Kisah di Balik Surat Al Fiil, Misi Pasukan Gajah Hancurkan Ka’bah yang Gagal

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 15 April 2022 13:00
Kisah di Balik Surat Al Fiil, Misi Pasukan Gajah Hancurkan Ka’bah yang Gagal
Serangan pasukan gajah menuju kota Mekah untuk menghancurkan Ka'bah.

Dream - Surat Al Fiil atau yang juga disebut sebagai surat Alam Tara merupakan surat ke-105 dalam Al Quran dan menempati urutan ke-19 wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah surat Al Quraisy.

Kata Al Fiil diambil dari ayat pertama yang artinya gajah. Surat ini memberitahukan tentang kisah pasukan gajah yang dipimpim oleh Raja Abrahah untuk menghancurkan ka'bah.

Belum sempat berhasil menjalankan misinya, Allah SWT menghancurkan pasukan Abrahah dengan mengirimkan pasukan burung Ababil dengan membawa batu-batu panas.

Penasaran bagaimana kisah yang diabadikan dalam Surat Al Fiil tersebut? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini, dikutip Dream dari berbagai sumber.

1 dari 4 halaman

Misi Penyerangan Pasukan Gajah Menuju Ka'bah

Ilustrasi© Pexels.com

Penyerangan tentara Habsyah yang menunggangi gajah akan melakukan penyerangan terhadap kota Mekkah, lebih tepatnya akan menghancurkan ka'bah.

Kisah penyerangan pasukan gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah ini terjadi tepat pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW

Abrahah diceritakan ingin menyerukan kepada bangsa Arab untuk berpindah kiblat. Sejak sebelum Nabi SAW, Ka'bah telah menjadi kiblat bagi umat-umat Nabi sebelumnya.

Abrahah menginginkan bangsa Arab berpindah kiblat yang semula dari Ka'bah menjadi ke Katedral di San'a. Pemimpin dari pasukan tentara Habsyah ini ingin menjadikan katedral sebagai pusat peribadatan keagamaan menggantikan posisi Ka'bah.

Ekspedisi militer ini bertujuan untuk mewujudkan keinginan Abrahah agar masyarakat Arab menunaikan ibadah hadi di San'a, bukan lagi berdatangan ke Ka'bah.

2 dari 4 halaman

Ekspansi Ekonomi Abrahah Menguasai Perdagangan Mekah

Tak hanya bertujuan memindahkan kiblat dari Ka'bah menuju Katedral di San'a, tetapi Abrahah juga memiliki misi lain dari penyerangan yang dilakukannya. Ia memiliki hasrat yang kuat untuk menyerbu kota Mekah karena ingin menguasai ekonomi di sana.

Ia ingin memutus peranan orang Quraisy yang pada saat itu memiliki kekuatan di bidang perdagangan. Orang Quraisy pada masa itu memiliki peran strategis dan menguasai jalur perdagangan antara Syam dan Yaman.

Inilah awal mula dari keinginan Abrahah untuk menghancurkan Ka'bah. Sebab diawali dengan iri dan dengki kepada bangsa Arab. Jalur perdagangan yang strategis membuat kota Mekah didatangi oleh banyak orang dari berbagai wilayah. Selain untuk berdagang, mereka juga menunaikan haji.

Kondisi inilah yang memicu perputaran ekonomi yang berkembang pesat. Maka dari itu Abrahah berkeinginan memindahkan pusat ritual keagamaan ke San'a di Yaman.

3 dari 4 halaman

Isi Kandungan Surat Al Fiil

Mengenai bacaan surat Al Fiil, kamu bisa melihatnya pada link di sini. Para ulama tafsir menjelaskan pokok kandungan surat Al Fiil tentang ekspedisi militer Abrahah dengan narasi yang beragam. Sebuah riwayat menyebutkan Abrahah sebenarnya adalah gubernur di daerah Najasyi, Yaman.

Ketika itu ia membangun sebuah gereja besar di Yaman. Ia ingin katedral yang dibangunnya merupakan gereja terbesar dan belum pernah ada pada zaman sebelumnya.

Ambisinya tak berhenti di situ, ia lalu ingin memaksa bangsa Arab agar memindahkan kiblatnya dari Ka'bah menuju ke gereja tersebut. Setelah meminta izin dari raja Najasyi, Abrahah melancarkan serangannya ke kota Mekah dengan para tentara yang berkendaraan gajah.

Selama perjalanannya menuju Kota Mekah, pasukan gajah memerangi setiap penduduk tanah Arab yang dilewatinya. Kabar serangan itu cepat terdengar ke penduduk kota Mekah. Bahwa Abrahah membawa misi menghancurkan Ka'bah. Penduduk Mekah pun cemas dan ketakutan.

Saat mau memasuki kota Mekah, Abrahah mengirim seorang utusan bernama Aswad bin Maqsud untuk berunding dengan penduduk Mekah. Utusan Abrahah berunding dengan pembesar Quraisy yaitu kakek Nabi Muhammad Saw, Abdul Mutholib.

Abdul Mutholib memutuskan memberikan ratusan unta kepada utusan tersebut agar menggagalkan rencana penyerbuan ke Kota Mekah. Banyak suku Quraisy kecewa dengan keputusan itu karena mereka ingin membunuh utusan Abrahah tersebut.

4 dari 4 halaman

Serangan Burung Ababil di Lembah Kehinaan

Demi mengantisipasi serangan pasukan gajah, Abdul Mutholib memerintahkan penduduk Mekkah untuk mengungsi ke kawasan puncak gunung. Dugaan Abdul Mutholib pun benar, pasukan Abrahah tetap melanjutkan serangannya ke kota Mekah.

Atas kekuasaan Allah SWT, tentara Habsyah yang berkendaraan gajah itu menghadapi nasib nahas. Rencananya untuk menghancurkan Ka’bah hanyalah suatu kesia-siaan. Sebab pasukan burung ababil kiriman dari Allah menghantam para tentara Abrahah dengan batu-batu panas.

Serangan dari burung ababil itu terjadi saat tentara Abrahah melintasi lembah muhassar (lembah kehinaan). Hingga akhirnya pasukan Abrahah hancur tak bersisa.

Kejadian besar pada masa kelahiran Nabi Muhammad Saw sebagai nabi akhir zaman itu diabadikan dalam Surat Al Fiil. Sebagai bukti bahwa Allah Swt sendiri yang akan menjaga Ka'bah agar bangsa Arab senantiasa memuliakan baitullah. Hingga kini, Ka’bah menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia yang tak tergantikan. (mut)

 

Sumber: dutaislam.com, umma.id, berbagai sumber.

Beri Komentar