Kisah Nyata Pemandi Jenazah: Bayi Itu Lahir dari Mayat Ibu

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 22 April 2021 11:02
Kisah Nyata Pemandi Jenazah: Bayi Itu Lahir dari Mayat Ibu
Ini merupakan pengalaman seorang pemandi jenazah yang sudah 16 tahun menekuni profesi itu.

Dream - Berbagai pengalaman unik ditemui oleh para pengurus jenazah. Tak terkecuali Norhayati Ibrahim. Dia membagi kisah-kisah unik yang ditemui selama 16 tahun menjadi pemandi jenazah.

Salah satu kisah unik terjadi dua tahun lalu. Saat dia memandikan jenazah ibu muda yang masih berusia 19 tahun yang tewas karena tertabrak mobil. Rupanya, wanita ini tengah hamil.

Yang lebih mengejutkan, bayi dalam rahim mayat wanita itu keluar. “ Anak dalam kandungan keluar dari rahim merupakan pengalaman yang sukar saya lupakan,” tutur Norhayati, dikutip Dream dari Harian Metro.

1 dari 7 halaman

Selama tiga bulan Norhayati tak bisa melupakan kejadian itu. Bukannya takut, tapi terkejut melihat bayi yang tiba-tiba muncul di sebelah ibunya, “ ketika saya mencuci dada mayat yang hancur dilanggar lori.”

“ Saya tidak pasti bagaimana bayi itu boleh keluar sedangkan ibunya hanya cedera pada atas dada saja,” tambah Norhayati.

Norhayati yang juga guru mengaji di Masjid Cendewasih, Kuantan, Malaysia, ini juga masih punya banyak pengalaman unik. Di antaranya memandikan jenazah dengan mayat pengidap HIV, korban pembunuhan, dan bahkan hanya tinggal kerangka.

Menurut dia, mengurus jenazah yang berbau, berulat, dan hancur, merupakan tantangan tersendiri. Hanya kesabaran dan keikhlasan hati saja yang dapat menguatkan hati. 

2 dari 7 halaman

Jenazah Wanita Cantik Ditolak Bumi, Ternyata Selama Hidup...

Dream - Sebuah kejadian yang tak biasa terjadi dalam proses pemakaman seorang wanita yang berasal dari daerah di Malaysia. Jenazah sangat sulit saat hendak dimasukkan ke dalam liang lahat.

Kisahnya berawal saat sejumlah warga mengantarkan jenazah yang telah dimasukkan ke dalam keranda.

Meski telah diangkat oleh enam orang pria dewasa. Dengan formasi dua di depan dua di tengah dan dua di belakang. Tapi keranda itu masih terasa sangat berat.

Jenazah Wanita Cantik di Tolak Bumi, Ternyata Selama Hidup...© MEN

Sehingga ditambah dua orang pria untuk membantu menangkat keranda. Akhirnya keranda itu pun bisa dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Setelah jenazah sampai di TPU terjadi sedikit masalah saat hujan turun yang membuat tanah menjadi licin. Beberapa warga sempat tergelincir.

Sepanjang proses pemakaman, kuburan dipenuhi isak tangis keluarga dan sanak saudara.

3 dari 7 halaman

Si penggali kuburan yang sudah melakukan pekerjaan itu selama 20 tahun. Dia sudah sangat berpengalaman dalam menentukan lokasi dan ukuran jenazah yang akan dimasukkan dalam liang lahat.

" Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!" kata-kata itu keluar dari mulut hampir semua yang hadir dalam pemakaman tersebut setelah satu kejadian aneh terjadi.

Jenazah wanita sudah 3 kali dimasukkan dalam liang lahat namun tidak muat, padahal si penggali kubur sudah melebarkan dua kali dari ukuran asli.

Setelah gagal dalam hal itu seorang ustaz menyuruh anggota keluarga untuk azan di pengebumian itu. Dan barulah jenazah bisa dimakamkan.

Sejumlah laporan menyebut kejadian itu benar terjadi di sebuah desa di Negeri Jiran pada 2010.

Menurut tetangga almarhumah adalah wanita yang suka mengumpat serta memfitnah tanpa bukti. Almarhumah juga tidak pernah menutup auratnya selama hidup. Dia suka memakai pakaian seksi menampilkan bentuk tubuhnya.

Terlepas dari cerita ini tentu dapat dipetik pelajaran bagi kita agar kita tak menjadi umat seperti ini. Wallahu a'lam (Dan Allah Lebih Tahu atau Maha Tahu)

(Ism, Sumber: Beradab.com)

4 dari 7 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah: Mayat Itu Meneteskan Air Mata

Dream - Sungguh mulia pekerjaan yang dijalani wanita berusia 70 tahun ini. Puluhan tahun Hj Siti Hawa Gofar menjadi pemandi jenazah.

Siti yang berasal dari Lampung, melakoni pekerjaan itu selama 30 tahun. Profesi itu tidaklah asing baginya. Sebab, almarhumah sang ibu dulu juga berprofesi serupa.

Dari situ, Siti mulai ikut bersama ibunya dan belajar memandikan jenazah. Sekarang, ia bergabung dengan paguyuban pemandi jenazah di Masjid Baiturahman.

Diakui Siti, untuk memandikan jenazah hingga benar-benar bersih, perlu waktu agak lama. Mulai dari ujung rambut, sampai ujung kuku, bisa memakan waktu satu hingga 1,5 jam.

Kisah Nyata! Tangan Pemandi Mayat Lengket di Kemaluan Jenazah Wanita Penghibur© MEN

Terpenting pula, jenazah yang dimandikan harus sejenis, yakni perempuan.

Ia mengaku ada pengalaman yang berkesan selama mengurus jenazah.

Kala itu, ada jenazah yang mengeluarkan air mata saat dimandikan Siti. Ia langsung usap matanya dan membisikkan ayat suci Alqurana agar si jenazah dapat ikhlas dengan kepergiannya.

Biasanya, sebelum mendapat job memandikan jenazah, Siti sering mendapatkan firasat. Misalnya bermimpi pada malam hari, didatangi oleh jenazah yang bersangkutan. “ Paginya, yang bersangkutan meninggal dunia,” tuturnya.

Kini, Siti sudah tidak terlalu aktif lagi menjadi pekerjaan itu. Dia bersyukur, sudah mulai banyak generasi penerusnya yang muncul.

5 dari 7 halaman

Jenazah Bertubuh Kecil Terasa Sangat Berat Saat Dibawa, Astaga Ternyata...

Dream - Sebagai insan yang lemah, terkadang kita alpa tentang persiapan menghadapi ajal yang memang pasti bagi setiap manusia di muka bumi ini. Salah satu cara untuk menyadarkan diri adalah dengan banyak menghadiri dan mengingat kematian, karena hal itulah yang paling dekat dengan kita.

Justru, kisah yang dibagikan bukanlah bertujuan untuk menebarkan aib yang meninggal, tapi sebagai bahan iktibar kita semua agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah kematian.

Jenazah Bertubuh Kecil Terasa Sangat Berat Saat Dibawa, Astaga Ternyata...© MEN

Ini adalah kisah Syed Sohleh, seorang pengurus jenazah asal Kelantan, Malaysia, yang membagikan satu pengalaman yang tak terlupakan di halaman Facebooknya, ketika menyiapkan jenazah korban kecelakaan kira-kira dua tahun lalu.

"  Terjadi kira-kira dua tahun yang lalu, selesai menghantar satu jenazah ke Pasir Mas, saya dikejutkan dengan satu panggilan dari kamar mayat RS Selayang untuk mengurus satu lagi jenazah yang perlu diantar ke Tanah Merah.

Demi menjalankan amanah dan tanggung jawab, saya bersama seorang pembantu bergegas ke rumah sakit yang dimaksud dan mengurus jenazah hingga selesai.

Almarhum terlibat dalam satu kecelakaan. Proses penyucian memerlukan waktu 2 jam disebabkan pendarahan yang banyak dari mulut, telinga dan hidung almarhum. Sepanjang proses pengurusan, hati saya tak henti berdoa agar jenazah dapat dipermudahkan secepat mungkin.

6 dari 7 halaman

Setelah urusan salat, saya bersama pembantu memulai perjalanan ke pantai timur. 

Sepanjang perjalanan, saya lihat ada perubahan pada raut wajah pembantu saya yang sedang mengemudikan ambulans. Akhirnya perkiraan saya terjawab ketika pembantu saya bertanya tentang informasi almarhum yang serba sedikit. Saya katakan padanya bahwa jenazah berumur sekitar 20 tahunan dan mempunyai postur tubuh kecil saja.

Dengan rasa ketakutan dia berterus terang pada saya bahwa ambulans yang dipandunya tidak seperti biasanya. Ia terasa amat berat dan perjalanan yang hanya memakan waktu kurang lebih 5 jam menjadi 9 jam. Dalam keadaan seperti ini saya mengambil langkah untuk tenang dan tidak berpikiran macam-macam. Saya hanya berdoa pada Allah SWT agar jenazah ini selamat sampai ke tempat tujuan.

Hampir jam 12.30 malam kami selamat sampai ke Tanah Merah dan saya diarahkan oleh ahli warisnya agar membawa jenazah ke masjid terdekat untuk disalatkan dan dimakamkan dengan segera. Ketika acara pemakaman, sekali lagi Allah SWT benar benar ingin menunjukkan kekuasaan-Nya.

Orang kampung yang membantu mengangkat jenazah untuk dimasukkan ke dalam liang lahat turut tersentak ketika ukuran jenazah dan liang lahat tidak sesuai meskipun sudah diukur sebelumnya. Saat itu para penggali kubur juga tidak kelihatan sehingga suasana menjadi kalut.

7 dari 7 halaman

Menimbang jenazah ini tidak baik jika menginap hingga esok, saya mengarahkan orang kampung untuk membesarkan liang lahat. Saya juga ikut mengukur papan lahat agar sesuai dengan ukuran jenazah saat digunakan untuk menutupi liang nanti. Dua kali jenazah dimasukkan dan diangkat lagi karena liang lahat tidak muat untuk jenazah masuk.

Alhamdulillah! Allah akhirnya memudahkan urusan jenazah yang selesai dimasukkan ke dalam liang lahat. Namun, sekali lagi, saya dan orang kampung terkejut ketika papan lahat yang saya ukur sendiri barusan tadi menjadi kecil sewaktu proses menutup liang lahat.

Allahu Akbar!!! Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup saya sepanjang pengurusan jenazah dan tidak pernah lagi mengalami situasi seperti ini. Saya kuatkan hati orang kampung dengan mengajak mereka berdoa agar Allah SWT mengampunkan dosa-dosa almarhum.

Setelah menunggu agak lama akhirnya ahli waris almarhum datang dengan papan lahat yang baru dan jenazah telah berhasil disempurnakan. Syukur alhamdulillah.

Sepanjang perjalanan pulang ke Kuala Lumpur, saya dan pembantu lebih banyak diam. Segala peristiwa yang baru kami lalui barusan tadi meninggalkan kesan yang sukar dilupakan. Apa yang perlu diambil sebagai pelajaran adalah hikmah Allah SWT yang menunjukkan kekuasaan-Nya pada kita yang masih hidup.

Tidak perlulah diungkit apakah dosa yang telah dilakukan oleh almarhum hingga kematiannya diuji sedemikian rupa. Sebaliknya kita jadikan hal itu sebagai iktibar dan pengingat agar menjauhi perkara yang dilarang oleh-Nya."

(Sumber: ohbulan.com)

Beri Komentar