Kedudukan Hukum Puasa Rajab dalam Syariat

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 Februari 2020 09:01
Kedudukan Hukum Puasa Rajab dalam Syariat
Hukum puasa Rajab kerap menjadi perdebatan di masyarakat.

Dream - Sebagai salah satu bulan agung, Rajab tentu perlu dimuliakan. Ini mengingat Rajab mengandung banyak keutamaan.

Bentuk amalan untuk memuliakan Rajab yaitu dengan memperbanyak ibadah sunah. Salah satunya dengan puasa Rajab.

Tetapi, muncul polemik seputar keabsahan puasa Rajab. Ada yang menyatakan puasa tersebut tidak diperintahkan lantaran tidak ada dalilnya.

Dikutip dari Lirboyo.net, kedudukan hukum puasa Rajab memang kerap menjadi perdebatan. Ada sebagian orang yang berpandangan puasa sunah ini tidak memiliki landasam hukum secara spesifik.

Tetapi, jika diteliti lebih rinci, ada beberapa dalil yang bisa dijadikan pegangan untuk puasa sunah Rajab. Salah satunya hadis riwayat Imam Muslim dari Utsman bin Hakim Al Anshari.

Utsman bin Hakim Al Anshari berkata, " Saya bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said bin Jubair menjawab, 'Saya mendengar Ibnu 'Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak berpuasa'."

 

1 dari 5 halaman

Sunah Seperti Puasa di Bulan Lain

Imam An Nawawi memberikan penjelasan mengenai hadis ini dalam kitabnya Fathul Mun'im.

" Proses penggalian dalil yang dilakukan Sa'id Ibnu Jubair menunjukkan tidak ada larangan dan kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Akan tetapi hukumnya sama dengan puasa di bulan-bulan yang lain, karena tidak ada larangan dan kesunahan khusus terkait puasa Rajab, akan tetapi hukum asal puasa adalah sunah. Dan di dalam kitab Sunan Abu Dawud disebutkan bahwasanya Rasulullah SAW menganjurkan melakukan puasa di bulan haram (bulan-bulan mulia) dan bulan Rajab termasuk salah satunya."

 

2 dari 5 halaman

Tidak Ada Dosa Untuk Puasa Rajab

Imam As Shalah mengeluarkan fatwa terkait puasa Rajab. Dia memberikan penjelasan secara rinci sekaligus menunjukkan dalil yang dibuat-buat untuk mengharamkan puasa Rajab.

" Apakah melakukan puasa Rajab secara keseluruhan mendapatkan pahala ataukah dosa? Karena ada suatu hadis dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Dihyah yang ada di Mesir. Ibnu Dihyah berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya neraka jahanam akan membara dari tahun ke tahun yang diperuntukkan bagi orang yang berpuasa Rajab'. Apakah hadis itu shahih atau tidak? Ibnu Shalah menjawab, '(Orang yang berpuasa Rajab) tidak ada dosa baginya. Dan yang saya ketahui tidak ada satu ulama pun yang menganggapnya dosa. Sebagian ulama yang hafal hadis mengatakan bahwa tidak ada dalil yang secara khusus menjelaskan keutamaan puasa Rajab. Namun hal ini bukan berarti harus menghindari puasa Rajab. Adapun hadis yang ada dalam kitab Sunan Abu Dawud dan lainnya yang menjelaskan puasa di bulan-bulan yang mulia itu sudah mencukupi untuk anjuran puasa Rajab. Menanggapi hadis yang mengatakan bahwa api neraka jahanam untuk orang yang puasa Rajab, bahwa hadis tersebut tidak shahih dan dilarang untuk meriwayatkannya. waAllahu a’lam."

Penjelasan di atas menunjukkan bagaimana kedudukan puasa Rajab yang merupakan sunah sebagaimana puasa sunah lainnya. Memang tidak ada dalil khusus yang menganjurkan maupun melarang puasa ini.

Tetapi, bukan berarti puasa sunah Rajab tidak boleh dilakukan. Secara umum, puasa yang dikerjakan sama dengan di bulan-bulan lain namun ada keutamaan tersendiri karena berkaitan dengan waktunya yaitu bulan Rajab.

3 dari 5 halaman

Dianjurkan Berpuasa Sunah, Ini Doa Niat Puasa Rajab

Dream - Umat Islam dianjurkan memuliakan bulan Rajab dengan memperbanyak amalan shaleh. Rajab selama ini memang dikenal sebagai bulan mulia selain Ramadan.

Kemuliaan Rajab juga dianjurkan dijaga dengan menjauhi perbuatan maksiat. Meskipun perbuatan ini memang sudah seharusnya tak dilakukan di bulan apapun.

Ada banyak amalan shaleh yang bisa kita lakukan sepanjang Rajab. Mulai dari ibadah seperti memperbanyak sholat sunah, puasa sunah, maupun dengan amalan seperti sedekah.

Sebenarnya, tidak ada kekhususan untuk menjalankan puasa Rajab. Meski begitu, amalan ibadah tersebut bisa dilakukan dengan puasa sunah biasa seperti ayyamul bidh, puasa 10 hari pertama, puasa Daud, puasa Senin dan Kamis, dan lain sebagainya.

Tetapi karena dijalankan di bulan Rajab, tentu mengandung keutamaan tersendiri. Mengingat Rajab merupakan waktu tersebarnya rahmat Allah SWT.

Ketika hendak berpuasa sunah, maka yang harus dilakukan adalah berniat. Lafal niat bisa diucapkan baik malam hari sebelumnya maupun siang hari usai Subuh karena hukum puasanya adalah sunah.

4 dari 5 halaman

Niat Puasa Rajab Sebelum Subuh

 Niat Puasa Rajab Malam Hari© Dream.co.id

Nawaitu shouma ghadin ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Ta’ala."

 

5 dari 5 halaman

Niat Puasa Rajab Siang Hari

 Niat Puasa Rajab Siang Hari© Dream.co.id

Nawaitu shouma hazal yaumi ‘an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala."

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya