Kakek di Payakumbuh Bawa Uang Sekarung ke Bank, Buah Kerja Cuci Piring

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 22 Februari 2021 13:00
Kakek di Payakumbuh Bawa Uang Sekarung ke Bank, Buah Kerja Cuci Piring
Dibutuhkan waktu hingga dua hari untuk menghitung uang milik Biyok.

Dream - Palyuri, 81 tahun, tengah menjadi buah bibir di Payakumbuh, Sumatera Barat. Kakek tuna rungu ini membawa uang sekarung ke Bank Nagari untuk ditabung.

Petugas bank bersama-sama membantu Kakek Palyuri menghitungkan uangnya. Setelah dihitung, jumlah uang mencapai Rp82 juta.

Salah satu keluarga dari kakek yang akrab disapa Biyok itu, Anton, mengatakan uang merupakan hasil kerja sebagai pencuci piring. Biyok kerap menjadi tenaga cuci piring di acara hajatan atau kondangan.

" Biasanya dia bekerja sebagai pencuci piring di tempat-tempat pesta pernikahan di Payakumbuh. Saya yakin orang Payakumbuh pasti sering melihat dan mengenal Biyok," ujar Anton.

 

1 dari 3 halaman

Bukan Hasil Mengemis

Anton mengatakan Biyok memiliki keterbatasan sehingga kesulitan berkomunikasi. Tetapi, Biyok dikenal rajin bekerja.

" Uang tersebut pun juga bukan dari hasil mengemis karena ia sering kerja sebagai pencuci piring, meskipun kadang juga ada dikasih oleh orang tanpa ia minta," kata dia.

Biyok sebelumnya menyimpan hasil jerih payahnya di rumah. Pihak keluarga kemudian berkoordinasi dengan kelurahan agar uang Biyok disimpan di Bank Nagari.

 

2 dari 3 halaman

Berawal Dari Miskomunikasi

Lurah Tigo Koto Diate, Musleniyetti, mengatakan dia sempat mendapatkan kabar Biyok tidak mendapatkan bantuan. Dia bersama beberapa perangkat desa mendatangi rumah Biyok di Padang Kaduduak untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.

" Setelah dicek dan datang ke lokasi, ternyata terjadi misinformasi dan malahan ditemukan fakta baru bahwa dia memiliki uang yang disimpan di dalam tumpukan kain di rumahnya," kata Musleniyetti.

Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung ukuran 50 Kg. Terdapat pula satu kaleng berisi uang recehan.

 

3 dari 3 halaman

Menghindari Risiko

Musleniyetti langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk keluarga agar uang tersebut ditabung. Alasannya, akan sangat berisiko jika uang tersebut masih disimpan di rumah.

" Apalagi Biyok sebelumnya juga pernah mendapatkan perlakuan jahat yang hampir merenggut nyawanya," kata Musleniyetti.

Perwakilan Bank Nagari, Eko, mengatakan pihaknya membutuhkan waktu hingga dua hari untuk menghitung seluruh uang yang dibawa Biyok. Total uang tersebut mencaai Rp82 juta, dihitung oleh sejumlah karyawan Bank Nagari.

" Besaran uang yang kami hitung mulai dari pecahan Rp1.000 hingga Rp100 ribu dengan jumlah penghitung delapan orang pada hari Kamis (18 Februari 2021) dan 12 orang pada hari Jumat (19 Februari 2021) lalu," kata Eko.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar