Sholat Subuh Perpisahan Dokter Tertular Covid-19 di Perjuangan Terakhirnya

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Sabtu, 15 Agustus 2020 15:12
Sholat Subuh Perpisahan Dokter Tertular Covid-19 di Perjuangan Terakhirnya
Ia masih sempat melakukan sholat dua rakaat sebelum menghembuskan napas rerakhir.

Dream - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis di tengah pandemi corona. Salah satu dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Dokter yang bekerja di RS Pelamonia Makassar itu menghembuskan napas terakhir di usia 47 tahun pada Jumat, 15 Agustus 2020. Ia sebelumnya telah menjalani perawatan selama 3 minggu di RS Wahidin Sudirohusodo, Sulawesi Selatan.

Kepergian dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini meninggalkan duka bagi para rekan sejawat. Selama mengenal almarhumah, dokter Adnan dikenal memiliki kepribadian baik.

Salah satu rekan almarhum mengunggah kesaksian terakhir mengenai kepergian Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD.

" Saya dr Wachyudi Muchsin SH  bersaksi engkau senior dan sejawat  baik, bahkan teramat baik dan saya bersaksi ya Allah Rabbul alamiiin Adnan hambaMu adalah orang yang shalih," tulis dr. Wachyudi di Facebook.

1 dari 3 halaman

Mengirim Isyarat

Dr. Wachyudi menceritakan kondisi dr. Adnan sejak hari kedua terbaring di rumah sakit. Kala itu almarhum sudah memakai masker yang terhubung dengan mesin ventilator non-invasive karena sulit bernapas.

" Tapi di saat begitu, engkau masih menyempatkanmengirim isyarat untuk istri tercinta didepanmu. Di tautkan ujung telunjuk kanan kiri serta jempol tangan kanan kirimu, sebuah pertanda simbolik yang bermakna : I love You," ungkap dr. Wachyudi.

Di hari ke-8, Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD diharuskan masuk ke ruang ICU. Saat itu ia masih memiliki kesadaran baik meski napas terasa semakin berat.

Di tengah perjuangannya untuk menarik napas, ia memerhatikan pasien di sebelahnya memiliki baju yang tersingkap.

" Dari balik masker snorkle engkau bisikkan ke telinga istri, 'Mi, tolong belikan pakaian pasien disebelah saya, kasihan kainnya sering tersingkap'," lanjut dr. Wachyudi.

2 dari 3 halaman

Sholat Subuh Terakhir

Memasuki hari ke-9, ventilator non-invasive sudah tak mampu lagi mengkompensasi kebutuhan napas dr. Adnan. Tim dokter ICU memutuskan untuk mengintubasi.

Sebelum tindakan besar itu dilakukan, dr. Adnan meminta izin untuk melakukan sholat subuh di atas ranjang.

" Sholat yang senantiasa berpuluh tahun engkau jalani sebagai wujud kesetiaanmu sebagai seorang hamba pada khaliqNya, terasa sangat syahduh suasananya di pagi itu," ujarnya.

Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD© Foto: Facebook Wachyudi Muchsin

Foto: Facebook Wachyudi Muchsin

3 dari 3 halaman

Pesan Terakhir

Sebelum terkapar di rumah sakit, dr. Adnan juga sempat berpesan pada rekan-rekan sejawat lewat grup Whatsapp.

" Kalau engkau pernah bilang di wag, tolong cari saya di akhirat nanti bila nasib saya " tdk beruntung..." tapi... sekarang  kami semua yang semakin yakin sepenuhnya bahwa kami , yang malah berharap engkau menemukan kami nanti dikehidupan akhirat nanti," tuturnya.

Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD merupakan dokter ke-5 di Makassar yang gugur melawan pandemi Covid-19. " Insya Allah  5 sejawat , guru dan senior kami amal ibadahnya diterima Allah SWT Alfatihah." tutupnya.

Beri Komentar