Kagum Keagungan Ramadan, Si 'Ratu Pesta' Jadi Mualaf

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 13 Agustus 2014 07:30
Kagum Keagungan Ramadan, Si 'Ratu Pesta' Jadi Mualaf
Dari seorang yang suka pergi pesta ke klub dan minum alkohol, Christina menjadi orang yang gemar melakukan pekerjaan amal dan membentuk kelompok perempuan muslim.

Dream - Saat mengajar di Dubai, Christina hanya ingin sekedar mengetahui Islam. Awalnya, dorongan itu lebih kepada modal baginya untuk beradaptasi di sebuah negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Perjalanan Christina memeluk Islam dimulai saat dia pindah ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab di musim semi 2010 untuk mengajar Bahasa Inggris.

Pertama kalinya berada di Teluk, Christina tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun dia hanya berusaha memahami budaya dan agama lokal di sana. Christina pun mulai belajar budaya dan agama orang-orang Timur Tengah melalui buku Islam dan Alquran. Namun dia tak berniat pindah agama karena dia hanya ingin mengerti budaya setempat.

Semakin banyak Christina membaca, semakin banyak pertanyaan yang muncul di hatinya. Dia ingin mengetahui tentang tradisi Muslim dan hak-hak perempuan dalam Islam.

Saat Ramadan, Christina sangat kagum dengan suasananya yang agung. Christina pun mencoba untuk ikut puasa. Meski berat pada awalnya, Christina ternyata mampu puasa satu bulan penuh. Christina sangat terkesan dengan puasa Ramadan yang dijalankannya karena di dalamnya ada ajaran untuk disiplin dan menjadi orang lebih baik.

Setiap kali mendengar azan, Christina sering melafalkan doa. Dia pun membaca Alquran kata demi kata. Tidak hanya itu, Christina mulai mengubah gaya hidupnya. Dari seorang yang suka pergi pesta ke klub dan minum alkohol, Christina menjadi orang yang gemar melakukan pekerjaan amal dan membentuk kelompok perempuan muslim.

Christina juga menjelajahi internet untuk mempelajari Islam. Christina sangat suka dengan Hadist of the Day dan Quran Surah of the Day di Facebook.

Dia terpesona dengan kata-kata yang terkandung di dalamnya. Christina malah merasa dirinya lebih muslim daripada biasanya. Dia merasa dirinya mungkin sudah muslim hanya belum mengucapkan kalimat syahadat saja.

Pada malam Natal, Christina makan malam dengan seorang muslim Amerika. Mereka bicara tentang agama, tentang 5 rukun Islam dan tentang apa yang diyakininya sebagai titik balik dalam menerima sesuatu yang sudah ada dalam hati dan jiwanya selama ini.

Di malam itu juga, Christina menyaksikan sebuah film dokumenter online tentang Nabi Isa. Saat itu Christina diliputi perasaan yang kuat bahwa ia siap menerima Islam. Christina menghubungi teman muslim yang menyambut semangat kabar kesediaan Christina menjadikan Islam sebagai agama barunya.

Teman Christina itu kemudian menjelaskan proses seseorang memeluk Islam sambil terus bertanya apakah Christina benar-benar mau masuk Islam. Christina merasa sudah siap sekali dan dia pun pergi tidur sambil berdoa bisa segera mengucapkan syahadat.

Keesokan harinya Christina merasa sedikit takut dan tidak yakin apakah dia sudah melakukan hal yang benar. Dia merasa takut tidak bisa melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang muslim yang baik.

Namun Christina yakin bahwa Allah telah menunjukkan jalan terbaik bagi dirinya dan akan memberkati usahanya itu. " Aku siap untuk memulai Tahun Baru di jalan yang lurus dan benar-benar baru," katanya.

Beri Komentar