Kisah Pertobatan Dokter Tirta: Dibesarkan Orangtua Beda Agama hingga Tato

Reporter : Sugiono
Kamis, 9 April 2020 14:12
Kisah Pertobatan Dokter Tirta: Dibesarkan Orangtua Beda Agama hingga Tato
Dokter bertato itu jadi pusat perhatian setiap kali masuk masjid.

Dream - Di antara Sahabat Dream mungkin belum banyak yang tahu tentang sosok dokter Tirta Mandira Hudhi. Namanya mulai muncul di publik seiring dengan merebaknya wabah virus corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Dengan kapasitasnya sebagai dokter, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu kerap mengedukasi masyarakat tentang Covid-19 melalui media sosial Instagram, Twitter, dan YouTube.

Tidak hanya itu, dokter nyentrik ini juga membantu pendistribusian sumbangan influencer ke rumah sakit di Indonesia untuk melawan Covid-19.

Sosok Tirta memang dikenal tegas dan tak segan mengkritik pemerintah. Tapi siapa sangka, pria yang juga pengusaha sepatu itu punya kisah hidup yang cukup menarik.

1 dari 6 halaman

Lahir dari Orangtua Beda Agama

Melalui kanal YouTube Rico Huang yang tayang 13 Februari 2020, Tirta mengaku lahir dari orangtua yang berbeda keyakinan.

" Gue tuh SD, SMP, SMA di Solo dan gua itu SD, SMP swasta. Gue itu dilahirkan dari keluarga karyawan dan nyokap bokap itu beda agama," kata Tirta.

Tidak itu saja, selama di bangku sekolah, identitas agama Tirta di kartu keluarga hanya berisi tanda strip.

" SD, SMP, SMA, agama gue di kartu keluarga itu 'strip'," tambah bos Shoes and Care itu.

2 dari 6 halaman

Memutuskan Jadi Mualaf Saat Kuliah

Sejak kecil, Tirta telah belajar tentang beberapa agama. Namun, di kampusnya, Tirta mulai belajar banyak hal.

Bahkan, saat kuliah di Fakultas Kedokteran di UGM, Tirta memutuskan untuk menjadi mualaf.

" Di UGM itu gue memutuskan mualaf, memeluk agama Islam dan di situ gue belajar toleransi," ujar Tirta.

Menurut Tirta, di UGM seperti miniatur camp Indonesia. Dari situ dia belajar mengenal teman, komunikasi, dan toleransi.

3 dari 6 halaman

Muslim Kenapa Pakai Tato?

Sementara itu, melalui postingan Instagram tanggal 7 April 2020, Tirta menceritakan tentang tato di lengan kirinya dan kisah pertobannya.

Dia sering mendapat pertanyaan dari netizen terkait tato di lengan kirinya. Menurut Tirta, tato dibuat karena iseng. Saat itu dia belum mualaf.

" 'Dok kenapa tattoo an' ye namanya dulu iseng. Lalu tibalah saya tobat," kata Tirta dalam postingannya itu.

Tirta kemudian menceritakan bagaimana dirinya yang bertato itu jadi pusat perhatian setiap kali masuk masjid.

Orang-orang sering bertanya dan memandang dengan sinis dari atas sampai bawah. Tapi saat itu Tirta mengaku tidak peduli.

4 dari 6 halaman

Tak Bisa Menghapus Tato Sembarangan

Ada juga yang bertanya kenapa tato tersebut tidak dihapus saja. Tirta mengatakan tato tidak bisa dihapus secara sembarangan.

" 'Kenapa gak diilangin' gak semua dokter berani ngilangin tattoo saya," tulisnya.

Makanya, sembari menunggu ada dokter yang berani menghapus tatonya, Tirta tetap beribadah seperti biasa.

" Yowis saja jadikan ini sebagai amalan. Bahwa tattoo bukan penghalang saya buat tidak sholat. Lumayan bisa share kebaikan," katanya.

5 dari 6 halaman

Perkara Diterima atau Tidak Urusan Allah

Menurut Tirta, perkara diterima atau tidak itu urusan Allah SWT yang tahu. Karena ibadah adalah urusan pribadinya dengan Allah SWT.

" Ada yang hujat saya yowis ikhlaskan, ngapaian abisin energi buat kebencian," lanjut Tirta.

Di akhir postingannya, Tirta berjanji akan menghilangkan tato yang memenuhi lengan kirinya itu.

" Saya pasti ilangin kok, soalnya capek juga pakai lengan panjang mulu hahaha," pungkas Tirta.

(Sumber: Instagram, YouTube)

Beri Komentar
Terlahir Tuli, Anak Ray Sahetapy Lulus Cum Laude di New York