Sosok Pria di Kursi Roda yang Didorong Jenderal Polisi, Kariernya Bikin Kaget

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 2 Januari 2021 12:00
Sosok Pria di Kursi Roda yang Didorong Jenderal Polisi, Kariernya Bikin Kaget
Berikut profil Prof. Dr. Muladi.

Dream - Beberapa waktu lalu, sosok Kabaintelkam Polri Irjen Rycko Amelza Dahniel terlihat bertemu seorang pria yang duduk di kursi roda. Momen tersebut diabadikan dan diunggah oleh akun YouTube Soediro Family tahun 2019 lalu.

Saat itu, Rycko masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah (Jateng). Mendapat kehormatan karena kursi rodanya didorong oleh orang nomor satu di jajaran kepolisian Jateng, sosok proia berbaju batik itu tentu saja membuat publik penasaran  

Diketahui pria tersebut adalah Prof. Dr. Muladi, seorang guru sang Jenderal Polisi ketika masih mengemban ilmu di Akademi Polisi dan PTIK.

Penasaran siapa pria yang didorong oleh Jenderal Polisi Rycko Amelza? Berikut profil Prof. Dr. Muladi.

1 dari 4 halaman

Sosok Prof. Dr. Muladi

Prof. Muladi dan Jenderal© Merdeka.com

Muladi lahir pada tanggal 26 Mei 1943 di Solo. Beliau merupakan anak bungsu dari pasangan Dasijo Darmo Soewito dan Sartini. Sang ayah dulunya bekerja sebagai reserse polisi.

Muladi kecil dikenal sebagai sosok anak yang nakal. Saking nakalnya, Muladi sempat dua kali tidak lulus sekolah yakni saat SD dan SMP.

Meski tidak lulus SMP, Muladi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di SMA swasta Institut Indonesia. Kemudian Muladi mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (saat ini Fakultas Hukum) Universitas Diponegoro, Semarang.

Saat kuliah, Muladi rupanya aktif dalam berorganisasi. Mulai dari menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tahun 1963-1968 hingga Komandan Batalyon IV Resimen Mahasiswa Semarang tahun 1964–1967.

Sembari kuliah, Muladi juga bekerja sebagai karyawan OPS Minyak dan Gas Bumi di Jawa Tengah pada tahun 1966–1969. Muladi juga sempat berkarier sebagai dosen di Universitas Diponegoro.

2 dari 4 halaman

Pejabat dari Era Soeharto Hingga SBY

Muladi pernah menjadi Menteri Kehakiman atau sekarang disebut sebagai Menteri Hukum dan HAM. Tak tanggung-tanggung, saat itu Muladi juga merangkap sebagai Menteri Sekretaris Negara di masa Kabinet Reformasi Pembangunan.

Muladi pernah menjadi Gubernur Lemhannas terlama yakni dari tahun 2005-2011. Dia menjabat di era kepemimpinan Presiden SBY.

Sebelum menjadi menteri, Muladi merupakan seorang Rektor di Universitas Diponegoro. Lebih lanjut, Muladi juga pernah menjabat sebagai Ketua Institute for Democracy and Human Rights di The Habibie Center di Jakarta.

Sosok Muladi cukup dikenali publik. Hal ini lantaran Muladi memiliki proporsi tubuh dengan tinggi hingga 1.80 meter. Berat badannya diketahui hingga lebih dari satu kuintal. Tak hanya itu, gaya bicara Muladi yang keras menggelegar terutama saat marah juga menjadi ciri khasnya. Meski begitu, Muladi dikenal sebagai sosok yang berhati lembut dan sangat tidak tahan melihat adanya ketidakadilan serta pelanggaran HAM.

3 dari 4 halaman

Rekam Pendidikan Prof. Dr. Muladi

Berikut pendidikan yang ditempuh oleh Muladi:

  • Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (S-1 Hukum Pidana) pada tahun 1968
  • International Institute of Human Rights di Strasbourg, Prancis pada tahun 1979
  • Ilmu Hukum Program Pascasarjana FH Universitas Padjajaran, Bandung (S-3) pada tahun 1984 dengan predikat Cumlaude
  • KSA III Lemhanas pada tahun 1993

 

 

 

4 dari 4 halaman

Karier & Penghargaan Prof. Dr. Muladi

Riwayat karier Muladi:

  • Rektor dan Guru Besar Universitas Diponegoro.
  • Ketua Delegasi Indonesia pada Kongres Crime on Prime Prevention and Criminal Justice (ECOSOC) pada tahun 1991–1998
  • Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Fraksi Utusan Daerah pada tahun 1997–1999
  • Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pada tahun 1993–1998
  • Menteri Kehakiman (Menkeh) Kabinet Pembangunan VII pada tahun 1998
  • Kabinet Reformasi Pembangunan merangkap Menteri Sekretaris Negara pada tahun 1998–1999
  • Ketua Institute for Democracy and Human Rights di The Habibie Center, Jakarta pada tahun 1999–2002
  • Gubernur Lemhannas pada tahun 2005–2011
  • Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hukum dan HAM pada tahun 2009–2014
  • Anggota Dewan Komisaris Pertamina
  • Ketua Badan Pengelola Gelora Senayan dan Kemayoran
  • Hakim Agung RI pada September 2000–Juni 2001

Sejumlah penghargaan yang pernah diterimanya adalah sebagai berikut.

  • Dwija Sista dari Departemen Pertahanan dan Keamanan pada tahun 1991
  • Man of the Year dari Harian Suara Merdeka, Semarang pada tahun 1995
  • Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI pada tahun 1995
  • DAN VI Karate (INKAI) pada tahun 1998
  • Bintang Mahaputra Adi Pradana Kelas II dari Presiden RI pada tahun 1999
  • The Best Alumni of Undip pada tahun 2003
  • Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI pada tahun 2006

 

Beri Komentar