Ketentuan Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 9 Desember 2020 06:00
Ketentuan Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil
Tidak semua orang boleh mengganti puasanya dengan membayar fidyah.

Dream – Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang tidak bisa ditinggalkan. Karena suatu sebab, ada sejumlah orang muslim yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa Ramadan. Namun mereka tetap diwajibkan menggantinya di hari yang lain.

Sejumlah orang islam yang diperbolehkan tidak berpuasa adalah orang sakit, musafir, wanita yang haid, dan wanita yang sedang hamil. Semua wajib mengganti puasa di hari lain selain bulan Ramadhan. Atau bisa juga membayar fidyah bagi wanita hamil dengan ketentuan cara membayar fidyah sesuai pendapat jumhur ulama.

Selain menqadha puasa di hari lain, cara mengganti puasa juga bisa dilakukan dengan membayar fidyah khusus orang yang benar-benar tidak mampu mengganti puasa. Membayar fidyah ini dilakukan dengan memberi makan fakir miskin sejumlah puasa yang ditinggalkan.

Pembayaran fidyah ini juga harus sesuai dengan ketentuan. Tidak semua orang boleh mengganti puasanya dengan membayar fidyah. Berikut ketentuan cara membayar fidyah bagi ibu hami seperti dilansir dari berbagai sumber.

1 dari 4 halaman

Fidyah Artinya Menebus

Ilustrasi© freepik.com

Sebelum mengetahui cara membayar fidyah, kita ketahui dulu asal kata fidyah adalah kata fadhaa yang artinya mengganti atau menebus. Pengertian fidyah adalah cara seseorang dengan kriteria tertentu untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan dengan cara memberi makan fakir miskin.

Ketentuan membayar fidyah ini tercata dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 184 yang artinya:

“ (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggakan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskis. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

2 dari 4 halaman

Kriteria Orang Boleh Bayar Fidyah

Ilustrasi© freepik.com

Menurut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terdapat tiga kriteria yang diperbolehkan mengganti puasanya dengan membayar fidyah:

  • Orang tua yang sudah renta, ia tidak memungkinkan untuk berpuasa.
  • Orang yang sakit parah, kecil kemungkinan untuk sembuh.
  • Ibu halim atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondiri dirinya atas rekomendasi dokter.

Kesimpulannya ketentuan cara membayar fidyah sebagai pengganti puasa hanya diperbolehkan bagi orang yang sudah tidak memungkinkan lagi berpuasa dalam jangka waktu yang lama atau bahkan selamanya.

3 dari 4 halaman

Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil

Ilustrasi© freepik.com

Sementara itu untuk pembayaran fidyah bagi ibu hamil, ada ketentuan yang telah disepakati sebagian jumhur ulama. Wanita hamil atau yang sedang dalam masa nifas diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan dan wajib menggantinya di hari yang lain.

Menqadha puasa Ramadhan bagi wanita hamil, nifas, dan menyusui wajib hukumnya. Sebab wanita hamil, nifas dan menyusui dianggap masih mampu mengqadha puasanya.

Namun jika ibu hamil dan menyusui karena suatu sebab tidak mampu mengganti puasanya, makai a diperbolehkan membayar fidyah. Menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, fidyah yang harus dibayarkan sebesar satu mud gandum atau setara 6 ons=675 gram atau sekira 0,75 kg. Satu mud ini seukuran satu telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa.

4 dari 4 halaman

Menurut Ulama Hanafiyah

Sementara itu, menurut ulama Hanafiyah, cara membayar fidyah bagi ibu hamil dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara ½ sha’ gandum. Jika satu sha’ setara dengan 4 mud atau sekitar 3 kg, maka ½ sha’ berarti sekitar 1,5 kg. Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras.

Cara membayar fidyah bagi ibu hamil bisa berupa makanan pokok. Jika ia tidak puasa selama 30 hari, makai a harus menyediakan fidyah 30 takar di mana masing-masing 1,5 kg.

Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja misalnya 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar.

Selain itu, cara membayar fidyah bagi ibu hamil menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku seperti 1,5 kg makanan pokok per hari dikonversikan menjadi rupiah.

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar