Ketika Rasulullah Berbalas Surat dengan Nabi Palsu

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 8 Juli 2019 20:01
Ketika Rasulullah Berbalas Surat dengan Nabi Palsu
Salah satu tantangan yang dihadapi umat Islam di masa Rasulullah yaitu fitnah nabi palsu.

Dream - Dalam sejarah Islam terdapat peristiwa saat umat berhadapan dengan sejumlah fitnah. Salah satunya adalah fitnah berupa adanya nabi palsu.

Nabi palsu tersebut dikenal denga nama Musailamah Al Kadzab. Nama aslinya adalah Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah.

Dalam kitab Sirah Ibnu Ishaq, Musailamah mendapat julukan 'Al Kadzab' yang artinya 'pembohong'. Sebabnya, dia telah berbohong dengan mengaku sebagai nabi utusan Allah, bersamaan dengan diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah.

Musailamah dikenal sebagai orang yang sangat mahir bicara. Banyak orang terpengaruh mulutnya hingga menjadi pengikut nabi palsu itu.

Ditambah lagi, dia adalah salah satu anggota Bani Hanifah yang disegani. Dalam waktu dekat, popularitasnya meningkat dengan pesat.

 

1 dari 5 halaman

Klaim Mendapat Risalah Kenabian

Untuk menguatkan klaim kerasulannya, Musailamah mengaku mendapat wahyu dari Allah. Dia lalu menyusun sejumlah karya sastra untuk menandingi Alquran.

Ternyata, kualitas dari ayat-ayat yang disampaikan Musailamah sangatlah rendah. Bahkan jauh di bawah standar sastra Arab saat itu.

Alhasil, karya Musailamah menjadi bahan ejekan. Isinya mengada-ada, sedangkan susunan kalimatnya meniru penuh ayat Alquran.

Meski begitu, masih ada orang yang percaya Musailamah sebagai nabi. Jumlahnya juga tidak sedikit, mencapai puluhan ribu.

Nabi palsu ini secara terang benderang menyebarkan ajarannya baik saat Rasulullah masih hidup maupun sudah meninggal. Untuk memperkuat posisinya, Musailamah sampai mengirim surat kepada Rasulullah dan berusaha meyakinkan tentang risalah kenabian yang diterimanya.

 

2 dari 5 halaman

Kokohkan Posisi, Kirimi Surat Rasulullah

Dalam surat kepada Rasulullah, Musailamah mengklaim diri juga mendapat tugas dari Allah menyebarkan risalah langit. Dia juga menuliskan berhak menguasai separuh negeri Arab.

Berikut isi pesan yang ditulis Musailamah kepada Rasulullah.

" Dari Musailamah Rasulullah untuk Muhammad Rasulullah. Salam sejahtera, aku telah ditetapkan untuk menjalankan tugas dan kekuasaan bersama kamu. Aku berkuasa atas separuh negeri dan separuh untuk Quraisy, tetapi Quraisy adalah umat yang kasar dan kejam."

Untuk mengirim surat itu, Musailamah memerintahkan dua pengikutnya. Dibawalah surat itu kepada Rasulullah.

 

3 dari 5 halaman

Jawaban Rasulullah Muhammad SAW

Ketika tiba, Rasulullah menanyai dua utusan Musailamah mengenai isi surat tersebut. Kedua orang itu menyatakan setuju dengan pesan Musailamah.

Rasulullah kemudian mengirimkan surat balasan. Demikian bunyi balasan tersebut.

" Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah sang pendusta. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk (Surat Thaha ayat 47). Sesungguhnya bumi ini adalah kepunyaan Allah. Diwariskan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

Bukannya jera setelah mendapat balasan dari Rasulullah, Musailamah justru memperluas pengaruhnya. Dia menjadi semakin giat mengajak orang mengikuti ajarannya setelah Rasulullah wafat.

Pengaruh Musailamah cukup menganggu umat Islam sepeninggal Rasulullah. Akhirnya, usai diangkat sebagai khalifah, Abu Bakar Ash Shiddiq menumpas Musailamah dan pengikutnya lewat Perang Yamamah.

Sumber: NU Online

4 dari 5 halaman

Ketika Rasulullah Selamat dari Percobaan Pembunuhan

Dream - Di masa-masa awal menyebarkan Islam, Rasulullah Muhammad SAW sering mendapat ancaman pembunuhan. Baik secara terang-terangan maupun tersembunyi.

Salah satunya ketika Rasulullah sedang beristirahat dan bersandar di dinding Kabah. Ada saja orang yang ingin membunuh Rasulullah dengan menjatuhkan batu besar dari atap Kabah.

Kisah ini tertuang dalam kitab Al Aqthaf An Daniyyah fi Mawa'idlil Ushfuriyyah. Pelaku percobaan pembunuhan tersebut yaitu Syihab.

Suatu hari, beberapa orang petinggi Suku Quraisy yang jahat berkumpul di rumah Abu Jahal. Mereka merencanakan pembunuhan kepada Rasulullah.

Salah satu petinggi Quraisy, Thariq As Shaidani, mengatakan Muhammad sangat mudah dibunuh. Caranya cukup dengan menjatuhkan batu besar dari atas Kabah tepat ke arah kepala Rasulullah.

" Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," kata Thariq.

 

5 dari 5 halaman

Mukjizat Penyelamat Rasulullah

Salah satu dari sekumpulan orang itu, Syihab, mengajukan diri. Dia lalu naik ke atap Kabah membawa batu besar untuk dijatuhkan ke arah Rasulullah.

Benar saja, Syihab menjatuhkan batu itu. Tetapi, yang terjadi sungguh di luar dugaan. Batu itu justru menjauh dinding Kabah dan tertahan di udara.

Beberapa saat kemudian, Rasulullah bangkit dari duduknya dan pergi. Barulah batu itu meluncur ke bawah lalu menggelinding dan berhenti di posisi semula.

Syihab melongo menyaksikan kejadian di luar kewajaran itu. Dia hampir tidak percaya melihat dengan mata kepalanya sendiri peristiwa itu.

Seketika, dia turun dari atap Kabah dan mendekati Rasulullah. Rasulullah sama sekali tidak marah atas percobaan pembunuhan yang dilakukan Syihab.

Syihab pun menyatakan memeluk Islam dan mendapat sambutan hangat dari Rasulullah.

Kejadian luar biasa itu juga disaksikan Thariq As Shaidani yang pada saat itu juga memutuskan menjadi mualaf. Langkah tersebut diikuti oleh para pria yang sempat merencanakan pembunuhan Rasulullah.

(ism, Sumber: NU Online)

Beri Komentar