Ketika Rasulullah Ditanya Pemuda dan Pria Tua Soal Cium Istri Saat Puasa

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 8 Mei 2019 09:00
Ketika Rasulullah Ditanya Pemuda dan Pria Tua Soal Cium Istri Saat Puasa
Rasulullah melarang pemuda mencium istrinya, sementara membolehkan sahabat tua melakukannya ketika berpuasa.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW menjadi rujukan bagi umat Islam. Karena itu, tidak mengherankan jika Rasulullah SAW menjadi tempat para sahabat bertanya.

Pertanyaannya terbentang luas, mulai dari urusan sosial hingga urusan rumah tangga. Tidak jarang, Rasulullah SAW memberikan jawaban berbeda untuk satu pertanyaan yang sama.

Dalam kitab Musnad Imam Ahmad, disebutkan riwayat Rasulullah mendapat pertanyaan mengenai ciuman saat berpuasa. Riwayat tersebut didapatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash.

Suatu hari, ada pemuda datang kepada Rasulullah SAW. Dia lalu bertanya kepada Rasulullah mengenai boleh tidaknya mencium istri saat berpuasa.

Rasulullah seketika menjawabnya dengan tegas, " Tidak boleh."

 

1 dari 2 halaman

Rasul Bolehkan Pria Tua Cium Istrinya

Beberapa saat setelah pemuda itu pergi, Rasulullah kedatangan sahabat yang usianya sudah tua. Sahabat itu menanyakan hal yang sama dengan pemuda tadi, yaitu mencium istri saat puasa.

Tetapi, kali ini jawaban Rasulullah SAW berbeda. Rasulullah membolehkan sahabat itu mencium istrinya ketika sedang berpuasa.

Para sahabat yang saat itu berada di sekitar Rasulullah menjadi kebingungan. Mereka heran dan saling tatap satu dengan lainnya.

" Aku tahu mengapa kalian saling tatap. Ketahuilah, sungguh orang tua itu lebih bisa menguasai diri (nafsunya)," ucap Rasulullah.

 

2 dari 2 halaman

Para Sahabat Akhirnya Paham

Para sahabat paham dengan jawaban Rasulullah yang berbeda atas pertanyaan yang sama. Pemuda itu dilarang mencium istrinya karena Rasulullah tahu dia tidak akan bisa mengendalikan nafsunya.

Jika dibolehkan, dikhawatirkan pemuda itu melanjutkan tingkahnya menjadi hubungan intim dengan istrinya. Padahal, dia sedang berpuasa.

Sedangkan sahabat tua dibolehkan karena Rasulullah tahu pria itu bisa mengendalikan diri. Tidak ada kekhawatiran sahabat tua itu tergoda untuk melakukan hubungan intim dengan istrinya ketika berpuasa.

(Sah, Sumber: NU Online)

Beri Komentar