Pahlawan Pahlawan Penjaga Masjid di Masa Pandemi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 5 Juni 2020 13:00
Pahlawan Pahlawan Penjaga Masjid di Masa Pandemi
Namun ada yang berbeda dengan kondisi saat ini, di masa pandemi covid-19, kegiatan mengaji di masjid pun diliburkan.

Dream - Mungkin ada yang memandang sebelah mata marbot. Padahal, mereka menjadi pilar dalam menghidupkan masjid. Mereka pula yang selalu menjaga kebersihan masjid.

Muhammad Alim merupakan salah satu penjaga masjid. Pria 35 tahun yang tinggal di daerah Salaman Mloyo, Semarang Barat, Jawa Tengah, itu mengabdikan diri di Masjid Al Ikhlas. Selain menjadi pendakwah, Alim juga selalu menjaga rumah Allah terutama di masa pandemi saat ini.

Alim adalah penyandang disabilitas. tangan dan kakinya tak sama seperti orang pada umumnya, namun tak membuat Alim berkecil hati. Dia tetap bersemangat melakukan aktivitas berguna bagi orang lain, seperti berdakwah.

Tak hanya itu, Alim juga mengisi waktunya sebagai guru ngaji di masjid yang ia jaga. Anak-anak dari lingkungan sekitar berdatangan untuk menutut ilmu bersamanya. Namun ada yang berbeda dengan kondisi saat ini, di masa pandemi covid-19, kegiatan mengaji di masjid pun diliburkan.

" Masjid sekarang jadi sepi jamaah, anak-anak juga ngajinya libur dulu karena lagi ada virus ini. Tapi ya ndak apa, ini semua kan demi kebaikan bersama juga," tutur Alim saat istirahat di serambi masjid.

1 dari 1 halaman

Tak hanya Alim, hal serupa pun dirasakan Aris Willi, 38 tahun. Ia adalah marbot Masjid An-Nur yang terletak di bilangan Gandul, Cinere, Depok. Ia juga sempat menceritakan soal sepinya masjid yang dijaganya saat wabah.

Ia menyebutkan, masjid menjadi sepi karena ditinggal jamaahnya karena takut terpapar virus corona. Untuk menghidupkan salat berjamaah, Wili bersama para pengurus masjid menerapkan protokol covid-19 di masjid yang dijaganya.

" Kami mewajibkan jamaah yang mau salat berjamaah disini untuk mencuci tangan sebelum berwudhu dan pakai sanitizer sebelum masuk masjid. Jamaah juga disarankan menggunakan masker, dan bawa alat salat sendiri. Salatnya pun pakai jarak, dan sudah kami tandai di lantainya. Saya juga pel lantai masjid sesering mungkin," ujarnya.

Ia mengaku rindu dengan ramainya aktivitas masjid pada masa sebelum pandemi. Ia berharap wabah yang tengah melanda Indonesia dan dunia ini segera usai. " Masjid selama wabah ini jadi sepi. Semoga wabahnya cepat berlalu agar jamaah bisa kembali ke masjid. Apa artinya masjid kalau tidak ada jamaahnya," ujarnya.

Para marbot ini tetap istikamah menjaga rumah Allah selama masa wabah. Hal inilah yang membuat Laznas PPPA Daarul Qur'an mengapresiasi keteguhan hati mereka, sehingga menyampaikan amanah donatur berupa bingkisan sembako kepada mereka.

" Mereka adalah aset dakwah yang harus kita jaga, tak hanya semangatnya namun juga dapurnya. Disaat yang lain pergi, para marbot tetap istiqamah menjaga rumah Allah dan menyuarakan azan sebagai pengingat salat lima waktu. Menjaga mereka sama seperti menjaga api dakwah tetap menyala ditengah masyarakat, apalagi di masa pandemi ini," ujar Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an Abdul Ghofur, Selasa 2 Juni 2020

Oleh karenanya, Ghofur mengajak masyarakat tetap menjaga para marbot masjid ini dimanapun mereka berada. " Alim dan Wili adalah beberapa dari banyak marbot masjid yang didampingi PPPA Daarul Qur'an ditengah masa krisis akibat pandemi covid-29 ini. Ayo kita bersamai mereka, agar azan tetap berkumandang dan mereka tetap semangat berdakwah ditengah masyarakat," pungkas Aris.

Beri Komentar