Ingin Puasa Tarwiyah dan Arafah tapi Belum Bayar Utang Ramadan, Ini Solusinya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 9 Agustus 2019 16:00
Ingin Puasa Tarwiyah dan Arafah tapi Belum Bayar Utang Ramadan, Ini Solusinya
Kamu bisa menjalankan puasa sunah dengan niat qadha Ramadan.

Dream - Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Di dua hari ini, yang dikenal dengan Tarwiyah dan Arafah mengandung banyak kebaikan.

Umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pahalanya sangat besar, bisa menghapus doa dua tahun sebelumnya.

Untuk melaksanakannya, sebaiknya diawali dengan puasa Tarwiyah sehari sebelumnya atau pada 8 Dzulhijjah. Ini agar puasa yang dijalankan tidak hanya sehari agar tidak menyamai umat lain.

Nah, mungkin ada sebagian dari kamu yang masih punya tanggungan puasa Ramadan dan belum sempat diqadha. Sementara, kamu juga ingin melaksanakan Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah.

Lantas, bagaimana jika ingin meraih berkah Puasa Tarwiyah dan Arafah namun belum qadha Ramadan?

1 dari 6 halaman

Ada Perbedaan Pandangan

Dikutip dari Islami, beberapa ulama memang berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya menggabungkan antara qadha Puasa Ramadan dengan Puasa Sunah.

Imam An Nawawi dan Imam Al Asnawi menyatakan tidak boleh qadha Puasa Ramadan digabung dengan Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah atau puasa-puasa sunah lainnya. Alasannya, masing-masing puasa hukumnya berbeda yaitu fardlu atau wajib untuk qadha Puasa Ramadan dan sunah untuk Puasa Tarwiyah dan Arafah sehingga tidak bisa digabung.

Sedangkan Ibnu Hajar Al Haitami menyatakan boleh digabung. Bahkan penggabungan qadha Puasa Ramadan dengan puasa-puasa sunah lainnya diperlukan untuk mendapatkan pahala ganda.

 

2 dari 6 halaman

Boleh Kok Digabung

Sementara Syeikh Abu Bakar Syatho' dalam kitabnya I'anath Al Thalibin memberikan penjelasan, mengerjakan puasa qadha Ramadan saat Tarwiyah dan Arafah tetap mendapatkan pahala puasa sunah tersebut. Meskipun sedari awal hanya berniat qadha Ramadan maupun sekaligus dengan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah.

" Jika seseorang mengerjakan puasa fardlu qadha Ramadan, atau nadzar dan mengerjakannya pada hari-hari disunahkan berpuasa (puasa Arafah, Tasu'a, Asyura' dan 6 hari Syawal), maka ia mendapatkan pahala puasa keduanya, baik puasa qadha puasa Ramadan atau puasa-puasa sunnah, baik diniati bersama puasa fardlu atau tidak. Hal ini berbeda dengan pendapat Ibnu Hajar yang menyebutkan tidak akan mendapatkan pahala kecuali ia berniat puasa. Jika tidak diniatkan puasa sunnahnya, maka ia cukup menggugurkan kewajiban qadha puasa Ramadannya."

Dua pendapat di atas menyatakan dibolehkannya penggabungan qadha Ramadan dengan puasa sunah termasuk Tarwiyah dan Arafah. Pahala yang didapat bisa sekaligus meskipun hanya berniat qadha saja.

Jadi, keutamaan yang didapat dengan mengqadha puasa Ramadan dengan puasa sunah lebih baik. Pahalanya bisa keduanya didapat.

Sumber: Islami.co

3 dari 6 halaman

Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah 1440 H atau 9 Agustus 2019

Dream - Hari ini, umat Islam menjalani tanggal 8 Dzulhijjah 1440 Hijriah, bertepatan dengan Jumat, 9 Agustus 2019. Hari ini disebut dengan hari Tarwiyah.

Masuk dalam hari-hari awal Dzulhijjah, Tarwiyah mengandung keistimewaan. Allah sangat menyukai orang yang mengisi hari ini dengan amalan sholeh.

Bisa dengan sholat sunah, berzikir, sedekah, maupun lainnya. Termasuk pula dengan berpuasa sunah.

Puasa sunah Tarwiyah dianjurkan agar dilaksanakan oleh Islam. Puasa ini mengandung keutamaan sebagaimana puasa sunah di awal bulan pada umumnya.

Selain itu, sunah tersebut juga untuk mengiringi puasa Arafah. Sebab, puasa Arafah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dihukumi sebagai sunah muakad atas sangat dianjurkan.

 

4 dari 6 halaman

Keutamaan Puasa Sunah Tarwiyah

Seperti dikutip dari NU Online, keutamaan puasa Tarwiyah yaitu sebagai kebaikan untuk meraih keistimewaan hari-hari awal Dzulhijjah. Bahkan amalan pada hari-hari tersebut dinilai jauh lebih dicintai Allah daripada jihad.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah, daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah." Para sahabat bertanya, " Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah?" Sabda Rasulullah, " Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa."

 

5 dari 6 halaman

Tata Cara Puasa Sunah Tarwiyah

Pelaksanaan puasa Tarwiyah tidak berbeda dengan puasa pada umumnya. Juga seperti puasa sunah lainnya.

Puasa ini diawali dengan niat. Tetapi, ada perbedaan mengenai niat antara puasa fardlu dengan puasa sunah.

Pada puasa fardlu, niat diucapkan pada malam hari sebelum waktu fajar shodiq atau terbitnya fajar. Jika diucapkan setelah fajar, maka puasanya tidak sah.

Sedangkan niat pada puasa sunah bisa diucapkan pada malam hari sebelumnya atau pagi hari setelah terbit fajar. Syaratnya selama belum ada makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh sejak terbit fajar.

Setelah niat, puasa dilaksanakan seperti pada umumnya. Menahan diri dari hal yang membatalkannya seperti makan, minum, berhubungan suami istri, dan lain sebagainya.

 

6 dari 6 halaman

Niat Puasa Sunah Tarwiyah

 Niat Puasa Tarwiyah

Nawaitu shaumat tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya,

" Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala."

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian