Jangan Buru-buru Berkata Cerai Pada Istri, Ini Akibatnya

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 27 April 2016 10:44
Jangan Buru-buru Berkata Cerai Pada Istri, Ini Akibatnya
Kepada ustaz, pria ini bercerita kalau dia baru saja cerai karena melihat banyak kekurangan dalam istrinya. Dan begini jawaban sang ustaz tadi....

Dream - Sesungguhnya bila pasangan ingin mendirikan rumah tangga, mereka sebenarnya menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.

Si suami harus mencari uang siang malam untuk membiayai kehidupan keluarga. Sementara si istri membanting tulang di rumah serta bertarung nyawa ketika mengandung anak-anaknya.

Bukan itu saja, bahkan masing-masing harus saling memahami dan menghormati. Selain itu, si suami wajib membimbing istri supaya menjadi manusia yang lebih baik.

Begitulah kiranya gambaran sebuah rumah tangga yang baik. Namun tidak semua orang mampu mewujudkannya.

Seperti kisah seorang pria yang baru berjumpa dengan seorang ustaz. Kepada ustaz, pria ini bercerita kalau dia baru saja cerai karena melihat banyak kekurangan dalam istrinya.

Dan begini jawaban sang ustaz tadi..

1 dari 4 halaman

Ceraikan Istri Karena Banyak Kekurangannya

Dream - Seorang suami baru bertemu saya tadi. Dia cerita kalau sudah ceraikan istrinya. Katanya, istrinya tidak pandai menjaga agama. Malas dan suka habiskan uangnya saja.

Istrinya itu sering bangun kesiangan, tidak pandai layani suami. Kalau bicara suka menyakitkan hati. Sudah begitu, dia kuat melawan.

Katanya, sebagai lelaki kita harus tegas. Kalau tidak, nanti perempuan yang tindas dan injak-injak laki-laki.

Saya bilang, abang pernah ajak dia belajar agama? Bawa dia pergi ke Majelis Taklim? Ke pengajian?

Pria itu berkata, " Susah bawa dia ustaz. Sudah betulkah tindakan saya (menceraikan istri saya)?"

 

2 dari 4 halaman

Wanita Sering Disalahkan Jika Terjadi Perceraian

Dream - Tapi memang selalu begitulah keadaannya. Kalau istri salah, suami sering buru-buru menceraikannya. Padahal saya lihat ribuan wanita yang dapat suami macam-macam, tapi mereka tetap bersabar.

Mereka tahan saja. Demi anak-anaknya, tetap mempertahankan perkawinan.

Orang selalu salahkan wanita yang dalam masa cerai. Orang takut mendekati mereka. Orang bilang wanita itu guna-guna suaminya. Dia kuat melawan suaminya. Dia gagal dalam perkawinan.

Ingin cari penggantinya juga berat. Mereka harus urus anak-anak. Hidup mereka untuk anak-anak. Suami jika marah-marah, senang-senang saja lepas tangan.

 

3 dari 4 halaman

Harus Selalu Muhasabah Diri Dalam Perkawinan

Dream - Dalam perkawinan itu, abang, kita harus selalu muhasabah (evaluasi) diri. Masing-masing harus saling mengalah. Ingat Allah, kehendak Allah. Bimbing istri ke arah kebaikan.

Bawa istri berjuang di jalan Allah. Ciptakan Taklim dalam rumah. Luangkan waktu dan tempat yang tetap. Beri hadiah untuk istri. Cari kesukaan mereka. Gembirakan hati mereka.

" Tapi kata-katanya menyakitkan hati saya ustaz," kata pria itu.

 

4 dari 4 halaman

Ini Penyelesaiannya

Dream - Begini abang, sifat Muslim yang taat adalah apabila ada orang jahat berkata buruk pada mereka, mereka akan balas dengan kebaikan dan kesabaran.

Jadi, saat salat malam, kita menangis, doakan istri. Setelah kita melakukan semua itu tadi, tapi istri masih begitu saja, barulah kita pikirkan masalah cerai.

Tapi saya yakin, siapa saja yang melakukan semua hal tadi, istri akan menjadi istri yang solehah.

(Sumber: ohbulan.com)

Beri Komentar