Keliru Tentukan Arah Kiblat, Sholat Diulang atau Tidak?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 19 Desember 2018 20:00
Keliru Tentukan Arah Kiblat, Sholat Diulang atau Tidak?
Arah kiblat bisa dilakukan dengan beragam cara, tapi ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa mengetahuinya.

Dream - Sah tidaknya ibadah sholat dapat dilihat dari terpenuhi atau tidak syarat-syaratnya. Dalam kaidah syara', salah satu syarat sah sholat adalah menghadap arah kiblat.

Syarat ini merupakan perintah dari Allah SWT yang tercantum dalam firmannya di Surat Al Baqarah ayat 144.

" Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram."

Perintah ini diperkuat dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

" Bila engkau hendak menjalankan sholat, maka sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah kiblat."

Ada kalanya kita tidak mengetahui arah kiblat. Misalnya tatkala dalam perjalanan atau berada di tempat baru. Lantas bagaimana sholat kita jika tidak mengetahui arah kiblat?

 

1 dari 2 halaman

Keyakinan Menghadap Arah Kiblat

Dikutip dari NU Online, mengetahui arah kiblat sebenarnya dapat dilakukan secara yaqin atau zhaan (dugaan). Penetapan berdasarkan yaqin berlaku bagi orang yang tinggal dekat Kabah.

Sedangkan penetapan dengan zhaan berlaku bagi orang yang tidak tinggal di dekat Kabah. Sehingga, keyakinannya akan arah kiblat berdasarkan dugaan.

Kemudian, orang yang jauh dari Kabah bisa mengetahui arahnya lewat beragam cara. Di antaranya melalui mihrab masjid yang sudah teruji arahnya, berita dari orang terpercaya yang mengaku melihat Kabah, berita banyak orang yang sampai taraf mutawatir (diyakini secara turun temurun), dengan bait al ibrah atau kompas.

Fungsi bait al ibrah kini tidak melulu hanya bisa dengan kompas. Bisa dengan aplikasi maps atau apapun seiring perkembangan teknologi.

Jika dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk mengetahui arah kiblat, maka dianjurkan seseorang untuk berijtihad. Caranya bisa dengan mencermati arah matahari.

 

2 dari 2 halaman

Sudah Sholat, Hasil Ijtihad Ternyata Keliru

Terkait dengan sholat yang sudah terjadi padahal arah kiblat tidak diketahui, ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama, apabila sudah sholat dan baru diketahui hasil ijtihadnya keliru, maka dianggap tidak sah. Orang yang bersangkutan diharuskan mengulang kembali sholatnya berdasarkan informasi yang benar terkait arah kiblat.

Pendapat ini dianalogikan pada hakim yang menjatuhkan putusan berdasarkan ijtihad. Apabila diketahui ada dalil yang menyelisihi ijtihadnya, maka hakim harus segera membatalkan putusannya dan kembali kepada ketentuan yang ada.

Sedangkan pendapat kedua menyatakan  tetap sah meskipun hasil ijtihad arah kiblatnya terbukti keliru setelah sholat selesai dikerjakan. Sehingga, orang yang bersangkutan tidak perlu mengulangi sholatnya.

Dasarnya, orang meninggalkan kiblat dalam kondisi ini disebabkan adanya uzur. Persoalan ini diibaratkan seperti sholat dalam kondisi perang.

Dua pendapat ini diterangkan oleh Syeikh Al Khathib Al Syarbini dalam kitabnya Mughnil Muhtaj.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya