Kisah Nyata Dahsyatnya Berpasrah Kepada Allah

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 2 Juli 2020 12:42
Kisah Nyata Dahsyatnya Berpasrah Kepada Allah
“Allah selalu dengan prasangka hamba-hamba-Nya”

Dream – Kisah ini diambil dari cerita Ustaz Khalid Basalamah. Dalam ceramahnya, beliau menceritakan sebuah kisah luar biasa.

Kisah seorang yang tidak memiliki harta sepeserpun, namun harus membayar biaya operasi istri tercintanya.

Suatu hari, ada seorang syeikh yang sedang melakukan perjalanan ke Mesir. Saat tiba di Kairo sekitar jam 2 pagi. Selepas subuh ia harus kembali ke Saudi. Sehingga memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah masjid.

Ketika memasuki masjid, ia melihat seorang lelaki yang tengah bersujud. Sembari menangis tersedu-sedu.

Tangisannya pun membuat syeikh tadi ikut mengaminkan, meskipun belum tahu doa apa yang dipanjatkan si pria bersujud itu.

1 dari 3 halaman

Kisah Sang Fulan

Setelah beberapa saat, lelaki itu pun melihat kehadiran sang syeikh. Ia pun datang menemuinya. Syeikh pun langsung bertanya sebab ia menangis begitu tersedu-sedu disepertiga malam ini.

Lelaki itu pun menjawab, “ Istri saya sedang sakit. Hari ini ia harus segera dioperasi. Biaya operasinya sebesar 14.500 geneih (mata uang mesir). Tapi, saya tidak memiliki uang sepeser pun. Jika tidak bisa melunasi biayanya, maka istri saya tidak bisa dioperasi. Sedangkan penyakit istri saya sudah sangat parah,” jawabnya begitu tersedu.

Syeikh pun menjawab, “ Itu sebabnya kamu bersujud dan menangis hingga seperti ini. jika begitu, kembalilah bersujud. Gantungkan semuanya pada Allah. Mintalah kepada Allah. Lanjutkan menangis kepada Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang ikhlas minta pada-Nya. Nikmati sujudmu. Pasti Allah akan berikan jalan keluar,” ucap sang syeikh.

2 dari 3 halaman

Lelaki itu pun kembali bersujud dan sembari menangis. Memohon kepada Allah untuk segala masalah yang sedang ia hadapi.

Disisi lain, sang syeikh pun melanjutkan istirahatnya. Dan 1 jam menjelang adzan subuh, seorang marbot masjid datang dan membangunkan syeikh tersebut.

Ia pun segera melakukan sholat qobliyah dan sholat sunnah fajar. Menjelang iqomah, pengurus masjid yang mengetahui kehadiran sang syeikh pun memintanya untuk menjadi imam masjid.

Namun, syeikh menolak karena ia baru saja beristirahat dan meminta yang lain menjadi imam. Namun tak disangka, suara syeikh itu  terdengar melalui mikrophon masjid yang belum dimatikan.

Suara yang tak asing tersebut, membuat salah satu pengusaha kaya di dekat masjid pun datang untuk sholat berjamaah di masjid. Karena si pengusaha sering mendengarkan ceramah sang syeikh di youtube.

Setelah selesai melaksanakan sholat, si pengusaha pun datang menghampiri syeikh.

Ahlan wa sahlan ya syeikh. Saya adalah salah seorang penggemar anda di youtube. Saya sebenarnya tadi ingin sholat di masjid lain, namun mendengar suara anda, akhirnya saya ke masjid ini untuk sholat,” ucap si pengusaha.

Syeikh saya mau minta tolong satu hal,” lanjut si pengusaha tadi.

Minta tolong kenapa?” tanya syeikh.

“ Saya sudah menghitung zakat uang perusahaan saya. Dan harus mengalokasikan zakat saya sebesar 14.500 geneih,” jawab si pengusaha.

Mendengar jawabannya, sang syeikh pun langsung menangis. Sembari mencari lelaki yang sedari tadi bersujud memohon pertolongan Allah.

3 dari 3 halaman

Tak lama, syeikh yang akhirnya melihat lelaki itu pun memanggilnya.

Hai fulan, kemarilah.” Datanglah lelaki tersebut.

Ceritakan masalah mu wahai fulan,” lanjut sang syeikh.

Akhirnya lelaki itu menceritakan tentang masalahnya di hadapan syeikh dan si pengusaha.

Mendengar cerita lelaki itu, tiba-tiba si pengusaha langsung menangis. Lelaki itu pun keheranan.

Akhirnya si pengusaha itu pun menjelaskan, “ Demi Allah, saya sudah menyimpan uang ini selama seminggu. Istri saya pun terus menyuruh saya untuk menyerahkan zakat ini. namun saya masih bersikukuh ingin menyerahkan langsung uang ini kepada satu orang yang benar-benar membutuhkan. Dan bisa membantu menyelesaikan masalahnya. Agar kelak ini menjadi amalan yang dapat menyelamatkan saya di akhirat.”

Mendengar hal tersebut, lelaki yang sedang membutuhkan uang itu pun menangis. Dan si pengusaha pun langsung memberikan uang 14.500 geneih. Mendapatkan uang tersebut lelaki itu pun langsung kembali ke tempatnya bersujud. Dan begitu bersyukur atas rezeki yang diterimanya.

Begitulah kisah nyata tentang menggantungkan segalanya pada Allah. Meskipun begitu, tetaplah berusaha. Karena Allah tidak akan pernah memungkiri janji-Nya.

Wallahuallam

 

 

 

Beri Komentar