Jalani Isolasi, Jemaah Tabligh Pasien Covid-19 Dzikir, Sholat, Baca Alquran

Reporter : Sugiono
Rabu, 1 April 2020 09:02
Jalani Isolasi, Jemaah Tabligh Pasien Covid-19 Dzikir, Sholat, Baca Alquran
Perawat seolah bukan masuk ruang isolasi, tapi masjid.

Dream - Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, jumlah orang yang menderita Covid-19 di Malaysia hingga Selasa, 31 Maret 2020, mencapai lebih dari 2.000 orang.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan yang positif Covid-19 'disumbang' oleh jemaah tabligh akbar di Masjid Petaling Petaling, Kuala Lumpur, yang digelar dari 28 Februari hingga 1 Maret 2020.

Dilaporkan sebanyak 16.000 peserta mengikuti tabligh akbar tersebut, yang terdiri dari 14.500 warga Malaysia dan 1.500 jemaah asing dari 25 negara.

Setiap hari, pemerintah Malaysia mengimbau jemaah tabligh akbar akan bersedia melakukan tes cepat untuk mengetahui apakah mereka positif Covid-19.

Namun, hanya sedikit yang bersedia datang melakukan tes cepat Covid-19 sehingga mereka mendapat kecaman dari netizen Malaysia.

1 dari 5 halaman

Seperti Berada di Masjid

Tetapi di balik pandangan negatif dan kata-kata tidak enak yang dilontarkan kepada jemaah tabligh, seorang perawat berbagi pengalamannya saat merawat salah satu dari mereka yang dinyatakan positif Covid-19.

Melalui pesan WhastApp yang menjadi viral, perawat tersebut menggambarkan suasana ruang isolasi yang berisi para jemaah tabligh akbar.

" Ketika memasuki ruang isolasi, seperti berada di masjid. Kebanyakan memakai jubah, ada yang berkopiah dan berserban. Semuanya tersenyum.

" Ada juga yang memakai tongkat seperti Tuan Guru (almarhum Datuk Seri) Nik Aziz, ada yang seperti ayah kita, kakek kita.

" Sedih, sampai menitikkan air mata. Tidak sadar bahwa di dalam ruang isolasi itu berisi pasien Covid-19 yang semuanya punya ilmu agama yang tinggi," katanya.

 

2 dari 5 halaman

Bicara dengan Suara Lembut

Bahkan, perawat itu menggambarkan jemaah tabligh yang menjadi pasien positif Covid-19 di ruang isolasi mampu membuat senang para petugas medis yang bekerja di garis depan melawan virus corona.

" Tidak ada wajah mengkerut, tidak ada yang marah-marah. Semua orang berbicara dengan lembut.

3 dari 5 halaman

Mengaji, Dzikir, Sholat, dan Azan

" Di tangan masing-masing ada yang pegang tasbih atau Alquran. Ada yang sholat berjemaah, sholat sunnah, atau berdzikir.

" Jika azan, suara mereka sangat lembut dan merdu. Benar-benar menyentuh kalbu," kata perawat itu mengungkapkan perasaannya.

4 dari 5 halaman

Selalu Menawarkan Bantuan

Menurut perawat itu, dia juga tersentuh ketika beberapa dari jemaah tabligh menawarkan bantuan dalam keadaan darurat seperti itu.

" Mereka selalu bertanya 'Apa lagi yang bisa kami bantu'. Kadang-kadang kami berpikir kenapa Allah tidak menggantikan orang-orang jahat di dunia ini dengan mereka.

" Tapi mau bagaimana lagi, Allah lebih mengetahui tentang orang-orang beragama yang beriman selalu diuji," tambahnya.

 

5 dari 5 halaman

Berhenti Kecam Mereka

Meskipun lelah merawat 30 pasien, perawat itu lebih bersimpati kepada pasien Covid-19 dari kelompok jemaah tabligh akbar ini.

" Kami memang lelah, tapi rasa simpati dan kasihan kami lebih tinggi. Mereka sama sekali tidak menyusahkan kami. Semuanya sangat baik-baik. Jadi, berhenti kecam mereka setelah ini," katanya.

Sumber: MStar.com.my

Beri Komentar