Kisah Penggali Kubur TPU Pondok Ranggon Makamkan 40 Jenazah Sehari

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 21 September 2020 11:46
Kisah Penggali Kubur TPU Pondok Ranggon Makamkan 40 Jenazah Sehari
“Pokoknya dari awal Agustus sampai sekarang peningkatan tinggi terus”

Dream - Tempat Permakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon menjadi salah satu lokasi permakaman jenazah yang dikuburkan dengan protokol Covid-19. Sejak pandemi melanda, saban hari petugas harus memakamkan puluhan jenazah yang terindikasi Covid-19.

Saat Idul Fitri lalu, jumlah jenazah yang dimakamkan dalam sehari tidak lebih dari sepuluh. Namun, sejak Juni 2020, jumlah jenazah yang dimakamkan mengalami peningkatan.

Adang, salah satu penggali kubur di TPU Pondok Ranggon, bercerita, beberapa hari yang lalu bersama teman-temannya sempat memakamkan 40 jenazah dalam sehari.

“ Pokoknya dari awal Agustus sampai sekarang peningkatan tinggi terus,” kata Adang, dalam video di Instagram Dinkes DKI Jakarta.

1 dari 4 halaman

Bila dibandingkan dengan sebelum pandemi, jumlah yang dimakamkan bertambah berkali-kali lipat. Biasanya dalam sehari penggali kubur di Pondok Ranggon hanya menyediakan dua atau tiga liang lahat.

Saat ini, Adang bersama teman-temannya harus dapat menyediakan liang lahat sebanyak-banyaknya. Untuk waktu kerja, mereka harus mulai bersiap sejak pukul 07.00 WIB sampai selesai pemakaman.

" (Pulang) paling malam itu pukul 22.00 WIB. Jam 05.00 WIB mobil (jenazah) sudah antre delapan mobil," ucapnya.

 

2 dari 4 halaman

Mobil Jenazah Mengantre, Liang Lahat Belum Siap

Ada peristiwa yang tidak terlupakan Adang saat bekerja sebagai penggali kubur di masa pandemi. Mobil jenazah sudah mengantre dan liang lahat belum tersedia.

Dia dan para penggali kubur bekerja keras untuk menyediakan liang lahat meskipun malam hari dan kondisi saat itu tengah hujan deras.

" Kalau kami-kami di sini enggak kerja ekstra kasihan juga banyak jenazah yang terlantar," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Ingatkan Untuk Patuhi Protokol Kesehatan

TPU© Liputan6.com

Adang mengakui kondisi lelah pasti dia rasakan bersama teman-temannya. Oleh karena itu, dia sangat mengharapkan masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

" Jangan berkumpul, jangan ngeyel, virus itu memang ada," jelasnya

4 dari 4 halaman

Inspeksi Gubernur DKI Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat melakukan inspeksi ke Tempat Pemakaman Umum atau TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu 19 September 2020 malam.

Hal tersebut berdasarkan unggahan Anies di media sosial instagram @aniesbaswedan. Dia juga menyempatkan mengobrol dengan para penggali kubur.

" Gundukan tanah itu belum memadat. Ada 45 jenazah hari ini (Sabtu) dikuburkan. Malam telah larut, penggali kubur belum pulang. Menanti jika datang kewajiban lagi di tengah malam," kata Anies.

TPU Pondok Ranggon merupakan salah satu lokasi pemakaman khusus untuk jenazah dengan protokol kesehatan terkait virus corona atau Covid-19.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau agar masyarakat selalu melaksanakan protokol yang telah ditetapkan saat melakukan aktivitas.

" Jangan tinggalkan rumah, kecuali sangat penting. Tetaplah di rumah dulu. Jika harus pergi keluar, selalu gunakan masker," ucapnya.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar