Keajaiban Pasien Covid-19, Hidup Setelah 16 Hari Koma, 17 Hari Pakai Ventilator

Reporter : Sugiono
Senin, 8 Juni 2020 09:35
Keajaiban Pasien Covid-19, Hidup Setelah 16 Hari Koma, 17 Hari Pakai Ventilator
"Saya bangun 16 hari kemudian. Tabung ventilator masih ada di tenggorokan saya. Itu sangat menyakitkan."

Dream - Tan Boon Hoe tersenyum ketika berolahraga di rumahnya, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya.

Pria 60 tahun, yang jadi direktur perusahaan, itu dirawat selama 53 hari di unit perawatan intensif (ICU) setelah ia didiagnosis dengan Covid-19.

Menjadi pasien Covid-19 yang paling lama dirawat di Rumah Sakit Sungai Buloh, Tan koma selama 16 hari. Dia juga harus dibantu ventilator selama 17 hari.

" Saya kehilangan banyak otot selama dirawat di rumah sakit. Pada saat keluar tanggal 9 Mei, saya hanya bisa bergerak dengan alat bantu jalan. Sekarang, saya bisa naik dan turun tangga," katanya.

1 dari 5 halaman

Mengalami Gejala Covid-19

Kondisinya sekarang jauh lebih enak dari saat dia koma dan terbangun dengan rasa sakit yang parah di tenggorokannya karena menggunakan ventilator.

Saat itu dia lemah. Punggungnya luka karena terlalu lama terbaring di tempat tidur dan dia juga perlu cuci darah.

Tan mulai mengalami gejala Covid-19 sekitar 9 Maret. Dia periksa ke klinik pada tanggal 11 Maret dan didiagnosis demam, influenza dan batuk.

2 dari 5 halaman

Pingsan Saat Dibawa dengan Ambulans

Pada 17 Maret sore, Tan kesulitan bernapas. Hari berikutnya dia menyetir mobil sendiri dengan susah payah ke rumah sakit yang langsung memberinya oksigen.

Tak lama setelah diperiksa, Tan dinyatakan positif Covid-19 dan dipindah ke RS Sungai Buloh di hari yang sama.

" Kondisi saya sangat buruk sehingga saya kehilangan kesadaran di ambulans setelah berbicara singkat dengan istri saya melalui telepon.

" Saya tidak dapat mengingat apa pun sampai saya bangun 16 hari kemudian. Tabung ventilator masih ada di tenggorokan saya. Itu sangat menyakitkan," katanya.

3 dari 5 halaman

Istri Harus Siap Dapat Kabar Buruk

Kisah ajaib Tan yang hidup setelah 16 hari koma karena Covid-19 ditayangkan di YouTube yang diunggah pada Minggu, 31 Mei 2020.

Saw Siew Lan, istri Tan, mengatakan suaminya juga didiagnosis dengan syok septik pada tanggal 18 Maret dan harus memakai ventilator.

" Saya diberitahu untuk siap-siap menerima kabar terburuk," tambah wanita 54 tahun itu.

4 dari 5 halaman

Paru-paru Kekurangan Oksigen

Syok septik adalah infeksi luas yang menyebabkan kegagalan organ dan tekanan darah yang sangat rendah. Ini kondisi yang mengancam jiwa.

" Dua minggu berikutnya adalah yang paling sulit. Saya tidak tahu kabar terbaru apa yang akan saya dapatkan dari dokter setiap hari. Saya menangis berkali-kali," katanya.

Kondisi Tan memburuk pada 31 Maret. Saw mengatakan paru-paru suaminya kekurangan oksigen dan kemungkinan harus menjalani trakeostomi.

5 dari 5 halaman

Hampir Kehilangan Harapan

Trakeostomi adalah tindakan bedah untuk membuat lubang pada saluran udara (trakea) agar dapat dipasang selang tabung oksigen.

" 1 April adalah hari terburuk baginya. Dia memiliki risiko gagal jantung, kondisi paru-parunya makin parah dan ginjalnya tidak berfungsi. Dia juga membutuhkan cuci darah. Kami hampir kehilangan dia," kata Saw.

Tetapi keesokan paginya, Tan membuat mukjizat. Dia sadar dari komanya dan bisa merespons kata-kata.

Sumber: AsiaOne

Beri Komentar