Kisah Nabi Ditegur Karena Gigitan Semut

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Februari 2019 18:00
Kisah Nabi Ditegur Karena Gigitan Semut
Rasulullah SAW mengajarkan sahabat dan umat Islam tentang keadilan sebelum menjatuhkan hukuman.

Dream - Dalam hadis diriwayatkan Abu Dawud dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Muhammad SAW pernah bercerita kepada para sahabat mengenai seorang nabi. Manusia pilihan Allah SWT itu marah karena gigitan seekor semut.

Rasulullah bercerita suatu hari, nabi tersebut berhenti dari perjalanannya karena kelelahan. Dia berteduh di bawah pohon.

Tiba-tiba, ada seekor semut malang menggigit. Karena rasa lelah yang teramat sangat, nabi itu sangat marah dan memerintahkan pendampingnya mencari semut itu.

Segera saja si pendamping menemukan semut tersebut. Pendamping itu berhasil mengeluarkan semut itu dari sarangnya, kemudian membakar lubang hunian hewan kecil tersebut.

Karena amarahnya pada si semut, nabi itu mendapat teguran dari Allah SWT. Dia disalahkan lantaran sudah berbuat melampaui batas terhadap si semut.

1 dari 1 halaman

Kisah Dalam Hadis

" Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bercerita bahwa salah seorang nabi di zaman dahulu pernah singgah di bawah sebuah pohon. Di sana ia digigit oleh semut. Lalu ia memerintahkan untuk mencari semut tersebut. Semut itu dikeluarkan dari sarangnya, lalu ia memerintahkan untuk membakar sarangnya. Allah setelah itu menegur, 'Mengapa kau tidak membunuh seekor semut saja?"

Kisah serupa juga diriwayatkan Imam Bukhari. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan Allah menyayangkan sikap nabi tersebut yang memerintahkan pembakaran sarang sehingga membunuh banyak semut.

" Dari Abu Salamah, Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bercerita bahwa suatu ketika seekor semut mengigit seorang nabi. Ia kemudian memerintahkan untuk mendatangi pemukiman semut, lalu pemukiman itu dibakar. Allah menegurnya, ‘Seekor semut menggigitmu, tapi kamu membakar satu umat (sekelompok semut) yang kerjanya bertasbih?"

Lewat dua riwayat di atas, Rasulullah mengajarkan para sahabat dan umat Islam untuk bersikap adil dalam menjatuhkan hukuman. Jangan sampai menghukum kesalahan orang lain dengan sanksi yang melampaui batas, bahkan sampai berbuat seenaknya.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar