Jerawat Mengeluarkan Darah, Sholat Batal?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 29 Agustus 2019 14:02
Jerawat Mengeluarkan Darah, Sholat Batal?
Darah termasuk barang najis jika sudah keluar dari tubuh.

Dream - Suci dari hadas dan najis merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Baik itu pada badan, pakaian, maupun tempatnya.

Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka sholat menjadi batal. Sholat harus diulang dengan terpenuhinya syarat sah tersebut.

Setiap muslim tentu pernah atau justru sedang mengalami jerawatan di wajahnya. Jika sudah lama, biasanya jerawat akan mengeluarkan darah.

Kapanpun itu, darah bisa keluar. Apalagi saat sedang sholat. Lantas jika terjadi, apakah darah jerawat membatalkan sholat?

Dikutip dari Bincang Syariah, darah termasuk benda najis jika sudah keluar dari dalam tubuh. Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan untuk menghilangkan darah itu dengan membasuhnya jika kita hendak sholat.

 

1 dari 5 halaman

Sholat Batal?

Jika darah keluar dari jerawat yang mendadak pecah, Ibnu Hajar Al Haitami membahas masalah ini dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj.

" Sholat tidak batal akibat darah semacam kutu atau jerawat selagi tidak membunuhnya atau memencet jerawat tersebut."

Darah yang muncul akibat pecahnya jerawat tidak membatalkan sholat. Darah seperti ini termasuk najis yang ma'fu atau ditoleransi dan sholat tetap sah.

Sebabnya, jumlah darah yang keluar tidak banyak. Juga tidak mungkin menyebar ke tempat lain.

Sayyid Bakri Syatha dalam kitab I'anath Thalibin menguatkan pandangan tersebut. Dia menyatakan darah sedikit yang keluar dari tubuh seseorang ketika sholat tidak membuatnya sholatnya batal.

(ism, Sumber: Bincangsyariah.com)

2 dari 5 halaman

Jawaban dari Sholat Istikharah Bukan Datang Lewat Mimpi

Dream - Sholat Istikharah biasanya dilakukan seorang muslimah disaat bimbang menentukan pilihan. Kebimbangan diharapkan terjawab ketika menunaikan amalan sholat sunnah tersebut. 

Dengan sholat Istikharah kita berharap mendapatkan petunjuk dari Allah sehingga bisa mengambil keputusan terbaik.

Tetapi sunah ini tidak berlaku bagi orang yang sudah merasa yakin dengan keputusannnya. Juga pada orang yang condong pada salah satu pilihan.

Tujuan dilaksanakannya Sholat Istikharah adalah untuk menumbuhkan kemantapan hati dalam menentikan pilihan yang belum mantap benar.

Kebanyakan orang mungkin menganggap jawaban dari Sholat Istikharah tersampaikan lewat mimpi. Dalam mimpi tersebut, akan ada isyarat yang merujuk pada satu pilihan.

Namun apakah benar pandangan yang menyatakan jawaban Sholat Istikharah lewat mimpi?

3 dari 5 halaman

Tak Ada Hubungan Mimpi dengan Sholat Istikharah

Dikutip dari NU Online, Ulama besar asal Suriah, Syeikh Said Ramadhan Al Buthi pernah ditanya mengenai persoalan ini. Dia pun menuangkan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam himpunan fatwanya, Masyurat Ijtima'iyyat.

" Tidak ada hubungan antara Sholat Istikharah dengan mimpi saat tidur, bahkan Sholat Istikharah itu hanya sebatas melaksanakan sholat lalu berdoa dengan doa yang disarikan dari Rasulullah. Lalu iringilah dengan melakukan perbuatan yang diistikharahi. Jika perbuatan itu baik, maka Allah akan mudahkan, dan jika buruk maka Allah akan memalingkan seseorang dari perbuatan tersebut."

 

4 dari 5 halaman

Lewat Kemudahan atau Kesulitan

Pandangan tersebut mengisyaratkan tidak ada kaitannya mimpi seseorang dengan Sholat Istikharah yang sudah dilakukan. Dalam fatwanya yang lain, Syeikh Said menegaskan seharusnya seseorang bergegas menjalankan hal yang dia istikharahi sesudah sholatnya.

Apabila merasakan kemudahan dalam menjalankannya, maka hal itulah yang terbaik baginya. Tetapi jika yang dijalani terasa berat dan banyak halangan, maka hal itu tidak baik baginya.

" Buah dari Sholat Istikharah bukanlah berupa lega atau tidaknya hati, juga tidak pada mimpi saat tidur. Hal yang dituntut dari seseorang setelah melaksanakan Sholat Istikharah adalah melanjutkan apa yang biasa dilakukannya dan melaksanakan sebab-sebab terjadinya hal yang ia istikharahi. Jika ternyata baik, maka Allah akan memudahkannya, dan jika buruk maka Allah akan mengunci jalannya dan akan mengikat hal tersebut (agar tidak terjadi)."

 

5 dari 5 halaman

Kemantapan Hati

Ulama lain yang juga mengutarakan pendapat senada yaitu Syeikh Mutawali As Sya'rawi. Dalam fatwanya yang termaktub pada Al Fatawa As Sya'rawi, Syeikh Mutawali menyatakan mimpi tidak berlaku untuk Sholat Istikharah.

" Mimpi pada saat tidur tidaklah berlaku pada Sholat Istikharah, tetapi mimpi tersebut bermula dari isi hatinya terhadap suatu subjek tertentu. Istikharah secara syara' hanya tertentu pada hal yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, yakni sholat dua rakaat lalu memohon pada Allah dengan doa yang sudah dijelaskan (dalam hadis), lalu apa yang tercerahkan (merasa lega) dalam hatimu setelah melaksanakan shalat dan doa istikharah, maka itulah hal yang dikehendaki oleh Allah padamu."

Antara Syeikh Said Ramadhan Al Buthi dan Syeikh Mutawali As Sya'rawi memiliki perbedaan mengenai jawaban Sholat Istikharah. Syeikh Said menyatakan jawaban sholat sunah tersebut akan terwujud lewat mudah atau sulitnya menjalankan hal yang diistikharahi. Sedangkan Syeikh Mutawali berpandangan jawaban terletak pada kemantapan hati setelah menjalankan Sholat Istikharah.

Meski demikian, keduanya sama-sama menyatakan jawaban sholat Istikharah tidaklah lewat mimpi. Juga, keduanya menyatakan mimpi dalam tidur tidak ada kaitannya dengan Sholat Istikharah sama sekali.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian