Kisah Haru Penyintas Covid Hamil Setelah 4 Tahun Menunggu, Sempat Pamit Suami

Reporter : Sugiono
Jumat, 6 Agustus 2021 10:00
Kisah Haru Penyintas Covid Hamil Setelah 4 Tahun Menunggu, Sempat Pamit Suami
Waktu itu Nur Hafiza sudah ridha dengan apa yang akan terjadi sebelum akhirnya benar-benar tidak sadarkan diri.

Dream - Seperti mendapatkan kesempatan hidup kedua kalinya! Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan pengalaman yang dirasakan mantan pasien Covid-19 setelah sembuh dari infeksi virus corona.

Selama 25 hari dirawat di rumah sakit, dengan lima hari ditempatkan di Intensive Care Unit (ICU) dan bahkan sampai 'ditidurkan' (intubasi), akhirnya dia sembuh berkat doa dari orang yang dicintainya dan semangat juangnya untuk bayi yang dikandungnya.

Nur Hafiza Jumali mengaku tertular Covid-19 setelah kontak dekat dengan suaminya yang terinfeksi virus corona di tempat kerjanya.

" Sebelumnya suami saya positif. Dan saya yang saat itu sedang hamil 24 minggu, sempat mengalami gejala seperti demam serta kehilangan indra penciuman dan perasa. Saat itu saya sebenarnya sudah menduga bakal positif," kenang wanita dari Malaysia ini.

1 dari 5 halaman

Cerita Wanita Baru Hamil Setelah 4 Tahun Idap Kanker Ovarium, Sekarang Covid-19

Karena penasaran dengan kondisinya, Nur Hafiza memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dengan niat untuk melakukan swab test.

Hasil swab test menunjukkan Nur Hafiza memang positif Covid-19 sehingga dokter melarangnya untuk pulang.

" Saya ditempatkan di bangsal biasa karena saat itu oksigen sudah oke lagi. Di situlah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup dimulai," katanya.

2 dari 5 halaman

Dua Hari Berturut-turut Lihat Pasien Covid Meninggal Bergantian

Selama dua hari berturut-turut, Nur Hafiza melihat para pasien Covid-19 di sebelah tempat tidurnya meninggal dunia.

" Saya melihat di depan mata saya, para tenaga kesehatan berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa para pasien tetapi gagal.

" Dua insiden yang terjadi tepat di depan mata membuat saya sedikit down saat itu," kata wanita berusia 32 tahun itu.

3 dari 5 halaman

Kondisi Kesehatan Makin Memburuk, Pamit kepada Keluarga

Nur Hafiza menambahkan, kondisi kesehatannya juga semakin memburuk hingga akhirnya harus dipindahkan ke ICU untuk diintubasi.

" Saya ingat tanggalnya 10 Juli. Sebelum tidur, dokter memberi saya kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang yang saya cintai selama sekitar 15 menit.

" Saya minta maaf kepada suami dan bilang padanya jika bayi kami selamat, minta dia untuk merawatnya dengan baik. Saya juga meminta maaf kepada ayah dan ibu.

" Saat itu ayah saya menangis, dan saya tidak pernah melihatnya seperti itu. Ibu juga memberi kata-kata penyemangat, dan percaya bahwa saya kuat," kata Nur Hafiza.

4 dari 5 halaman

Mendapat Kesempatan Kedua

Setelah melakukan komunikasi 'terakhir' dengan keluarganya, dokter mengajari Nur Hafiza mengucap syahadat.

Waktu itu Nur Hafiza sudah ridha dengan apa yang akan terjadi sebelum akhirnya benar-benar tidak sadarkan diri.

Namun ibu rumah tangga yang tinggal di Ampang ini tidak menyangka akan mampu melewati momen yang sangat menegangkan itu.

Dia seolah diberi kesempatan kedua untuk mengecap kehidupan di dunia bersama suami dan calon bayi yang ada dalam kandungannya.

" Sepanjang tak sadarkan diri, saya bermimpi bertemu dengan bayi saya. Mungkin Tuhan mau tunjukkan, sebab saya memang punya tekad kuat demi baby dalam kandungan.

" Sebelum ini saya pernah mengidap kanker ovarium stadium satu, dan terpaksa menunggu 4 tahun sebelum hamil, tapi kembali diuji dengan Covid-19," katanya.

5 dari 5 halaman

Berpikiran Positif dan Punya Tekad Sembuh

Setelah dirawat selama 25 hari, Nur Hafiza akhirnya diperbolehkan pulang pada 25 Januari lalu.

Apa yang dilaluinya telah memberikan 1.001 hikmah, selain membuatnya lebih banyak bersyukur atas kesempatan kedua yang diberikan.

" Saat sadar dari intubasi, saya seolah lahir kembali. Peluang kedua ini adalah anugerah luar biasa yang diberikan Allah.

" Saya mau menjadi individu yang lebih baik, berbakti kepada suami dan orangtua," katanya.

Nur Hafiza kemudian berpesan untuk mereka yang menghadapi situasi sama dengan dirinya agar berpikiran positif dan terus kuat.

" Jangan down atau terlalu sedih. Tetapkan tujuan dan berjuang untuk bertahan hidup. Seperti saya, saya bertekad untuk terus melawan Covid demi baby saya," pungkasnya.

Sumber: mStar

Beri Komentar