Kisah Gadis Pendam Hasrat 4 Tahun untuk Menjadi Mualaf

Reporter : Sugiono
Kamis, 24 September 2020 08:47
Kisah Gadis Pendam Hasrat 4 Tahun untuk Menjadi Mualaf
Lebih terharu dia berdoa semoga keluarganya juga diberi hidayah biar sama-sama cium surga.

Dream - Memang benarlah bahwa hidayah itu milik Allah, dan tidak ada kekuatan manusia yang bisa menyangkalnya.

Hampir 4 tahun menyimpan niat untuk memeluk agama Islam, akhirnya gadis ini mengucapkan dua kalimat syahadat pada 13 September lalu.

Gadis Malaysia bernama Nur Jessica Kiroh atau akrab disapa Jess membagikan momen penuh bermakna dalam hidupnya itu di laman Twitter.

" Assalamualaikum. Alhamdulillah, converted to Islam today (hijrah ke Islam hari ini)," demikian tulis Jess sambil turut mengunggah foto dirinya yang manis mengenakan hijab.

Postingan yang meraih 8,000 retweet dan lebih 43,000 Like itu juga dibanjiri komentar netizen yang mengucapkan doa, selamat dan rasa gembira mereka.

1 dari 5 halaman

Merasa Terharu dapat Dukungan dan Komentar Positif

Jess mengaku sangat terharu dengan dukungan dan komentar positif yang diterimanya setelah membagikan kabar tersebut di media sosial.

" Alhamdulillah saya benar-benar terharu dengan komentar positif yang diterima. Banyak juga yang kirim pesan di Direct Message (DM) Twitter. Mereka ucapkan selamat dan doakan semuanya dipermudah dan agar saya istiqamah.

" Orang yang paling gembira tentunya mereka yang terdekat seperti keluarga dan sahabat. Saya beritahu keluarga saya terlebih dahulu, dan setelah selesai urusan di kantor agama, barulah saya share dengan teman-teman.

" Mereka sangat terkejut walaupun ada juga yang sudah tahu niat saya sebelum ini. Tapi ketika mendengar berita itu, mereka terkejut dan mengucapkan selamat selain menyebut saya sebagai saudara baru," ujar wanita berusia 23 tahun ini.

2 dari 5 halaman

Tertarik Islam Sejak di Sekolah Menengah

Berasal dari Sibu, Sarawak, Jess berkata dia mulai berminat dengan agama Islam sejak masih duduk di bangku sekolah menengah.

Dikelilingi oleh teman-teman yang beragama Islam sejak kecil juga menyebabkan dirinya lebih tertarik dengan agama ini.

" Ibu dan bapak kandung berasal dari Sibu dan non-Muslim. Namun saya besar dan menerima pendidikan di Semenanjung setelah pindah ke Johor Bahru.

3 dari 5 halaman

Keluarga Menerima dan Turut Gembira

" Saya punya seorang teman baik ketika di bangku sekolah menengah dulu. Dia selalu tanya kapan masuk Islam. Saya hanya jawab 'nanti'. Mungkin ini jawaban untuk rekan saya itu," katanya yang kini bekerja di sektor swasta.

Ditanya mengenai sikap keluarga, Jess berkata orang tuanya tidak pernah menghalangi pilihannya. Mereka malah turut gembira dengan berita tersebut.

" Sebenarnya mereka memang tahu kecenderungan saya. Jadi bila saya ungkapkan ingin peluk Islam, mereka sudah menduganya. Alhamdulillah, semuanya dipermudahkan," ceritanya.

4 dari 5 halaman

Sebelum Mualaf Sudah Puasa dan Hafal Al-Fatihah

Menurut Jess, dia kini dalam proses untuk belajar mendalami ilmu agama yang baru dianutnya itu.

" Sebelum ini saya tahu beberapa kewajiban dalam Islam, antaranya sholat, puasa dan menutup aurat. Saya juga pernah coba berpuasa sebelum ini, dan sudah bisa menghafal surah Al-Fatihah.

" Kini, saya mula belajar doa-doa lain khususnya bacaan dalam sholat. Dalam masa yang sama, saya juga mula belajar mengaji. Satu tantangan baru namun saya ambil inisiatif sendiri dengan belajar dari YouTube," katanya.

5 dari 5 halaman

Ingin Keluarga Ikut Jejaknya Agar Sama-sama Cium Surga

Jess mengatakan tidak ada harapan lain selain dirinya bisa istiqomah dengan Islam dengan mempelajarinya secara lebih mendalam.

" Selain itu, saya tak pernah lupa juga mendoakan agar orangtua dan keluarga. Saya sangat berharap mereka juga diberi hidayah satu hari nanti karena mau sama-sama mencium surga.

" Akhir kata, bagi teman-teman yang mau mengambil keputusan seperti saya ini, nasihat saya jangan rahasiakan dari keluarga. Jika beritahu niat kita, InsyaAllah pasti dipermudahkan," ujarnya.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar