Kisah Nabi Ayyub, Bersabar Saat Ditimpa Penyakit

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 8 Mei 2020 20:03
Kisah Nabi Ayyub, Bersabar Saat Ditimpa Penyakit
Dalam setiap ujian yang diberikan, berserahlah hanya kepada Allah.

Dream – Telah banyak diceritakan kisah tentang para Nabi dan Rasul dalam Al-Quran. Sehingga dari kisah tersebut dapat diambil hikmah dan pelajaran bagi umat manusia. Allah SWT. berfirman:

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuatbuat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab (yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111).

Di antara para Nabi dan Rasul yang diceritakan di dalam Al-Qur’an adalah Nabi Ayyub alaihis salam. Allah SWT berfirman:

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: " (Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang" . Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83- 84).

1 dari 2 halaman

Kisah Nabi Ayyub alaihi salam

Kisah Nabi Ayyub© Instagram/pesantren.mahasiswa.surga

 

Nabi Ayyub adalah seorang Nabi yang memiliki banyak harta kekayaan dan lahan yang begitu luas. Beliau tinggal dibelahan bumi bernama Tsaniyah, di Huran, di negeri Syam.

Ibnu Asakir, satu ulama pembesar mazhab Syafi’i, berkata, “ Semua lahan yang luas itu adalah miliknya. Lalu Allah SWT menguji dirinya dengan kehilangan semua harta tersebut. Beliau diuji dengan berbagai macam ujian yang menimpa tubuhnya. Sehingga tidak ada sejengkalpun dari bagian tubuhnya ditimpa penyakit kecuali hati dan lisannya.”

Meskipun hanya hati dan lisan beliau saja yang masih dapat digunakan, Nabi Ayyub tetap berzikir kepada Allah SWT.

Penyakit itu pun membuat teman dan kerabat beliau merasa jijik. Dan mengasingkan Nabi Ayyub ke tempat pembuangan sampah diluar tempat tinggal beliau.

Satu-satunya yang menemani Nabi Ayyub adalah istri beliau yang bernama Siti Rahmah. Istri beliau dengan penuh kesabaran selalu setia mendampingi dan mengurus Nabi Ayyub.

Siti Rahmah selalu berusaha mendapatkan pekerjaan agar dapat memberi makan Nabi Ayyub. Namun penduduk sekitar yang mengetahui bahwa ia adalah istri Nabi Ayyub, mereka pun tidak ada yang ingin memberikan pekerjaan kepadanya. Karena takut tertular penyakit tersebut.

Namun Siti Rahmah tidak berputus asa. Ia pun mendatangi para orang kaya. Ia menggadaikan rambut panjangnya. Dan ditukar dengan makanan. Dan ia pun segera membawakannya kepada Nabi Ayyub.

Sesampainya disana, Nabi Ayyub pun bertanya, “ Darimanakah engkau mendapatkan makanan ini?”

Sang istri pun menjawab, “ Aku telah bekerja pada orang banyak dan mendapatkan upah karenanya.”

Keesokan harinya, sang istri kembali menjual kepangan rambut miliknya. Dan ia kembali mendapatkan makanan sebagai gantinya. Kemudian dengan segera membawakan makanan tersebut kepada Nabi Ayyub.

Nabi Ayyub pun curiga dan kembali bertanya perihal makanan tersebut. Bahkan beliau tidak akan memakan makanan tersebut hingga sang istri memberi tahu yang sebenarnya.

Dan akhirnya sang istri membuka penutup rambutnya. Dan Nabi Ayyub mendapati bahwa rambut sang istri sudah tak ada lagi.

Melihat hal tersebut, Nabi Ayyub pun langsung berdoa, “ Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. AlAnbiya’: 82).

Lalu Allah mendatangkan pertolongan-Nya. (Allah berfirman): " Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. (QS. Shad: 42)

Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ayyub untuk memukul bumi dengan kaki beliau. Nabi Ayyub pun mengikuti perintah Allah. Dan kemudian dari bekas hentakan kaki beliau, muncullah sumber mata air yang dingin.

Kemudian Allah memerintahkan untuk mandi dan minum dari air tersebut. Nabi Ayyub pun mengikutinya. Dan atas izin Allah, diangkatlah segala penyakit di tubuh Nabi Ayyub. Dan Allah mengganti apa yang pernah hilang dari Nabi Ayyub dengan yang lebih baik.

2 dari 2 halaman

Hikmah yang dapat diambil

Pertama, Seberat apapun ujian yang Allah berikan, harus dijalani dengan penuh kesabaran. Dan selalu mengharapkan pertolongan Allah.

Kedua, Orang-orang yang sedang diberikan ujian pada harta, harus selalu bersabar. Ketika seseorang ditimpa musibah, lalu ia berserah diri dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka akan diganti dengan yang lebih baik dari sebelumnya.  

Ketiga, Di dalam kisah Nabi Ayyub terdapat risalah kepada para istri. Agar senantiasa setia kepada suaminya. Selama itu berada didalam kebaikan. Ketika suami sakit atau dilanda musibah, istri harus menjadi orang pertama yang berada disisi suami.

Keempat. Seseungguhnya dalam setiap ujian yang diberikan, Allah selalu memberikan jalan keluar. Berdoalah dan terus berusaha. Karena Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya.  

(Sumber: islamhouse.com)

Beri Komentar