Istimewanya Sakit Bagi Seorang Mukmin

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Maret 2019 20:01
Istimewanya Sakit Bagi Seorang Mukmin
Sakit bukanlah siksaan bagi seorang mukmin.

Dream - Semua orang bisa mengalami sakit. Tidak terkecuali Rasulullah Muhammad SAW.

Mungkin sebagian dari kita menganggap sakit sebagai ketidaknyamanan. Ada juga anggapan yang menyatakan sakit adalah musibah.

Tetapi, sakit tidak melulu bisa dimaknai sebagai musibah. Apalagi bagi seorang mukmin yang taat kepada Allah SWT.

Dikutip dari NU Online, Abu Umamah Al Bahiliy meriwayatkan sebuah hadis berasal dari Rasulullah Muhammad SAW. Hadis itu dituliskan dalam kitab At Targhib fi Fadlailil A'mar.

" Jika ada hamba beriman yang sakit, Allah memberikan wahyu kepada malaikat-Nya 'tulislah untuk hamba-Ku pahala sebagaimana pahala atas amal yang ia kerjakan saat sehat sejahtera ketika Aku membuat dia sibuk.' Lalu malaikat kemudian mencatatnya."

1 dari 1 halaman

4 Malaikat Utusan Allah

Riwayat lain menyebutkan sebelum seorang mukmin menderita karena sakit, Allah lebih dulu memerintahkan empat malaikat mendatangi hamba tersebut. Masing-masing malaikat mendapat perintah berbeda.

Allah memerintahkan malaikat pertama untuk menghisap kekuatan seorang mukmin sehingga menjadi lemas. Malaikat kedua mendapat perintah menghisap perasaan lezat di mulut mukmin yang sakit sehingga tidak mau makan.

Malaikat ketika diperintah Allah mengambil cahaya dari wajah mukmin sedang sakit sehingga menjadi pucat. Sedangkan kepada malaikat keempat, Allah memerintahkan agar dosa-dosa mukmin itu diambil sehingga tak lagi ada dosa dalam dirinya.

Ketika Allah berhendak mukmin yang sakit itu sembuh, ketiga malaikat diperintahkan mengembalikan apa yang sudah mereka ambil. Tetapi, malaikat pengambil dosa tidak diperintahkan mengembalikan dosa kepada orang tadi.

Allah pun memerintahkan malaikat terakhir untuk pergi ke lautan dan membuat dosa-dosa yang telah diambilnya. Karena Allah dengan rahmat dan kemuliaan-Nya tidak ingin mengembalikan dosa itu kepada si mukmin.

Begitulah istimewa sakit bagi seorang mukmin. Sakit bukanlah siksaan, melainkan sarana penghapusan dosa seseorang.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal