Foto Pilu Kakek Tidur di Kursi Roda Menunggu Bus Tengah Malam

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 21 Januari 2020 16:03
Foto Pilu Kakek Tidur di Kursi Roda Menunggu Bus Tengah Malam
Kakek tersebut ingin pergi ke kantor zakat.

Dream - Jika sedang merasa susah, ingatlah ada orang lain yang lebih susah. Dengan begitu, bisa selalu bersyukur dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Ada baiknya menyimak kisah seorang kakek di Malaysia yang hendak pergi ke kantor zakat. Kakek itu sampai tertidur di atas kursi roda lantaran menunggu bus tengah malam.

Dua orang pemuda bertemu dengan kakek tersebut di sebuah halte bus. Kisah pertemuan itu kemudian diunggah di akun Facebook Penang Kini dan viral di media sosial.

Dikutip dari Siakapkeli, kejadian itu disebut berlangsung Senin larut malam, 20 Januari 2020. Lokasinya di Pulau Penang.

Dua pemuda itu diketahui bernama Ridhwan Mokhtar dan Izwan Iskandar Zakaria. Ridhwan mengaku melihat seorang kakek berada di sebuah halte bus di kawasan Bandar Perdagangan Bukit Mertajam, Pulau Pinang sekitar hampir pukul 24.00.

" Seberang SPBU yang sebelahnya ada rumah makan Bangkok Station," tulis Ridhwan.

 

1 dari 5 halaman

Bikin Terharu

Dia bersama Izwan mencoba menyapa kakek itu. Saat akan disapa, sang kakek sedang tertidur dalam kondisi duduk di kursi roda.

" Kakek itu dari Bagam Ajam, ke Perda (Bandar Perdagangan) naik bus dengan tujuan ke Kantor Zakat," kata dia.

Ridhwan mengatakan kakek itu mengaku tidak mau kembali pulang. Dia pun membujuk si kakek agar mau diajak ke masjid untuk menginap.

" Tapi si kakek minta dibiarkan di situ," terang dia.

 

2 dari 5 halaman

Jadi Viral

Karena tak dapat membujuk, Ridhwan dan Izwan membiarkan kakek itu tetap di halte bus. Ridhwan lalu membuat unggahan mengenai kakek tersebut, berharap ada siapa saja mau membantunya.

Unggahan tersebut ramai diperbincangan netizen. Tidak sedikit dari mereka yang mendoakan agar urusan kakek tersebut dilancarkan.

" Allahu, apa2 pun yg jadi, sy doakan kakek selalu kuat, dipermudah segala urusan2 kakek. Mungkin kakek tidak ada rezeki di dunia, insya Allah kebahagiaan di alam lain juga menanti," tulis netizen.

" Semoga dimudahkan segala urusan kakek. Amin ya rabbal alamin," tulis netizen lainnya.

3 dari 5 halaman

Abaikan Perbedaan, Pria Ini Bantu Benahi Rumah Tetangga

Dream - Kebaikan rasanya kurang bermakna jika hanya dalam ucapan. Sepatutnya, kebaikan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata tanpa memandang latar belakang apapun.

Seorang pria asal Malaysia, Mohd Fadli Salleh, membagikan kisah menyentuh tentang kebaikan di akun Facebooknya. Dia bercerita pengalamannya mendapat kabar sebuah rumah yang dihuni keluarga etnis Tionghoa dalam keadaan sangat kumuh.

Dikutip dari World of Buzz, Fadli bercerita awalnya dia mendapat pesan dari seseorang yang dikenali dengan Kak Yati. Orang tersebut memberitahu ada keluarga etnis Tionghoa tetangganya tinggal di lantai 11 rumah susun dalam kondisi yang memprihatinkan.

Anak-anak dari keluarga itu setiap hari menumpang mandi di rumah Kak Yati sebelum berangkat ke sekolah. Kak Yati lalu meminta tolong kepada Fadli membantu keluarga tersebut.

Fadli pun membalas pesan itu dan meminta alamat keluarga yang dimaksud. Dia berjanji melihat keluarga itu jika punya waktu luang.

" Kebetulan akhir tahun kemarin saya sempat ke sana, melihat sendiri satu keluarga dari bangsa berbeda dengan saya, dari agama yang tidak sama pula," tulis Fadli.

 

4 dari 5 halaman

Mirip Kapal Tongkang Pecah

Dia mengatakan kondisi rumah yang dihuni keluarga tersebut sungguh memprihatinkan. Fadli mengibaratkan seperti kapal tongkang pecah, bahkan lebih parah dari itu.

" Si ayah tidak bisa kerja berat, menderita beberapa penyakit agak kronis. Hanya istrinya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah hotel di Ampang," kata Fadli.

 Rumah Berantakan© Facebook

Keluarga itu punya dua anak kecil yang masih sekolah. Ketika dia datang, dua anak itu menyalaminya dan mencium tangannya.

" Pasokan air diputus karena tidak mampu bayar sewa rumah, menunggak banyak bahkan surat pengusiran sudah keluar," terang Fadli.

Meski miskin, terang Fadli, keluarga ini tidak mengabaikan pendidikan anak-anaknya. Ketika dia datang lagi, dua anak tersebut tidak di rumah lantaran mengikuti kelas tambahan gratis yang dianjurkan oleh pengurus warga setempat.

 

5 dari 5 halaman

Jadi Gudang Simpan Hasil Memulung

Fadli pun memutuskan membantu keluarga itu. Setidaknya mereka bisa dapat pasokan air bersih.

 Rumah Berantakan© Facebook

Fadli juga melibatkan Kak Yati sebagai penghubung dengan pengelola rumah susun. Juga sebagai pembuat laporan tiap progres yang dijalankan.

" Akhirnya kami bisa menjalin kesepakatan agar pasokan air bersih kembali disambungkan dengan syarat biaya sewa jadi dua kali lipat," ungkap dia.

Setelah air lancar, tahap selanjutnya adalah pembuangan sampah. Ternyata, sampah di rumah itu dikumpulkan si ayah dari hasil memulung sehingga bisa dijual lagi.

 Rumah Berantakan© Facebook

Padahal, rumah tersebut terletak di lantai 11, sangat tidak mungkin untuk membawa sampah-sampah tersebut turun ke lantai dasar setiap hari. Ditambah lagi, si empunya rumah hanya asyik mengumpulkan namun tidak pernah dijual.

" Saya lalu meminta bantuan tim relawan Dana Kita dengan Pak Muhammad Irwan. Dia lalu mengajak teman-teman relawan untuk terjun membantu," kata dia.

 

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis