Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 12, Perintah Menjauhi Ghibah dan Prasangka

Reporter : Arini Saadah
Senin, 4 Januari 2021 10:14
Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 12, Perintah Menjauhi Ghibah dan Prasangka
Surat Al Hujurat ayat 12 berisi tentang larangan bergosip dan berprasangka buruk kepada orang lain.

Dream – Berprasangka buruk kepada sesama manusia sebenarnya dilarang oleh agama manapun. Larangan berparasangka buruk dan bergunjing disebutkan dalam firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat al Hujurat ayat 12.

Al Hujurat aya 12 ini berisi tentang larangan bergosip. Mengingat dalam keseharian tanpa sadar manusia sering melakukan hal ini. Menggunjingkan orang lain menjadi makanan sehari-hari.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda: “ Tahukah kamu apa itu ghibah? Mereka (para sahabat menjawab), Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Kemudian beliau Saw bersabda, “ engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.”

Lalu ada yang bertanya, “ bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata ada pada saudaraku?” Beliau Saw menjawab, “ jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim).

Lebih jelasnya, berikut Dream ulas tentang isi kandungan surat Al Hujurat ayat 12 yang berisi tentang perintah menjauhi prasangka buruk.

1 dari 3 halaman

Bunyi Surat Al Hujurat Ayat 12

Surat Al Hujurat ayat 12 menggambarkan tentang pentingnya bagi kita semua untuk menjauhi prasangka buruk dan ghibah. Dilansir dari quran.kemenag.go.id, berikut bacaan surat Al Hujurat ayat 12 lengkap dengan arti, terjemahan, dan isi kandungannya.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

2 dari 3 halaman

Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 12

Surat al Hujurat ayat 12 memiliki isi kandungan sebagai berikut:

1. prasangka buruk

Isi kandungan surat al Hujurat ayat 12 yang pertama adalah Allah Swt memerintahkan orang beriman untuk menjauhi prasangka buruk.

Ilustrasi© freepik.com

Kata ijtanibu dalam al Hujurat ayat 12 berasal dari kata janbun, yang artinya adalah samping. Mengesampingkan sesuatu berarti menjauhkan dari jangkauan tangan. Penambahan huruf ta’ berfungsi penekanan sehingga artinya bersungguh-sungguhlah menjauhi.

Kata katsiran artinya banyak. kemudian kata dhan artinya dugaan. Namun dalam al hujurat ayat 12 ini dhan yang dilarang dan menjadi dosa adalah dugaan yang buruk.

Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan bahwa surat al Hujurat ayat 12 ini Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berprasangka buruk kepada yang lainnya. Yaitu mencurigai seasamanya dengan tuduhan yang tidak ada dasarnya. Sebagian dari dugaan adalah dosa maka harus dijauhi.

3 dari 3 halaman

2. Jangan Mencari Keburukan Orang Lain

Isi kandungan al Hujurat ayat 12 selanjutnya adalah Allah mealrang untuk mencari-cari keburukan orang lain. Kata tajassasuu berasal dari kata jassa yang artinya upaya mencari tahu dengan cara tersembunyi.

Ilustrasi© freepik.com

Tafsir fi Zilalil Quran disebutkan kata tajassasuu merupakan kegiatan yang mengringi dugaan dan kadang sebagai respon awal untuk menyingkap aib dan mengetahui keburukan orang lain. Al Quran memberantas praktik yang hina ini dari segi akhlak, untuk membersihkan hati dari kecenderungan berprasangka buruk membicarakan aib orang lain.

3. Larangan Ghibah

Isi kandungan surat al Hujurat ayat 12 selanjutnya adalah bahwa Allah melarang manusia untuk ghibah. Ghibah merupakan membicarakan orang lain yang tidak hadir yang mana jika orang tersebut mengetahuinya maka dia tidak suka. Ghibah dalam ayat 12 ini diibaratkan memakan bangkai saudaranya sendiri.

Di masa Rasulullah Saw, kadang bau busuk ghibah benar-benar tercium.  Imam Ahmad meriwayatkan ketika Jabir bin Abdullah dan sejumlah sahabat bersama Rasulullah Saw, terciumlah bau bangkai yang sangat busuk. Maka Rasulullah Saw bersabda: “ Tahukah kaliah bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka menggungjingkan orang lain.” (HR. Ahmad)

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar