Pandangan Ulama Soal Hadis Kabah Ramai Malaikat Saat Sepi Jemaah Haji

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 19 Juni 2020 06:01
Pandangan Ulama Soal Hadis Kabah Ramai Malaikat Saat Sepi Jemaah Haji
Beredar di masyarakat, kabar yang menyatakan Kabah tetap ramai karena Allah mengutus malaikat untuk berthawaf.

Dream - Sejumlah negara telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini untuk mencegah penyebaran virus corona. Termasuk pula Indonesia, yang dikenal sebagai negara pengirim jemaah haji terbanyak di dunia.

Pembatalan haji akan berdampak pada Mekah. Keramaian Kabah dengan jemaah haji kemungkinan tidak akan terjadi tahun ini.

Jikapun haji tetap diselenggarakan tahun ini, kemungkinan jemaahnya menurun drastis. Semua negara tidak mau mengambil risiko membuat warganya terimbas bahaya Covid-19.

Lalu beredar riwayat yang menyatakan Kabah tetap akan ramai meski tidak ada jemaah haji. Riwayat itu menyatakan Allah akan mengutus malaikat untuk bertawaf mengelilingi Kabah ketika tidak ada jemaah haji.

Apakah riwayat ini dapat dijadikan pegangan?

1 dari 2 halaman

Dikutip dari Bincang Syariah, riwayat ini dapat ditemukan salah satunya dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin karya Imam Al Ghazali.

" Rasulullah bersabda sesungguhnya Allah azza wazalla telah berjanji pada ka’bah, setiap tahunnya akan dikelilingi orang yang beribadah haji minimal 600.000 orang. Jika kurang dari jumlah itu maka akan ditambahi dengan makluk ghaib berupa malaikat. Sesungguhnya ka’bah itu mempertemukan seperti sepasang mempelai yanh diarak. Dan setiap yang berhaji ke ka’bah maka akan terikat dengan tirai-tirainya, mereka mengelilinginya hingga ka’bah masuk surge, dan mereka pun masuk surge bersamanya."

 

2 dari 2 halaman

Pandangan Para Ulama Hadis

Tetapi, ilmuwan hadis, Al 'Iraqi yang pernah meneliti hadis dalam kitab Ihya' Ulumuddin menyatakan riwayat ini tidak memiliki sumber. Sementara ahli hadis, As Syaukani dalam kitab Al Fawaid Majmu'ah fi Al Ahadith Al Maudhu’ah li Al Qari menyatakan riwayat tersebut tidak memiliki dasar.

Sementara Al Hafiz As Sakhawi, mengutip Abu Al Walid Al Azraq, menyebutkan hadis tersebut dalam Akhbar Makkah tanpa dukungan. Sedangkan Al Aqid menerjemahkan dari Al Hassan, menyatakan hadis itu lemah.

Lebih tegas lagi, Ibn Rashid menyatakan hadis tersebut munkar. Sementara Imam Tirmidzi menyebut hadis ini hasan.

Umat Islam diharapkan berhati-hati dalam menyebarkan hadis. Terutama hadis yang menyatakan sepinya Kabah merupakan tanda-tanda kiamat.

Karena hanya Allah yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Bahkan Rasulullah Muhammad SAW sendiri tidak tahu kapan kiamat akan tiba.

(Sah, Sumber: Bincang Syariah)

Beri Komentar