Kisah Perjuangan Nora Lelyana, Komandan Wanita TNI AL Pertama Kini Jadi Jenderal

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 26 Februari 2021 15:02
Kisah Perjuangan Nora Lelyana, Komandan Wanita TNI AL Pertama Kini Jadi Jenderal
8 Potret Nora Lelyana Komandan Wanita Pangkanal TNI AL Pertama.

Dream – Memilih profesi sebagai anggota militer harus siap dengan segala risikonya. Tentu saja tidak mudah untuk mendapatkan posisi menjadi personel TNI. Ada proses seleksi ketat mulai dari fisik hingga kecerdasan.

Apalagi bagi para perempuan yang memiliki keinginan untuk masuk ke dalam bagian dari militer. Tentu saja memerlukan perjuangan yang lebih ekstra.

Namun Laksamana Pertama Nora Lelyana membuktikan bahwa perempuan mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi perwira tinggi di jajaran militer.

Laksamana Nora menjadi komandan wanita pangkalan TNI AL pertama di Indonesia saat berpangkat sebagai Kolonel. Yang membanggakan, pangkalan militer yang dipimpinnya berada di area dengan risiko tinggi

Penasaran seperti apa kisahnya? Mari kita mengenal sejenak 8 potret Nora Lelyana komandan wanita pangkalan AL pertama yang kini sudah jadi jenderal.

1 dari 8 halaman

Sosok Nora Lelyana

Ilustrasi© Instagram/@noralelyana

Dilansir dari video Metro TV yang dibagikan oleh kanal YouTube LIGHT REVIEW, sejak kecil Nora Lelyana memiliki cita-cita menjadi seorang professor.

Kemudian ia memilih untuk mengambil jurusan dokter gigi. Akan tetapi siapa sangka akhirnya Nora Lelyana berakhir menjadi seorang prajurit militer professional.

2 dari 8 halaman

Memimpin Pangkalan TNI AL

Ilustrasi© YouTube/LIGHT REVIEW

Tak hanya sekadar menjadi prajurit, Kolonel Laut Nora juga meraih prestasi membanggakan. Ia ditunjuk menjadi Komandan Pangkalan Laut di Dumai, Provinsi Riau.

Penugasan tersebut diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Bernard Kent Sondakh pada tahun 2003.

3 dari 8 halaman

Komandan Wanita Pertama

Ilustrasi© YouTube/LIGHT REVIEW

Tentu saja penunjukan tersebut merupakan peristiwa pertama seorang perwira Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) memimpin sebuah pangkalan militer.

Nora Lelyana yang saat itu sudah berpangkat Kolonel menjabat sebagai Komandan Wanita Pangkalan TNI AL pertama di Indonesia.

4 dari 8 halaman

Bertugas di Area Rawan Kasus

Ilustrasi© YouTube/LIGHT REVIEW

Menjadi komandan wanita pangkalan laut pertama, Nora sudah ditempatkan di wilayah yang rawan kasus.

Tak tanggung-tanggung, kasus yang kerap terjadi di Dumai dinilai lumayan serius. Mulai dari penyelundupan kayu ilegal hingga perdagangan manusia.

5 dari 8 halaman

Sukses Mengemban Tugas

Ilustrasi© Instagram/@noralelyana

Kendati demikian Nora tetap menerima tugas dan melaksanakannya sebaik mungkin. Kemudian ia dinilai sukses mengemban amanah menjadi seorang Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut di daerah rawan kasus tersebut.

Kesuksesannya inilah yang menjadi titik awal perwira wanita Angkatan Laut mampu memimpin pangkalan di era selanjutnya.

6 dari 8 halaman

Tak Ingin Kecewakan TNI AL

Ilustrasi© Instagram/@noralelyana

Sudah sepantasnya Nora merasa bangga dan bahagia. Tetapi dia mengaku saat itu dirinya tidak bisa memikirkan mengenai perasaannya. Nora hanya memikirkan bagaimana dirinya bisa melaksanakan tugas yang nantinya akan datang.

“ Pada saat itu juga saya sagat excited ya. Pertama tentu saja saya bersyukur kepada Allah Swt yang memberikan amanah kepada saya. Saya enggak sempat berpikir perasaan saya, yang saya pikirkan adalah bagaimana saya bisa melaksanakan tugas ke depan ini dengan tidak mengecewakan TNI Angkatan Laut pada saat itu,” ucap wanita yang kini sudah berpangkat Laksamana Pertama TNI drg. R.A. Nora Lelyana, M.H.Kes., F.I.C.D.

“ Saya jangan sampai mengecewakan dan membahayakan kedaulatan negara khususnya daerah yang menjadi kepercayaan saya. Itu saja,” tambahnya.

7 dari 8 halaman

Kerja Keras Jalankan Tugas

Ilustrasi© YouTube/LIGHT REVIEW

Nora berusaha melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Kerja kerasnya itu pun membawanya menuju kesuksesan. Tetapi ia tak pernah merasa hebat dengan jabatan serta prestasi tersebut. Menurutnya sang pemimpin lah yang hebat sebab mampu menggali potensi dari para prajurit.

“ Saya tidak merasa hebat. Menurut saya yang hebat adalah pemimpin saya yang bisa mengetahui atau menggali potensi prajuritnya yang memberikan kepercayaan kepada saya. Itu yang menurut saya hebat. Saya tinggal melaksanakan kesempatan yang diberikan, kepercayaan yang diberikan ini semaksimal mungkin. Karena saya dengar waktu itu Bapak Kasal sendiri menyampaikan ‘Dua bulan tidak mampu, ganti’. Di situlah saya juga terpacu. Saya di sini tidak minta, saya di sini dapat kepercayaan pastilah saya harus maksimal,” jelasnya.

8 dari 8 halaman

Target 6 Bulan

Ilustrasi© Instagram/@noralelyana

Ia mengaku memiliki target selama enam bulan. Tiga bulan pertama konsolidasi ke dalam dan membangun kepercayaan dari lingkungannya untuk menyusun kekuatan. Sementara tiga bulan kedua ia menjadikan daerah tersebut aman.

“ Tiga bulan kedua saya jadikan daerah yang saya pimpin ini menjadi daerah yang aman dan utamanya pangkalan didirikan adalah untuk mendukung satuan operasi yang bertugas di wilayah itu. Itu utamanya, jadi saya harus membuat pangkalan itu menjadi dukungan, memberikan dukungan logistic dan administrasi yang memuaskan,” jelas wanita yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perawatan Personel TNI Angkatan Laut.

 

Beri Komentar