirinya (menghilangkan kekhusyuan). Jika hal itu tidak sampai menyibukkan dirinya (tidak mengganggu kekhusyuannya), maka shalatnya tidak makruh. Demikian pendapat ulama Malikiyyah dan Syafiiyyah.”

Jadi, dimakruhkan ketika sholat menghadap gambar hewan atau lainnya yang bisa mengganggu kekhusyuan sholat. Namun, jika hal itu tidak mengganggu kehusyuan orang yang sholat maka tidak dimakruhkan.

3 dari 3 halaman

Sama halnya hukumnya memakai pakaian yang bergambar, sehingga bisa disimpulkan memakai mukena berwana atau memakai mukena putih berbordir tidak dimakruhkan jika tidak mengganggu kekhusyuan dalam sholat. Apalagi hal ini juga menjadi kelumrahan di kalangan masyarakat.

Untuk aurat perempuan, semua anggota tubuh itu adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Dan berdasarkan keterangan syarat sah sholat bisa disimpulkan bahwa sholat dikatakan sah jika perempuan menggunakan pakaian atau penutup yang suci. Penutup bisa ini berwarna dan bercorak apapun selama pakaian ini tidak mengganggu fokus sholat.

Beri Komentar