Selain Syahadat, Ini Tata Cara Peluk Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 Juni 2019 11:01
Selain Syahadat, Ini Tata Cara Peluk Islam
Menjadi mualaf tidaklah sulit dan syaratnya begitu sederhana.

Dream - Islam merupakan agama yang mengajarkan tauhid dan kedamaian. Ajaran Islam berisi rahmat bagi semua makhluk.

Menjadi wajib hukumnya bagi Muslim untuk meyakini Islam sebagai agama yang diridhai Allah. Juga sebagai satu-satunya jalan keselamatan kelak di hari akhir.

Namun demikian, umat Islam tetap diwajibkan untuk menghormati keyakinan orang lain. Tidak ada pemaksaan dalam beragama.

Islam lambat laun berkembang menjadi agama yang semakin banyak pengikutnya. Banyak pula mereka dari kalangan non-Muslim pada akhirnya memutuskan menjadi mualaf setelah belajar mengenai Islam.

Menjadi seorang Muslim bagi pemeluk agama lain tidaklah sulit. Orang hanya perlu mengucap kalimat syahadat dan menjalankan kewajiban yang berlaku dalam Islam seperti sholat, puasa, zakat, dan sebagainya.

 

1 dari 6 halaman

Penjelasan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Dikutip dari NU Online, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani membuat panduan mengenai tata cara memeluk Islam. Panduan tersebut tertuang dalam kitabnya, Al Ghunyah.

" Pertama, melafalkan dua kalimat syahadat, la ilaha illallah muhammad rasulullah (tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah). Berlepas diri dari agama selain Islam. Meyakini dalam hatinya keesaan Allah SWT. Kemudian diwajibkan mandi sebagaimana Rasulullah memerintahkan mandi Tsumamah bin Utsal dan Qis bin 'Ashim ketika masuk Islam. Kemudian diwajibkan sholat karena iman mesti berbarengan antara perkataan dan perbuatan, sebab perkataan ibarat klaim dan amal sebagai bukti. Perkataan merupakan bentuk formal, sementara amalan substansi atau ruhnya."

 

2 dari 6 halaman

Tata Cara Jadi Mualaf

Dari penjelasan tersebut, terdapat beberapa tahapan masuk Islam yang diungkapkan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Tahapan itu dilakukan oleh mereka yang memutuskan menjadi mualaf.

Pertama yaitu membaca dua kalimat syahadat, yakin akan keesaan Allah SWT dan Muhammad adalah utusannya. Lafalnya harus dibaca 'Asyhadu an la ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah' yang artinya 'Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan saya bersaksi Muhammad adalah utusan Allah.'

Kedua, sebagian ulama mewajibkan seseorang yang baru memeluk Islam untuk mandi. Sebagian lainnya menilai mandi usai bersyahadat sebatas kesunahaan.

Sedangkan ketiga, seorang mualaf harus menjalankan kewajiban dalam Islam seperti sholat fardlu lima waktu, puasa Ramadan, dan lain sebagainya.

Agar paham tata cara ibadah dalam Islam, mualaf sangat dianjurkan untuk mencari guru atau ustaz. Guru tersebut akan memberikan bimbingan kepada mualaf mengenai ibadah.

Sumber: NU Online

3 dari 6 halaman

Doa untuk Mualaf

Setelah memeluk Islam, mualaf dianjurkan untuk rutin membaca doa ini. Lewat doa, kita memohon agar Allah selalu memberikan petunjuk.

 Doa Mualaf

Allahummaghfirli, warhamni, wahdini, wa 'afini, warzuqni.

Artinya,

" Tuhanku, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, berikan petunjuk untukku, afiyatkan aku, dan berikan anugerah-Mu untukku."

 

 

4 dari 6 halaman

Deddy Corbuzier Pindah Agama, Haruskah Mualaf Ganti Nama?

Dream - Hidayah akhirnya mendatangi pesohor, Deddy Corbuzier. Akhir pekan lalu, Deddy mengucapkan syahadat dan resmi menjadi seorang muslim. Dua nama yaitu Ahmad dan Muhammad diusulkan menambah namanya selama ini. 

Nama punya peranan penting bagi diri setiap orang. Hal ini menjadi identitas yang melekat pada seseorang.

Lewat nama, kita bisa mudah mengenali seseorang. Selain itu, bagi sebagian orang, nama juga menjadi jalan untuk mengetahui jalur keturunan.

Pentingnya memiliki nama tentu disadari oleh semua orang. Tanpa melihat latar belakang apapun, setiap bayi yang lahir akan mendapatkan namanya masing-masing.

Pun demikian dalam Islam. Bahkan Islam menyatakan nama pada seseorang mengandung doa dan harapan dari orangtuanya.

Terdapat fenomena tersendiri pada non-Muslim ketika menjadi mualaf. Tidak hanya memeluk Islam, mereka juga mengubah namanya menjadi nama baru yang terkesan Islami.

Tetapi, apakah hal ini memang sebuah keharusan?

5 dari 6 halaman

Anjuran Memberi Nama Baik

Dikutip dari Bincang Syariah, terdapat anjuran bagi setiap Muslim untuk memberikan nama-nama mengandung makna terpuji bagi anak-anaknya. Salah satu dasarnya yaitu hadis riwayat Abu Darda'.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian. Maka perbaguslah nama kalian."

Nama yang sebaiknya diganti adalah nama yang mengandung makan buruk. Terutama tidak mengandung kekufuran.

Terkait mualaf, terdapat perbedaan pendapat di kalangan. Sebagian ulama menyatakan seorang mualaf harus ganti nama, sedangkan sebagian lainnya menyatakan tidak perlu berganti nama.

 

6 dari 6 halaman

Mengenai Ketentuannya

Mengenai hal ini, Syeikh Abdullah bin Baz memiliki pendapat demikian.

" Jika namanya tidak baik (menurut agama), maka disyariatkan untuk merubah namanya setelah masuk Islam. Karena, perubahan nama ini menjadi penanda yang jelas telah berpindah agamanya ia menjadi Islam. Karena, ia (boleh jadi) akan ditanya kenapa mengganti namanya, maka diketahuilah kalau ia masuk Islam. Kemudian, nama yang ia miliki saat masih kafir (belum beriman) boleh jadi tidak sesuai (dengan ciri keislaman), maka digantilah dengan nama-nama yang Islami, seperti Shalih, Ahmad, Abdullah, Abdurrahman, Muhammad dan sebagainya. Jika namanya menunjukkan kalau ia " menghamba" kepada selain Allah, misal 'Abd al-Masih, 'Abd az-Zahrah, 'Abd Musa, 'Abd Isa, ini wajib diubah karena tiada yang disembah kecuali Allah. Maka wajib diubah dengan nama semisal Abdullah, Abdurrahman, dan semacamnya. Adapun jika namanya tidak mengandung unsur menghamba kepada selain Allah, namun nama-nama itu dikenal sebagai nama-nama orang non-Muslim, maka yang lebih baik adalah menggantinya."

Pendapat di atas menunjukkan ketentuan mengenai pengubahan nama bagi seorang mualaf. Sehingga, nama seorang mualaf bisa tidak diubah selama tidak mengandung makna buruk atau menghamba kepada selain Allah.

Sumber: bincangsyariah.com

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik