Kapok Main Gim, Kini Bagus Muljadi Jadi Ilmuwan Kelas Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 19 September 2019 17:01
Kapok Main Gim, Kini Bagus Muljadi Jadi Ilmuwan Kelas Dunia
Bagus pernah merasa gagal, tetapi dia ubah jadi kunci sukses.

Dream - Bagus Putra Muljadi tidak bisa dihapus dari daftar akademisi kelas dunia. Namanya tercatat dalam daftar dosen Nottingham University, Inggris.

Jika menyimak masa lalu Bagus, banyak orang mungkin akan terbelalak. Sebab, perjalanan hidup Bagus tidaklah mudah.

Semasa lulus sarjana, Bagus tak punya prestasi. Dia bahkan hanya bisa meraih Indeks Prestasi Kumulatif 2,7.

Mungkin banyak orang berpikir dengan IPK rendah kehidupan menjadi suram. Tetapi, hal ini tidak berlaku bagi Bagus.

Dikutip dari Ristekdikti, Bagus menempuh jenjang Strata 1 di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 2006, dia lulus secara biasa-biasa saja.

 

1 dari 5 halaman

Sering Bolos dan Lulus Tak Tepat Waktu

Selama kuliah di ITB, Bagus sangat sering bolos. Dia sering menghabiskan waktu untuk bermain gim online. Parahnya, Bagus bisa seharian penuh di dalam kamar hanya untuk main gim online.

Dia juga lulus tidak tepat waktu. Pernah pula terpaksa cuti satu semester hanya karena melewatkan masa pengisian rencana studi. Keadaan itu ditebusnya dengan mengambil semester pendek.

Lulus dari ITB, Bagus sadar apa yang dialaminya sangat tidak layak ditiru. Dosen muda kelahiran Jakarta 36 tahun lalu bertekad untuk mengubah keadaan.

 

2 dari 5 halaman

Bertekad Berubah

Bagus kemudian mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Dia pun sukses meraih gelar Master dan Doktor bidang mekanika terapan di National Taiwan University.

Yang bikin semakin tercengang, dia kini menjabat sebagai Asisten Profesor di Departemen Teknik Lingkungan dan Kimia Universitas Nottingham. Hasil risetnya diakui dan kerap menjadi rujukan baik akademisi maupun industri.

" Saya merupakan salah satu profesor termuda di departemen saya di Nottingham," kata Bagus.

Bukan jalan mudah bagi Bagus membangun karir dan kredibilitas di kelas internasional. Berbekal ketekunan, Bagus menjalani aktivitas perkuliahan dengan sebaik mungkin.

 

3 dari 5 halaman

Kuasai Banyak Bidang

Meski sudah meraih gelar Doktor, Bagus tidak berpuas diri. Lulus dari NTU, Bagus mengambil program Post-Doctoral jurusan Matematika di Institut de Mathematiques de Toulouse, Perancis.

Selain itu, Bagus juga menempuh program Post Doctoral studi ilmu bumi dan teknik Imperial College London. Jadilah Bagus tercatat sebagai ilmuwan yang menguasai banyak bidang, bukan hanya linear.

Bagus berpendapat memang seharusnya keilmuan tidak disekat dengan batasan linearitas. Dia membuktikan sendiri, berpindah program kuliah justru membuatnya mahir dalam beberapa bidang. Mulai dari mekanika terapan, ilmu bumi dan matematika.

Hal itu juga berpengaruh terhadap penelitian yang dijalankan oleh Bagus. Hasilnya selalu mengandung multi perspektif. Dia juga jadi punya banyak mitra dalam penelitian.

 

4 dari 5 halaman

Punya 10 Jurnal

Tetapi, ada juga risiko yang dia hadapi. Karena padatnya jadwal penelitian, Bagus kesulitan membagi waktu bersama keluarga.

" Justru nonlinear itu yang bikin kita dapat posisi permanen. Di sana, itu yang membuat kita jadi unik. Nah itu yang gue jawab waktu ditanya saat wawancara, karena jurnal yang gue bikin cenderung di bidang matematika bahkan ada di bidang ilmu bumi," kata Bagus.

Sejauh ini, Bagus telah menghasilkan 10 jurnal internasional. Tetapi, dia tidak menganggap itu sebagai hal luar biasa.

" Tapi saya punya satu jurnal yang saya sendiri penulisnya, yakni tentang permodelan multiskala media berpori, untuk melihat cairan berpori. Terus sekitar 90 persen dari jurnal itu, saya adalah penulis pertamanya, sementara penulis kedua dan seterusnya juga beragam," ucap dia.

(ism, Sumber: sumberdaya.ristekdikti.go.id)

5 dari 5 halaman

Putri Pengayuh Becak Raih Doktor di ITS dengan IPK 4

Dream - Salah satu mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mendapatkan gelar doktor. Tapi yang membuat kita kagum luar biasa, saat mengetahui latar belakang ekonomi si mahasisiwi itu sangat sederhana.

Ya, dia adalah Lailatul Qomariyah. Mahasiswi Departemen Teknik Kimia ini berhasil meraih mimpinya dengan memenuhi biaya pendidikannya sendiri.

Selama menjalani pendidikan, mahasiswi 27 tahun ini juga giat memberikan les privat pada siswa SMP dan SMA di sekitar kampusnya.

Berbekal keinginan untuk mengubah nasib keluarganya, anak sulung pasangan Saningrat yang bekerja sebagai pengayuh becak dan Rusmiati sebagai buruh tani, berhasil memenuhi biaya pendidikannya sendiri dengan mengajar matematika, fisika, kimia, bahasa inggris dan lain-lain.

Perempuan asal Pamekasan, Madura ini mengawali pendidikannya di ITS melalui beasiswa Bidikmisi jalur prestasi. Lalu ia mengambil beasiswa program percepatan untuk lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi menjadi seorang Doktor selama 4 tahun, yaitu Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Kegigihan Laila didorong oleh sebuah kutipan Alquran. " Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha dari kaum tersebut," kata Laila dikutip dari laman its.ac.id, Sabtu 14 September 2019.

Akhirnya, ia berhasil meraih IPK 4.0 dalam program doktoral. Selepas diwisuda 15 September, mahasiswa kelahiran 16 Agustus 1992 ini ingin terus mengabdi di kampusnya.

" Aku sudah menemukan kecocokan di ITS, jadi meskipun banyak tawaran dari luar, saya tetap ingin melanjutkan pengabdian saya di kampus perjuangan ini," tuturnya.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya