Kelucuan Nasrudin Hoja Berdebat dengan Hakim

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 25 Mei 2019 18:02
Kelucuan Nasrudin Hoja Berdebat dengan Hakim
Nasrudin yang diejek hakim dengan cerdas kembali memberikan sindiran.

Dream - Nasrudin Hoja merupakan sosok cerdik dan jenaka dalam literatur Islam. Dia kerap berlaku dan berkata konyol namun penuh hikmah.

Pun demikian ketika Nasrudin berdebat dengan seorang hakim. Keduanya mendebatkan mana yang lebih penting antara kekayaan dan kebijaksanaan.

Suatu hari, Nasrudin terlibat perbincangan dengan hakim. Si hakim adalah seorang cendekiawan namun berpikir hanya dalam satu sisi saja.

Karakter hakim itu sama dengan kebanyakan hakim lainnya kala itu. Berpikir hanya satu sisi sehingga tidak bisa luwes dalam memandang persoalan.

Kemudian, si hakim mencoba mengetes Nasrudin. Hakim itu memancing dengan mengucapkan sesuatu.

" Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika," ujar hakim itu sembari melirik ke arah Nasrudin.

Gelagat hakim itu ditangkap oleh Nasrudin. Dia pun merasa seolah-olah ditanya oleh si hakim.

" Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, akan tetapi hukumlah yang seharusnya disesuaikan dengan kemanusiaan," kata Nasrudin menanggapi perkataan hakim.

 

1 dari 1 halaman

Antara Kekayaan dan Kebijaksanaan

Hakim itu kembali mengajukan pertanyaan.

" Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda punya pilihan, Anda akan memilih kekayaan atau kebijaksanaan?" kata hakim itu.

Tak disangka, Nasrudin yang dikenal sebagai cendekia itu memberikan jawaban mengejutkan.

" Tentu saja saya akan memilih kekayaan. Bagaimana Anda ini," kata Nasrudin.

Hakim tersebut mencoba mengejek Nasrudin.

" Wah, sangat memalukan. Seharusnya Anda seorang cerdik pandai dan diakui masyarakat memilik kebijaksanaan daripada kekayaan." kata hakim itu.

Nasrudin langsung sigap mendapat komentar tersebut. " Kalau pilihan Anda sendiri?" tanya Nasrudin.

" Sangat jelas, saya akan memilih kebijaksaan," kata hakim itu dengan nada mengejek.

" Sudah terbukti, kalau semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya," kata Nasrudin.

(ism, Sumber: Islami.co)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri