Jenis-jenis Puasa dan Ketentuan Hukumnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 April 2019 20:03
Jenis-jenis Puasa dan Ketentuan Hukumnya
Ada empat kategori hukum puasa.

Dream - Puasa mungkin merupakan ibadah yang sangat dekat dengan Islam. Mungkin pula, selama ini kita mengenal dua jenis puasa yaitu puasa fardlu Ramadan dan beragam puasa sunah.

Rupanya, jenis puasa cukup banyak. Pun demikian dengan ketentuan hukumnya.

Selain fardlu dan sunah, rupanya ada juga puasa yang dihukumi makruh sampai haram. Artinya puasa tersebut sebaiknya tidak dijalankan sampai tidak boleh dilakukan.

Dikutip dari NU Online, jenis puasa yang masuk fardlu seperti diyakini dalam Mazhab Syafi'i yaitu Puasa Ramadan, Puasa Qadla (bayar utang), Puasa Kaffarat (denda), Puasa Haji dan Umroh pengganti penyembelihan hewan dalam fidyah, puasa terkait permohonan minta hujan jika ada perintah dari pemerintah, serta puasa nadzar.

Puasa yang masuk kategori sunah yaitu puasa yang datangnya berulang setiap tahun. Contohnya Puasa Arafah, Puasa Tasua (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram), puasa enam hari Syawal.

 

1 dari 1 halaman

Puasa Makruh dan Haram

Termasuk puasa sunah yaitu puasa yang berulang karena bulan atau puasa bulanan. Contohnya Puasa Ayyamul Bidh tanggal 13, 14, 15 tiap bulan di tahun Hijriah, Puasa Ayyamul Suud pada 28, 29, 30 tiap bulan.

Kategori ketiga yaitu puasa yang dihukumi makruh. Termasuk puasa ini yaitu puasa yang dikhususkan pada hari Jumat, Sabtu, atau Minggu.

Ini karena Jumat adalah hari raya umat Islam. Sabtu adalah hari raya Yahudi, sementara Minggu adalah hari raya Nasrani.

Kategori terakhir adalah puasa haram. Puasa yang masuk kategori ini adala beberapa seperti puasa istri tanpa izin suami, puasa saat Idul Fitri, puasa saat Idul Adha, puasa hari Tasyriq yaitu 11, 12, 13 Zulhijjah, puasa pertengahan hingga akhir Syaban, dan puasa hari syak yaitu tanggal 30 Syaban.

(ism, Sumber: NU Online)

Beri Komentar
Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir