Kisah Badut Tetap Jualan Online, Meski Tak Ada 'Like'

Reporter : Sugiono
Kamis, 28 Januari 2021 07:02
Kisah Badut Tetap Jualan Online, Meski Tak Ada 'Like'
Pak Kadut akan tetap jualan online di Facebook meski tak ada yang Like dagangannya.

Dream - Penerapan pembatasan sosial yang disebut Perintah Kawalan Pergerakan di Malaysia sangat memengaruhi gerak warga untuk mencari nafkah.

PKP sangat memengaruhi mereka yang bekerja dengan penghasilan yang langsung habis untuk memenuhi keperluan pada hari itu juga.

Salah satunya yang terdampak PKP itu adalah pria yang bekerja sebagai badut full time bernama Suwaibatun Nahar Mohd Juffri.

1 dari 3 halaman

Kisah Badut Berjualan Camilan Demi Sambung Hidup

Pria yang akrab disapa Pak Kadut saat menjadi badut ini merasa sedih dengan kondisi yang disebabkan pandemi Covid-19.

Sebelumnya, dia bisa menjadi badut untuk menghibur warga saat jalan-jalan di mall atau pusat hiburan setempat.

Pak Kadut saat masih bekerja sebagai badut.© mStar.com.my

Sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan. Namun, enggan berputus asa meratapi nasib, Pak Kadut putar haluan.

2 dari 3 halaman

Tetap Jualan Online Meski Tak Ada yang Like

Pria 45 tahun itu sekarang berjualan camilan khas tempatan di rumahnya di Simpang Renggam, Kluang, Johor.

Mengaku baru mulai terbiasa dengan usaha kecil-kecilannya, Pak Kadut mengharapkan dukungan dari netizen.

Pak Kadut sekarang jualan camilan secara online.© mStar.com.my

" Saya seorang pedagang yang baru belajar. Saya akan mengiklankan jualan hari ini bahkan jika tidak ada yang (memberi tanda) like.

" Tapi inilah tekad saya. Dukung saya, ya" pinta Pak Kadut saat mengiklankan jualannya di halaman Facebook miliknya.

3 dari 3 halaman

Yang Penting Keluarga Bisa Bahagia

Di antara yang dijual Pak Kadut adalah tahu bakar, sosis bakar dan sate ikan atau yang lebih dikenal dengan ikan lokcing serta mangga asam boi.

Ayah tiga anak ini mengatakan dia berjualan camilan untuk meneruskan usahanya dalam menghidupi keperluan keluarganya.

" Meski hasilnya tidak banyak, selama keluarga saya bahagia, itu sudah cukup bagi saya," ujar Pak Kadut.

Berjualan Sambil Pakai Kostum Badut

Saat berjualan, Pak Kadut tetap memakai kostum badutnya. Hal itu dilakukannya karena yang beli kebanyakan adalah anak-anak.

Dia juga membantu pemerintah dengan menyerukan pentingnya 3M untuk memutuskan penyebaran Covid-19.

Sebagai orang yang profesinya bergantung pada keramaian, Pak Kadut berharap wabah Covid-19 segera berakhir agar bisa kembali bekerja secara normal.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar