Tersentuh Kebaikan Hati Polisi, Wanita Belanda Peluk Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 9 November 2018 09:01
Tersentuh Kebaikan Hati Polisi, Wanita Belanda Peluk Islam
Polisi wisata Abu Dhabi menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Dream - Seorang wanita asal Belanda, Christina Dafano, memutuskan memeluk Islam ketika berkunjung ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kekaguman pada kebaikan hati seorang polisi wisata Abu Dhabi mengantarkannya mengucap syahadat.

Polisi wisata Abu Dhabi diharuskan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi ketika bertugas. Juga menggunakan pendekatan yang beradab.

Dafano mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan petugas Bagian Pariwisata di Departemen Investigasi Kepolisian Abu Dhabi. Dia mengaku sangat gembira bisa memeluk Islam, seperti dilaporkan Islam.ru.

Setelah mengucapkan syahadat, Dafano mengganti namanya menjadi Noura.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Abu Dhabi, proses masuk Islamnya Dafano berlangsung pada Sabtu pekan lalu (3 November 2018). Keterangan itu juga menjelaskan keinginan Noura untuk berkunjung ke Masjid Agung Syeikh Zayed.

Mendengar keinginan itu, Kepolisian Abu Dhabi segera menghubungi pihak keamanan Masjid Agung. Mereka kemudian diminta untuk mempersiapkan jadwal kunjungan bagi Noura.

1 dari 4 halaman

Toleransi Jadi Sikap Profesional

Wakil Direktur Pariwisata Kepolisian Abu Dhabi, Kolonel Ahmad Almazrouei, mengatakan kepolisian mengadopsi nilai-nilai toleransi sebagai standar profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Noura pun mengungkapkan kegembiraannya memeluk Islam. Dia menekankan sikap dari polisi wisata yang ditemuinya menjadi dorongannya untuk mengucap kalimat syahadat.

Kepolisian kemudian memberikan hadiah pada Noura berupa dua jilid buku 'Zayed' dalam Bahasa Inggris. Buku tersebut berisi autobiografi dari Syeikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri sekaligus peletak dasar toleransi UEA sehingga bisa berkembang menjadi negara modern, stabil, dan damai.

2 dari 4 halaman

Terpikat Pemuda Kuningan, Bule Ini Jadi Mualaf dan Akan Nikah

Dream - Ashley Marie Powell, gadis asal Amerika Serikat, terpesona dengan ketampanan Ra'i, pemuda asal Kuningan, Jawa Barat. Dia pun sudah bertekad bulat untuk mendampingi Ra'i menjalani bahtera rumah tangga Desember nanti.

Sebelum menikah, Ashley memutuskan untuk menjadi mualaf pada Selasa siang, 6 November 2018, di KUA Kecamatan Kuningan, Jalan RE Martadinata. Gadis itu rela datang dari AS untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.

" Rencananya perempuan (Ashley) mau menikah dengan orang Kuningan, tapi persyaratan belum diperlihatkan. Kalau menikahnya orang asing itu ada persyaratan khusus, sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2017," ujar Kepala KUA Kecamatan Kuningan, Diding Rosidin, dikutip dari radarcirebon.com, Rabu 7 November 2018.

Menurut Diding, persyaratan yang dimaksud seperti visa, paspor, surat model NA diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Sementara terkait Syahadat yang diucapkan Ashley, Diding menjelaskan itu juga termasuk syarat pernikahan di Indonesia.

" Tadi (kemarin) langsung melakukan pembinaan terhadap calon mualaf," kata dia.

3 dari 4 halaman

Persyaratan Lengkap

Menurut Diding, setelah melakukan pemeriksaan, Ashley dan Ra'i sudah membawa persyaratan yang diperlukan. Tetapi, keduanya belum mendaftarkan rencana pernikahan ke KUA.

" Persyaratan sudah ada, tapi belum daftar ke sini, namun persyaratan itu kan harus masuk Islam. Tapi tadi sudah ikrar dan disaksikan para tokoh agama juga dari orangtua laki-laki," ucap Diding.

 Mualaf AS

Diding menjelaskan, Ra'i berencana menikah dengan Ashley di Kuningan. Saat ini, Ashley berstatus sebagai seorang mahasiswi.

Prosesi pembacaan kalimat syahadat berlangsung disaksikan Ra'i dan keluarganya. Menurut Diding, setelah bersyahadat, hal yang harus dijalankan oleh Ashley menunaikan rukun Islam.

" Terutama rukun Islam yang harus dilaksanakan yakni Syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji. Setelah dijelaskan, langsung prosesi masuk Islam," kata Diding.

4 dari 4 halaman

Dipandu Ketua MUI Kecamatan Kuningan

Ashley kemudian membaca dua kalimat Syahadat di hadapan Ketua MUI Kecamatan Kuningan, dilanjutkan penandatanganan berita acara.

" Selanjutnya dibawa ke Badan Mualif ke Kemenag Kabupaten Kuningan," kata dia.

 Ashley jadi mualaf

Setelah pengucapan kalimat Syahadat, Diding menyerahkan alat sholat, buku tuntunan sholat, buku Iqra (panduan belajar membaca Alquran). Dia pun bersyukur prosesi pengucapan kalimat syahadat berjalan lancar.

" Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Pembacaan Syahadat juga tanpa hambatan. Nantinya Ashley yang baru menjadi mualaf akan terus dibina oleh MUI Kabupaten Kuningan dan juga Baznas," ucap dia.

Sumber: radarcirebon.com

Beri Komentar
Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary_mark