Ketika Rasulullah Ditegur Allah Soal Sedekah kepada Non-Muslim

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 Februari 2019 20:01
Ketika Rasulullah Ditegur Allah Soal Sedekah kepada Non-Muslim
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah mencegah Asma' binti Abu Bakar untuk bersedekah kepada ibunya yang non-Muslim.

Dream - Belakangan, anjuran sedekah semakin menyebar di masyarakat. Bahkan sampai dibuat gerakan agar orang beramai-ramai menyumbangkan sebagian hartanya kepada mereka yang membutuhkan.

Tetapi, mungkin ada sebagian dari saudara kita yang ternyata tergolong pilih-pilih dalam bersedekah. Dia hanya mau menyedekahkan kepada kelompok tertentu saja terutama orang Islam.

Kepada kelompok lain, apalagi non-Muslim, dia begitu sulit bersedekah. Kalaupun sedekah, dia sampai menetapkan syarat tertentu.

Ada baiknya kita menyimak kisah Rasulullah Muhammad SAW yang ditegur oleh Allah SWT. Penyebabnya, Rasulullah SAW pernah mencegah Asma' binti Abu Bakar, yang merupakan saudari iparnya, ketika ingin bersedekah kepada non-Muslim.

Dikutip dari Bincangsyariah.com, kisah tersebut diabadikan oleh Syeikh Thahir bin Asyur.

" Diriwayatkan bahwa Asma putri sahabat Abu Bakar itu mempunyai ibu yang non-Muslim dan kakeknya juga demikian. Asma itu hendak berbuat baik kepada keduanya dengan memberikan sedikit hartanya saat peristiwa 'Umratulqadha tahun 7 hijriah. Selain itu, sebagian sahabat Anshar juga ingin bersedekah untuk kerabat dan mertua mereka yang berasal dari Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Namun, Nabi melarang sedekah untuk non-Muslim. Hal itu dilakukan karena berharap agar non-Muslim itu mau masuk Islam. Kemudian turunlah Surah Al Baqarah ayat 272."

1 dari 1 halaman

Teguran Allah

Maksud larangan Rasulullah SAW adalah agar umat Islam membantu non-Muslim. Mereka baru dibantu jika benar-benar membutuhkan dan bisa diajak masuk Islam.

Allah SWT kemudian memberikan teguran kepada Rasulullah melalui Surat Al Baqarah ayat 272. Dalam ayat tersebut, Allah meminta Rasulullah bersikap adil kepada semua kaum, tanpa harus memaksa mereka masuk Islam.

" Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)."

Riwayat ini menjadi tuntunan bagi umat Islam untuk tidak pilih-pilih ketika bersedekah. Segala bentuk bantuan dipandang sebagai kebaikan, bahkan oleh semua agama.

Mempertanyakan agama seseorang sebelum memberikan sedekah justru akan menyakiti hati si penerima. Jika tidak siap untuk berderma, lebih baik tidak bersedekah dulu daripada nantinya justru menyakiti orang lain.

Sumber: Bincangsyariah.com

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham