Hukum Waris Islam Sepenuhnya: Prinsip dan Pembagian Golongan yang Berhak Menerima Harta Warisan

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 24 November 2021 18:30
Hukum Waris Islam Sepenuhnya: Prinsip dan Pembagian Golongan yang Berhak Menerima Harta Warisan
Prinsip-prinsip dalam hukum waris Islam adalah berdasarkan pada Al-Quran dan hadis.

Dream – Dalam hukum Islam, kedudukan hukum waris Islam sepenuhnya memegang peranan yang sangat penting karena berkaitan dengan harta yang ditinggalkan oleh orang yang sudah meninggal untuk diwariskan kepada ahli warisnya.

Hukum waris Islam mengatur pembagian harta tersebut secara baik tanpa harus memunculkan konflik yang serius. Pembagian warisan memang tergolong sensitif bahkan bisa memunculkan perselisihan antar anggota keluarga.

Keberadaan hukum waris Islam di Indonesia juga sangat penting, karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Umat Islam memang wajib menjalankan syariat-syariat Islam yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT melalui Al-Quran dan hadis, salah satunya adalah tentang waris ini.

Bagi sahabat Dream yang ingin mengetahui lebih jelas tentang bagaimana prinsip dari hukum waris islam sepenuhnya ditetapkan dan juga golongan-golongan siapa saja yang berhak menerima warisan, berikut telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 2 halaman

Prinsip-prinsip Kewarisan Islam

Prinsip-prinsip Kewarisan Islam© Pixabay.com

Dalam hukum waris Islam sepenuhnya berlandaskan pada Al-Quran dan hadis Nabi. Berikut adalah beberapa prinsip-prinsip kewarisan Islam yang sangat diutamakan dalam hukum waris Islam, sebagaimana dikuti melalui Jurnal Kepastian Hukum dan keadilan dengan judul Hukum Waris Islam (Fara’id) dan Penerapannya dalam Masyarakat Islam oleh Saifullah Basri.

Warisan Adalah Ketetapan Hukum

Prinsip yang pertama menjelaskan bahwa warisan adalah ketetapan hukum. Di mana pihak yang sudah mewariskan tidak bisa menghalangi ahli waris akan halnya dalam menerima harta warisan.

Kemudian ahli waris memiliki hak pada warisan tersebut tanpa adanya pernyataan menerima dengan sukarela atau pun keputusan dari hakim. Namun dalam hal ini, bukan artinya pihak ahli waris mendapatkan beban untuk melunasi utang dari pewaris.

Warisan Terbatas di Lingkungan Keluarga

Prinsip selanjutnya dalam hukum waris islam sepenuhnya ini adalah bahwa warisan tersebut terbatas pada lingkungan keluarga saja. Baik dengan adanya hubungan pernikahan atau keturunan yang sah.

Keluarga yang memiliki hubungan dekat dengan pewaris, maka akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan yang hubungannya jauh. Contohnya saja adalah saudara kandung yang lebih diprioritaskan daripada saudara seayah.

Membagi Harta Warisan pada Sebanyak Mungkin Ahli Waris

Prinsip selanjutnya bahwa hukum waris islam sepenuhnya lebih cenderung untuk membagikan harta warisan tersebut pada sebanyak mungkin ahli waris. Yakni dengan membagikan bagian-bagian tertentu pada ahli waris.

Contohnya saja jika pihak ahli waris terdiri dari ayah, ibu, suami maupun istri, serta anak-anak. Maka semua anggota tersebut memiliki hak untuk menerima harta warisan.

Tidak membedakan Hak Anak atas Harta Warisan

Hukum waris islam sepenuhnya berprinsip bahwa tidak akan membedakan hak anak atas harta warisan. Dalam artian, anak tersebut apakah baru saja lahir, masih kecil, bahkan sudah besar sekali pun, tetaplah mendapat harta warisan dari orang tuanya.

Hal yang membedakan adalah besar dan kecilnya bagian yang diperoleh. Ini tergantung pada besarnya kewajiban atau tanggung jawab yang ia pikul dalam keluarga tersebut. Contohnya saja, seorang anak laki-laki dalam keluarga tersebut harus menjadi tulang punggung atau mencari nafkah bagi keluarganya, maka ia akan mendapatkan bagian yang lebih besar.

Besar dan Kecilnya Bagian Disesuaikan dengan Kebutuhan Sehari-hari

Selain melihat dari sisi jauh-dekatnya hubungan dengan pewaris, hukum waris islam sepenuhnya juga berprinsip untuk menentukan besar dan kecilnya bagian dengan disesuaikan pada kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketentuan-ketentuan tersebut pun sudah dijelaskan dalam Al-Quran pada surat An-Nisa ayat 13, sehingga sifatnya adalah ta’abbudi yang adalah salah satu ciri dari hukum waris Islam.

2 dari 2 halaman

Golongan yang Berhak Mendapatkan Warisan

Golongan yang Berhak Mendapatkan Warisan© Freepik.com

Setelah mengetahui apa saja prinsip dalam hukum waris islam sepenuhnya, maka sahabat Dream yang perlu mengetahui golongan-golongan yang berhak mendapatkan warisan. Dalam hukum waris islam sepenuhnya, golongan yang berhak mendapatkan warisan ini terbagi menjadi empat golongan sebagai berikut:

Golongan I

Pada golongan I ini yang dimaksud adalah suami atau istri atau anak yang merupakan keturunan dari pewaris dan berhak mendapatkan warisan. Nah, masing-masingnya akan mendapatkan sebesar ¼ bagian.

Golongan II

Lalu pada golongan II adalah orang-orang yang akan mendapatkan harta warisan dari pewaris jika si pewaris belum mempunyai suami atau istri atau anak. Sehingga yang berhak mendapatkan harta warisan adalah kedua orang tuanya, saudara, atau keturunan saudara dari pewaris. Di mana untuk bagiannya adalah mendapatkan ¼ bagian. Namun perlu diketahui bahwa prinsipnya, orang tua tidalah boleh menerima kurang dari ¼ bagian.

Golongan III

Kemudian pada golongan III dalam hukum waris islam sepenuhnya, di mana pewaris tidak memiliki saudara kandung. Dengan begitu, orang yang memperoleh harta warisan adalah keluarga dari garis lurus ke atas, baik itu dari garis ibu maupun ayah.

Dalam hal ini yang menerima harta warisan adalah kakek atau nenek. Dan untuk pembagiannya juga harus diperhatian, yakni harta warisan dibagi ½ untuk garis ayah dan ½ lagi untuk garis ibu.

Golongan IV

Dan golongan yang terakhir yakni golongan IV sebagai orang yang berhak menerima harta warisan adalah keluarga sedarah dalam garis atas dan dalam kondisi masih hidup. Mereka akan mendapatkan harta warisan ½ bagian. Lalu untuk ahli waris pada garis yang lain dan memiliki hubungan dekat dengan pewaris, maka akan mendapatkan ½ bagian dari sisanya.

Itulah beberapa prinsip dalam hukum waris islam sepenuhnya serta pembagian keempat golongan yang berhak mendapatkan harta warisan. Semoga, tulisan tersebut bisa membuat sahabat Dream lebih mudah dalam memahami tentang hukum waris Islam, terutama terkait prinsip dan besarnya pembagian harta warisan.

Beri Komentar