Gitar Seventeen Selamatkan Bocah Ini dari Tsunami Banten

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 26 Desember 2018 15:13
Gitar Seventeen Selamatkan Bocah Ini dari Tsunami Banten
Bocah ini menjadikan gitar milik band Seventeen sebagai pelampung. Sementara, sang gitaris, Herman Sikumbang meninggal dunia.

Dream - Akhmad Khowarizmi, 10 tahun, tercatat sebagai korban selamat dalam tsunami Anyer, Banten pada Sabtu malam pekan lalu. Bocah asal Pasuruan, Jawa Timur ini berlindung pada gitar cadangan grup band Seventeen yang mengapung di atas air.

Kakek Azmi, Ashari, 64 tahun, bercerita cucunya bersama orangtua dan adiknya sedang ikut Family Gathering PLN di Pantai Tanjung Lesung.

Anaknya yang bernama Ninil Ukhita Anggra Wardani, 38 tahun, yang juga ibu dari Azmi menjabat sebagai Manajer Senior Aset dan Properti PLN Unit Induk Transmisi Jawa Barat-Banten.

Jenazah Ninil sudah dimakamkan pada Senin malam, 24 Desember 2018 di TPU Kalirejo, Bangil, Pasuruan.

" Saat tsunami menerjang, keluarga kecil anak saya berada di bangku penonton bagian depan," ujar Ashari, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 26 Desember 2018.

Menantu dan kedua cucu Ashari selamat. Sayangnya, putri kandungnya meninggal dalam bencana tersebut.

 

 

1 dari 6 halaman

Kisah Selamat Cucu dan Menantu

Ashari mengaku diberitahu sang menantu, Akhmad Diyak Kaukabi, 39 tahun, mengenai bagaimana kedua cucunya selamat. Menurut Ashari, Azmi selamat karena berpegangan pada gitar cadangan band Seventeen yang mengapung.

" Saat tersapu gelombang, cucu saya menggapai gitar cadangan band yang manggung itu, lalu menjadikannya pelampung," kata Ashari.

Sedangkan cucu keduanya, Farzana Arfa Fahira, 7 tahun, tertimpa karpet panggung. Bocah itu tidak terseret gelombang tsunami.

" Arfa ditemukan tertutup karpet panggung," kata dia.

Sedangkan menantunya bisa selamat karena mengikuti hempasan gelombang. Menurut Ashari, Diyak kemudian tersangkut pohon.

" Namun anak semata wayang saya meninggal. Almarhumah berhasil ditemukan saat keesokan harinya di sekitaran Tanjung Lesung," ucap dia.

Ashari berusaha menguatkan kedua cucunya. Mereka sangat bersedih dan kerap menangis karena ditinggal oleh sang ibu.

" Saat bersama saya mereka tenang. Namun saat sendiri, kadang mereka menangis, biasanya mereka selalu memeluk ibunya saat pulang kerja," kata dia.

 

2 dari 6 halaman

Pesan di Balik Password Ponsel 2212

Selanjutnya, Ashari mengaku tidak mendapatkan firasat apapun mengenai kepergian putrinya. Tetapi, dia menangkap ada yang berbeda pada kebiasaan Ninil sepulang umroh bersama Diyak pada 22 November 2018 lalu.

Ninil jadi semakin baik. Bahkan kerap memberikan sesuatu kepada ayah dan ibunya.

" Seminggu sebelum insiden itu, saya dibelikan Xiaomi Redmi not 5. Passwordnya 2212. Saya tak menyangka jika itu adalah pesan terakhir Ninil," ucap Ashari.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

3 dari 6 halaman

Gitaris Seventeen Ditemukan Meninggal Dunia

Dream - Group Band Seventeen kembali berduka. Herman Sikumbang, sang gitaris yang sempat menghilang setelah terjadi tsunami, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Herman Sikumbang gitaris Seventeen© (Foto: Kapanlagi.com/Agus Apriyanto)

Herman Sikumbang, Gitaris Seventeen

" Update dari lokasi kejadian tsunami Tanjung Lesung Telah ditemukan jenasah gitaris band Seventeen, Herman Sikumbang," kata Yulia Dian, manajemen Seventeen lewat pesan singkat, Minggu, 23 Desember 2018.

Yulia menghaturkan permintaan maaf untuk almarhum Herman. Pihak manajemen Seventeen juga memohon doa untuk Herman dan keluarga yang ditinggalkan.

" Semoga amal ibadah beliau diterima di Sisi-Nya. Mohon doa bersama," katanya.

Band Seventeen terhempas gelombang tsunami saat tampil di acara gathering PLNdi Pantai Carita, Anyer, Sabtu 22 Desember 2018.

Panggung yang mereka naiki seketika hancur saat tersapu tsunami. Total, sudah 3 korban jiwa dari band Seventeen.

Yaitu, pemain bas Muhammad Awal Purbani dan road manager, Oki Wijaya serta Herman Sikumbang sang gitaris. Hingga kini masih ada personel Seventeen yang belum ditemui yaitu Andi Windu Darmawan, drumer seventen dan salah satu kru bernama Ujang.

4 dari 6 halaman

Tsunami Banten, Vila Santri Penghafal Quran Ini Utuh

Dream - Bisa dibilang, apa yang terjadi pada sebuah vila di kawasan pantai Anyer, Banten, Jawa Barat, merupakan peristiwa ajaib.

vila itu utuh, sementara bangunan di sekitarnya luluh lantak akibat terjangan tsunami pada Sabtu pekan lalu.

Video utuhnya vila yang dinamai Umbul Tanjung Resort tersebut viral di media sosial. Salah satu akun Instagram, @choyan_le.017, mengunggah kembali video itu.

Dalam video itu, terlihat bangunan vila yang utuh. Taman yang ada di komplek tersebut juga bersih. Tak ada satupun puing bangunan mengotori area vila itu.

Padahal, posisi vila yang berlokasi di Pantai Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, itu sangat dekat dengan bibir pantai. Bangunan yang ada di sekitar komplek tersebut sebagian besar hancur.

Rupanya, saat tsunami terjadi, vila ini menjadi lokasi karantina para santri tahfiz Alquran Nurul Fikri Boarding School (NFBS). Mereka tengah mengikuti program karantina menghafal Alquran.

Para santri pun selamat dari terjangan tsunami. Padahal, mereka sedang berada di salah satu ruang saat bencana menerjang kawasan Anyer.

 

6 dari 6 halaman

Para Santri Selamat

Dikutip dari Rakyatku, ada 60 santri yang mengikuti program karantina tersebut. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti program pendidikan tahfiz Alquran di Turki.

Mereka begitu khusyuk dalam menghafal Alquran. Sampai-sampai, mereka tidak tahu ada bencana tsunami menerjang. Mereka baru tahu ada tsunami ketika petugas datang untuk mengevakuasi.

Bersama petugas, mereka pun berjalan cepat menyusuri jalur evakuasi. Sepanjang mata memandang, mereka hanya melihat reruntuhan bangunan.

" Daerah-daerah sebelum Umbul Tanjung Resort dan setelahnya, airnya sampai ke jalan semua, sedangkan Umbul Tanjung Resort seperti dilindungi oleh Allah SWT, hanya sampai tembok doang airnya, benar-benar nggak masuk akal sama sekali," ujar salah satu pembina NFBS, Ustaz Adam Ibrahim Qal, dikutip dari Rakyatku, Rabu 26 Desember 2018.

Para santri pun selamat dan segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Jalur evakuasi pun utuh, sehingga evakuasi berjalan cukup mudah.

" Mudah-mudahan kelak di akhirat kita juga dijaga oleh Allah karena ketika di dunia kita menjaga Kalam-Nya," kata Ustaz Adam.

(ism, Sumber: Rakyatku)

Beri Komentar