11 Ciri Manusia yang Dirasuki Setan

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 13 Februari 2018 07:30
11 Ciri Manusia yang Dirasuki Setan
Banyak cara dilakukan setan untuk menggoda manusia. Mulai dari bisikan hingga merasuk ke dalam tubuh manusia.

Dream - Banyak cara dilakukan setan untuk menggoda manusia. Mulai dari bisikan hingga merasuk ke dalam tubuh manusia.

Lantas, bagaimana jika kita sampai dirasuki setan? Apa saja tanda-tandanya seseorang yang dirasuki setan?

Untuk mengetahui orang yang sering dirasuki setan, sebaiknya kita simak dulu ayat-ayat berikut ini.

" Hai, manusia! Makanlah makanan yang halal dan baik yang terdapat di Bumi serta jangan kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, setan itu musuh yang nyata bagimu. Setan itu hanya menyuruhmu untuk berbuat jahat dan keji serta mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah," (QS. Al-Baqarah: 168-169).

" Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, merupakan perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi, setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu serta menghalang-halangi dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat. Maka, tidakkah kamu mau berhenti?" (QS. Al-Maidah: 90-91).

" Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan sangat ingkar kepada Tuhannya," (QS. Al-Isra': 27).

Menurut ayat-ayat tersebut, orang-orang yang dirasuki setan memiliki sebelas ciri, yakni sebagai berikut.

1. Orang yang suka memakan barang haram, baik haram dzati, seperti bangkai, daging babi dan sebagainya, maupun haram hukmi, seperti makanan yang dibeli dengan uang yang didapat dengan cara haram seperti mencuri, korupsi, menipu dan riba.

2. Orang yang suka berbuat jahat, seperti menyakiti orang lain.

3. Orang yang suka berbuat keji, seperti berzina atau mengatakan perkataan yang jorok dan kotor.

4. Orang yang berkata tentang masalah-masalah keyakinan yang menyimpang dari ajaran tauhid, yaitu mereka mengada-ada dalam urusan aqidah

Ulasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar