Hidup di Jalanan, Kisah Bocah Jago Bahasa Inggris Ini Gugah Hati

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 November 2019 15:10
Hidup di Jalanan, Kisah Bocah Jago Bahasa Inggris Ini Gugah Hati
Bocah ini sangat lancar Bahasa Inggris, padahal tidak sekolah.

Dream - Mungkin banyak orang yang hanya memandang sekilas kepada mereka yang hidup di jalanan. Tidak ada yang tahu, apalagi mau tahu, kisah mereka yang kerap disebut tuna wisma.

Padahal, bisa jadi ada kisah menggugah di balik kerasnya kehidupan jalanan. Seperti kisah remaja jalanan satu ini.

Seorang guru di Malaysia melihat seorang remaja sedang duduk-duduk di sudut teras toko. Guru laki-laki itu penasaran dengan aktivitas yang sedang dilakukan remaja itu.

Dalam akun Facebooknya, guru bernama Mohd Fadli Salleh itu mengunggah kisah pertemuannya dengan remaja berusia 13 tahun itu. Dia menceritakan tentang remaja itu yang harus menjalani hidup di jalanan tanpa makanan dan uang namun tetap mendidik dirinya sendiri sejak putus sekolah saat masih berusia 9 tahun.

1 dari 4 halaman

Berawal dari Pertemuan Teman

Teman Fadli, Nooraini, awalnya bertemu dengan anak itu dan mengajaknya makan di restoran waralaba. Tetapi setelah itu, dia tidak bisa tidur lantaran memikirkan remaja tersebut.

Nooraini lalu memberitahu Fadli lalu mengajaknya bertemu bocah tersebut.

" Anak ini selalu terlihat tiduran di lorong-lorong. Setelah melihatnya sangat kuyu, Kak Nooraini mengajaknya makan dan bertanya mengenai kehidupannya," tulis Fadli, dikutip dari World of Buzz.

" Kak Nooraini tidak bisa tidur di malam itu dan bilang ke saya soal remaja itu, jadi tanpa pikir panjang, sekitar pukul 10.30 pagi, saya meminta tolong beberapa anak untuk mencari remaja itu. 15 menit kemudian, anak-anak itu mencarinya dan membawanya kepada saya," ucap Fadli melanjutkan.

2 dari 4 halaman

Sifatnya Membuat Kagum

Melihat kondisi remaja itu, Fadli menyadari dia adalah anak yang cukup pendidikan. Terlihat dari cara dia bersikap di depan Fadli.

" Saat dia duduk, Saya suruh dia pesan makanan. Awalnya dia bilang sudah kenyang. Dia menolak tawaran saya dengan penuh rasa hormat," kata Fadli.

Fadli lalu agak memaksa anak itu hingga akhirnya dia mau. Bocah itu pun berdoa sebelum makan, kebiasaan yang kerap muncul pada anak yang terdidik dengan baik.

" Anak yang baik. Dia dengan cepat membersihkan piringnya, menunjukkan betapa laparnya dia," kata Fadli.

Setelah itu, Fadli mengobrol dengan bocah itu. Barulah dia tahu, ibu remaja itu telah meninggal saat dia masih berusia 8 tahun. Bersama ayah tirinya, dia pindah dari Johor ke Kuala Lumpur saat berusia 9 tahun dan sejak saat itu tidak lagi sekolah.

" Saya tanya apakah dia punya identitas anak dan akta lahir, dan saya senang dia ternyata punya salinan keduanya. Dia bisa sekolah lagi!" kata Fadli.

 

3 dari 4 halaman

Lancar Baca Tulis, Bahkan Bahasa Inggris

Guru itu juga bertanya apakah anak tersebut bisa membaca dan dijawabnya bisa. Untuk memastikan, Fadli meminta anak itu membaca tulisan yang tertera pada kaos Fadli.

Anak itu menuruti perintah Fadli dan membaca dengan lancar. Fadli juga meminta anak itu membaca jarum jam dan ternyata bisa.

Fadli pun bertanya dari mana bocah itu bisa baca tulis. Jawaban anak itu membuat Fadli terkejut lantaran dia selama ini menerapkan cara home-schooling.

" Dia bahkan berlatih secara home-schooling dengan sangat akurat, Bahasa Inggrisnya bagus," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Ditelantarkan Ayah Tiri

Fadli makin dalam menggali informasi mengenai bocah itu. Dia jadi benar-benar tahu anak itu adalah anak baik, tidak pernah merokok, mencuri, atau bergaul dengan penjahat. Lantas, Fadli penasaran apa yang membuat anak itu hidup di jalanan.

" Saya akan menghubungi ayah tirinya soal rencana sekolah ini tetapi dia bilang ayah tirinya tidak peduli apakah dia pulang atau tidak. Anak itu terlantar," kata dia.

Fadli pun memutuskan menjadikan anak itu sebagai anak angkat. Alasannya, dia ingat masa lalunya yang juga hidup terlantar.

" Selama saya di sini, selama toko ini tetap buka, dan sselama saya bisa membantu banyak orang, mereka tidak akan pernah kelaparan," ucap Fadli.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie