Mekah Sebelum Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 Maret 2019 20:00
Mekah Sebelum Islam
Di masa sebelum lahirnya Rasulullah, Kabah dijadikan tempat penyembahan berhala.

Dream - Mekah Al Mukarramah merupakan kota suci yang hanya boleh dimasuki oleh umat Islam. Di kota ini terdapat Kabah, situs suci yang memiliki peranan sangat penting dalam agama Islam.

Sebelum lahir dan diutusnya Muhammad sebagai Rasul untuk menyebarkan ajaran Islam, tanah Arab, terutama Mekah, dihuni oleh para penyembah berhala. Bahkan Kabah pernah menjadi pusat penyembahan berhala.

Padahal, Kabah merupakan bangunan suci peninggalan Nabi Ibrahim AS agar manusia menjaga keimanan dan selalu menyembah Allah. Sepeninggal Nabi Ibrahim AS, masyarakat Arab justru melenceng dari ajaran Sang Nabi dan berbuat syirik dengan menyembah berhala.

Dikutip dari NU Online, penyebab kondisi ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari. Hadis itu menyebut orang yang membuat masyarakat Arab menyembah berhala tidak lain adalah Amr bin Amr bin Luhay Al Khuzai.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Aku melihat Amru bin Luhay Al Khuza'iy menarik punggungnya ke neraka dan dia adalah orang pertama mempersembahkan As Sawa'ib (saibah)."

1 dari 2 halaman

Cerita Amr bin Lubay Bawa Berhala ke Mekah

Tanah Arab khususnya Mekah di masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS belum ada berhala. Amr bin Luhaylah yang pertama membawa berhala ke tanah Arab.

Ibnu Hajar Al Asyqalani menjelaskan fakta tersebut dalam kitabnya Fathul Bari. Dia mengutip hadis riwayat Imam Tabrani dari Ibnu Abbas yang menyatakan Amr bin Lubay membawa masuk berhala ke Mekah, bahkan mengubah agama Nabi Ibrahim AS.

" Orang yang pertama mengubah agama Nabi Ibrahim adalah Amr bin Luhay bin Qam'ah bin Handaf Abu Huzaah."

2 dari 2 halaman

Pengaruh Suku di Syam

Ibnu Hajar menjelaskan secara gamblang bagaimana kronologis Amr bin Luhay bisa membawa masuk berhala ke Mekah. Mengutip pandangan pakar sejarah, Ibnu Ishaq, Ibnu Hajar menyebut Amr bun Luhay mendapat patung berhala dari suku Al Amaliq yang tinggal di Syam.

" Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa sebab penyembahan Amr bin Luhay atas berhala adalah ketika Amr bin Luhay pergi menuju Syam. Saat itu di sana ada Kaum Al Amaliq yang menyembah berhala. Amr bin Luhay pun meminta agar Kaum Amaliq memberinya salah satu berhala yang mereka sembah dan membawa berhala tersebut masuk ke Kota Mekah. Amr kemudian mendirikan berhala itu di Kabah, berhala itu yang kelak dinamai Hubal."

Ibnu Hajar juga menyebut Amr bin Luhay merupakan pembuat dua berhala yang dinamai Asaf dan Nailah. Dua berhala tersebut dikultuskan masyarakat Arab sebelum lahirnya Rasulullah.

Amr bin Luhay menempatkan dua patung tersebut di samping Kabah. Setiap kali orang thawaf di masa sebelum Islam, mereka memulainya dengan memegang kepala Asaf dan mengakhirinya dengan kepala Nailah.

Semenjak Fathu Mekah, seluruh berhala tidak ada lagi di Kabah. Rasulullah menyingkirkan seluruh berhala itu sehingga Kabah tidak lagi menjadi pusat berhala.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar