Hukum Tato dalam Islam Menurut Pandangan Ulama Dunia

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 2 Desember 2021 16:35
Hukum Tato dalam Islam Menurut Pandangan Ulama Dunia
Berikut adalah pendapat ulama fikih tentang penggunaan tato.

Dream – Sahabat Dream tentu sudah tidak asing lagi dengan tato? Jika sebelumnya disembunyikan pemiliknya, kini banyak laki-laki maupun perempuan yang dengan percaya diri memperlihatkan tato di bagian tubuh seperti tangan, kaki, punggung, dan bagian-bagian lainnya yang diinginkan.

Mereka yang memutuskan melukis tato di tubuhnya memiliki beragam alasan. Ada yang menganggapnya sebagai seni, ekspresi kebebasan, sampai sekadara bentuk keisengan semata. 

Tapi, bagaimana hukum tato dalam Islam? Apakah Islam memperbolehkan penggunaan tato ini atau tidak? Sebagian muslim mungkin belum mengetahui tentang hukum tato dalam Islam. Adakah hubungannya dengan sah atau tidaknya ketika menjalankan ibadah seperti sholat.

Di sisi lain, tato sendiri kabarnya juga memiliki efek samping dari segi kesehatan. Oleh karena itu, sahabat Dream perlu untuk mengetahuinya secara lebih jelas.

Berikut adalah pembahasan mengenai hukum tato dalam islam yang sudah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Tato?

Pengertian tato© Pixabay.com

Saat sedang berada di luar rumah atau sedang berkumpul dengan teman-teman, sahabat Dream akan bertemu dengan berbagai macam orang. Salah satunya adalah orang-orang yang menggunakan tato di bagian tubuhnya. Bagi orang yang belum pernah memakai tato, biasanya akan bertanya-tanya bagaimanakah cara melukis tato sehingga bisa menghasilkan gambar yang unik-unik di kulit.

Dikutip melalui Halodoc.com, tato sendiri adalah gambar permanen yang dibuat pada bagian kulit seseorang dengan pigmen yang dimasukkan lewat tusukan ke lapisan bagian atas kulit. Orang-orang yang membuat tato atau seniman tato biasanya menggunakan mesin genggam yang kegunaannya seperti mesin jahit.

Proses melukis tato menggunakan jarum, baik itu satu maupun lebih untuk ditusukkan pada kulit secara berulang. Di setiap tusukan tersebut, jarum akan memasukkan setiap tetes tinta secar sedikit demi sedikit.

Dalam membuat tato di kulit manusia ini juga tidak menggunakan anestesi. Sehingga ada rasa sakit yang dirasakan, bahkan bisa terjadi perdarahan dan nyeri ringan. Pembuatan tato ini ternyata juga berefek pada kesehatan, terutama kesehatan kulit. Karena tato menembus kulit, maka hal ini bisa menyebabkan terjadinya komplikasi.

Tentunya tato ini tidaklah sama dengan pacar atau pewarna merah yang asalnya dari batang maupun daun inai. Di mana pewarna tersebut biasanya digunakan untuk membuat kutek pada kuku atau hiasan di tangan pada orang yang menikah. Karena inai sendiri sifatnya tidak permanen atau bisa hilang seiring berjalannya waktu.

2 dari 3 halaman

Hukum Tato dalam Islam Menurut Ahli Fikih

Bagi umat Islam yang setiap harinya menjalankan ibadah sholat, tentu wajib untuk mengetahui hukum tato dalam islam ini. Karena dengan begitu, bagi umat Islam yang tiba-tiba tertarik untuk membuat tato, maka bisa memikirkannya terlebih dahulu, terutama hal ini berkaitan dengan sah atau tidaknya saat menjalankan ibadah.

Sebagaimana dikutip dalam islam.nu.or.id, gambar pada tato ini disebut juga dengan al-wasymu. Para ahli hukum fikih telah bersepakat bahwa gambar tato tersebut hukumnya adalah haram. Apalagi mengenai pembuatan tato pun juga pernah dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadis berikut ini:

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّ الْوَشْمَ حَرَامٌ لِلأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ فِي لَعْنِ الْوَاشِمَةِ وَالْمُسْتَوْشِمَةِ، وَمِنْهَا حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَال لَعَنَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ. وَعَدَّهُ بَعْضُ الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ مِنَ الْكَبَائِرِ يُلْعَنُ فَاعِلُهُ. وَقَال بَعْضُ مُتَأَخِّرِي الْمَالِكِيَّةِ بِالْكَرَاهَةِ، قَال النَّفْرَاوِيُّ وَيُمْكِنُ حَمْلُهَا عَلَى التَّحْرِيمِ

Artinya: Mayoritas ahli fiqih berpendapat bahwa tato adalah haram berdasarkan sejumlah hadits shahih yang melaknat orang yang membuat tato atau orang yang minta ditato. Salah satu haditsnya adalah riwayat Ibnu Umar RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang meminta rambut disambung, orang yang membuat tato, dan orang yang membuat tato disambung. Sebagian ulama Malikiyah dan Syafi’iyah memasukkan tato sebagai dosa besar yang pelakunya dilaknat (oleh Allah). Sebagian ulama Malikiyah mutaakhirin menganggapnya makruh. An-Nafrawi menjelaskan bahwa makruh yang dimaksud adalah haram,” (Wizaratul Auqaf was Syu’unul Islamiyyah, Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, [Kuwait, Wizaratul Auqaf: 2005 M/1425 H], cetakan pertama, juz XXXXIII, halaman 158 ).

Menurut Syekh Az-Zuhayli, istilah al-wasymu dengan cara menusuk kulit dengan menggunakan jarum halus, lalu turut dimasukkan zat warna pada bekas tusukan itu sampai memunculkan warna yang kehijauan atau kebiruan, hal ini sama saja dengan pembuatan tato atau rajah yang selama ini lebih populer di kalangan masyarakat Indonesia.

3 dari 3 halaman

Pembuatan Tato Adalah Haram

Pembuatan Tato Adalah Haram© Freepik.com

Hukum tato dalam islam ini pun dinyatakan haram berdasarkan pada sebuah hadis berikut ini:

ويحرم … ووشْم (وهو غرز الجلد بإبرة حتى يخرج الدم ثم حشوه كحلاً أو نيلة ليخضر أو يزرق بسبب الدم الحاصل بغرز الإبرة)، … لقوله صلّى الله عليه وسلم لعن الله الواشمات والمستوشمات، والنامصات والمتنمصات، والمتفلجات للحسن، المغيرات خلق الله أي الفاعلة، والمفعول بها ذلك بأمرها، واللعنة على الشيء تدل على تحريمه؛ لأن فاعل المباح لا تجوز لعنته

Artinya: Haram…menato, yaitu menusuk kulit dengan jarum sehingga keluar darah lalu diisi dengan zat warna atau zat warna biru dari pohon nila agar menjadi hijau atau biru karena bercampur darah yang keluar karena tusukan jarum… berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ‘Allah melaknat orang yang membuat tato, orang yang meminta dibuatkan tato, orang yang menghilangkan bulu dirinya atau bulu orang lain, orang yang meminta orang lain menghilangkan bulu dari dirinya, dan orang yang membelah giginya untuk keelokan,’ yaitu mereka yang mengubah ciptaan Allah, baik penyedia jasanya maupun pengguna jasanya. Laknat atau kutukan Allah terhadap orang atas suatu perbuatan menunjukkan keharaman perbuatan tersebut karena orang yang berbuat mubah tidak mungkin dikutuk,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, [Beirut, Darul Fikr: 1985 M/1405 H], cetakan kedua, juz I, halaman 312-313).

Melalui penjelasan tersebut begitu terang disebutkan bahwa membuat tato adalah hal yang diharamkan dalam Islam. Sedangkan orang-orang yang membuat tato di tubuhnya ini telah mendapat ancaman akan dilaknat oleh Allah SWT.

Beri Komentar