Kisah Nabi Ishaq, Anak Nabi Ibrahim yang Sholeh dan Lahir dari Ibu Berusia 90 Tahun

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Jumat, 14 Januari 2022 12:01
Kisah Nabi Ishaq, Anak Nabi Ibrahim yang Sholeh dan Lahir dari Ibu Berusia 90 Tahun
Karena kesholehannya, Nabi Ishaq as pun mendapatkan pujian dari Rasulullah dan Allah SWT.

Dream – Nabi Ishaq as adalah putra Nabi Ibrahim as bersama istrinya, Siti Sarah. Nabi Ishaq as merupakan saudara dari Nabi Ismail as yang memiliki jarak kelahiran 14 tahun. Di saat kelahiran Ishaq, Nabi Ibrahim as sudah berusia 100 tahun.

Ketika itu Malaikat Jibril, Mikail, dan Isrofil berkunjung ke rumah Nabi Ibrahim as dalam bentuk laki-laki. Kedatangannya untuk menyampaikan kabar gembira bahwasa Siti Sarah akan segera mengandung dan melahirkan seorang anak. Bayi yang akan dikandung inilah yang kelak diberi nama Ishaq.

Kabar tersebut membuat Siti Sarah sempat tidak percaya karena menyadari usianya yang sudah tak muda lagi. Siti Sarah diketahui sudah berusia 90 tahun dan Nabi Ibrahim as sudah 100 tahun.

Kisah Nabi Ishaq ini diceritakan dengan jelas dalam Hadist yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW juga memuji Nabi Ishaq as seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini:

الكَرِيمُ، ابْنُ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ

Artinya: Yang mulia putera yang mulia, putera yang mulia dan putera yang mulia adalah Yusuf putera Ya’qub, putera Ishaq, putera Ibrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk mengetahui bagaimana kisah Nabi Ishaq as yang merupakan anak Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui Brilio.net dan Sekolahnesia.com.

1 dari 4 halaman

Kelahiran Nabi Ishaq as Sangat Dinantikan

Kelahiran Nabi Ishaq as Sangat Dinantikan© Unsplash.com

Seperti diketahui bahwa Siti Sarah yang merupakan salah satu dari istri Nabi Ibrahim as adalah seorang yang sempat dinyatakan mandul. Namun sejak kedatangan Malaikat Jibril, Mikail, dan Isrofil ke rumahnya untuk memberikan kabar gembira tentang kehamilannya, tentu hal ini menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Walaupun saat itu Siti Sarah juga dilanda dengan rasa tidak percaya karena bisa hamil di usia 90 tahun.

Malaikat pun mewahyukan bahwa hal tersebut adalah ketetapan dari Allah SWT. Sehingga kelahiran Nabi Ishaq as adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh Siti Sarah dan Nabi Ibrahim as. Hal ini pun ada dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 25 hingga 30 berikut:

إِذۡ دَخَلُوْا عَلَيۡهِ فَقَالُوْا سَلَٰمًاۖ قَالَ سَلَٰمٌ قَوۡمٌ مُّنْكَرُوْنَ ﴿25﴾ فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجۡلٍ سَمِيْنٍ ﴿26﴾ فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيۡهِمۡ قَالَ أَلَا تَأۡكُلُوْنَ ﴿27﴾ فَأَوۡجَسَ مِنۡهُمۡ خِيفَةًۖ قَالُوْا لَا تَخَفۡۖ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيْمٍ ﴿28﴾ فَأَقۡبَلَتِ امۡرَأَتُه‘فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيْمٌ ﴿29﴾ قَالُوْا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِۖ إِنَّه‘هُوَ الۡحَكِيْمُ الۡعَلِيْمُ ﴿30

Artinya: (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “ Salaamun”. Ibrahim menjawab: “ Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “ Silahkan anda makan”. (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “ Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “ (Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”. Mereka berkata: “ Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Adz-Dzariyat: 25-30)

Sebelum kelahiran Nabi Ishaq as, dikabarkan bahwa anak Nabi Ibrahim as ini nantinya akan menjadi sosok yang sholeh. Sehingga kebahagiaan Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah pun semakin besar.

2 dari 4 halaman

Diangkat Menjadi Nabi pada Usia 40 Tahun

Anak Nabi Ibrahim as, yakni Ishaq pun juga diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi. Di mana ketika itu usia Nabi Ishaq as adalah 40. Dan Allah SWT mengangkat Nabi Ishaq as menjadi Nabi ketika dirinya berada di Kan-an, Palestina, lebih tepatnya di Kota Hebron.

Hal ini pun dijelaskan Allah SWT melalui firman-Nya dalam surat An-Nisa ayat 163 yang bunyinya sebagai berikut:

۞اِنَّآاَوْحَيْنَآاِلَيْكَكَمَآاَوْحَيْنَآاِلٰىنُوْحٍوَّالنَّبِيّٖنَمِنْۢبَعْدِهٖۚوَاَوْحَيْنَآاِلٰٓىاِبْرٰهِيْمَوَاِسْمٰعِيْلَوَاِسْحٰقَوَيَعْقُوْبَوَالْاَسْبَاطِوَعِيْسٰىوَاَيُّوْبَوَيُوْنُسَوَهٰرُوْنَوَسُلَيْمٰنَۚوَاٰتَيْنَادَاوٗدَزَبُوْرًاۚ

Artinya: Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.” (QS. An-Nisa: 163).

3 dari 4 halaman

Ishaq AS Dinikahkan dengan Kerabat

Keturunan Nabi Ishaq as Adalah Awal Mula Bani Israil© Pixabay.com

Seperti dikutip dari sekolahnesia.com, ketika Nabi Ibrahim as sudah berusia tua, namun anak Nabi Ibrahim, yakni Nabi Ishaq as belum juga menikah. Hal ini pun memunculkan rasa khawatir dalam diri Nabi Ibrahim as. Ditakutkan nantinya Nabi Ishaq as menikah dengan perempuan yang tidak seiman.

Namun pada akhirnya Nabi Ibrahim as menikahkan putranya tersebut dengan perempuan yang masih memiliki hubungan keluarga, yakni Rafiqah bintin Batuwael bin Nahur.

Hal yang tak terduga pun terjadi, di mana kejadian yang dialami Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah juga menimpa Nabi Ishaq as dengan istrinya. Sang istri juga mengalami kemandulan yang membuat Nabi Ishaq dan sang istri tidak pernah lelah berdoa untuk memohon pada Allah SWT agar diberikan keturunan.

 

 

4 dari 4 halaman

Keturunan Nabi Ishaq as Adalah Awal Mula Bani Israil

Setelah menunggu dengan banyak berdoa kepada Allah SWT, Nabi Ishaq as dan Rafiqah pun akhirnya dikaruniai anak kembar. Bahkan salah satu dari putranya juga adalah seorang Nabi, yakni Nabi Ya’qub as. Dan dari keturunan Nabi Ya’qub inilah yang kemudian menjadi awal mula munculnya Bani Israil. Sedangkan kembaran dari Nabi Ya’qub as, yakni Lishu dikabarkan menjadi awal mula dari bangsa Romawi.

Nabi Ishaq as sendiri wafat di usia 180 tahun dan dimakamkan di Makfilah Hebron, Palestina. Beliau pun dimakamkan bersama dengan ayah dan ibunya, yakni Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah. Perlu sahabat Dream ketahui juga bahwa di Makfilah turut didirikan sebuah masjid yang dinamakan dengan Masjid Ibrahim.

Itulah kisah tentang salah satu anak Nabi Ibrahim as, yakni Nabi Ishaq as yang memberikan banyak hikmah kepada kita semua. Di mana Nabi Ishaq as adalah sosok yang sholeh. Dibuktikan dengan pujian yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw dan juga pujian dari Allah SWT yang disebutkan dalam Al-Quran.

Beri Komentar