Kisah Pilu Aisyah, Bocah Sebatang Kara Setelah Sang Ibu Direnggut Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 21 Januari 2021 13:45
Kisah Pilu Aisyah, Bocah Sebatang Kara Setelah Sang Ibu Direnggut Corona
Kisah pilu ini menimpa Aisyah Alusa beberapa hari lalu.

Dream - Virus Covid-19 membuat bocah perempuan 10 tahun di Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hidup sebatang kara.

Kisah pilu ini menimpa Aisyah Alusa beberapa hari lalu. Pada Jumat, 15 Januari 2021, ibunya meninggal dunia karena terinfeksi virus corona.

" Ayahnya sudah terlebih dulu meninggal saat Aisyah masih usia dua tahun," ujar Marliansyah A. Baset, Ketua RW di lingkungan tempat tinggal Aisyah, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 19 Januari 2021.

1 dari 3 halaman

Ibu Terpapar Virus Covid-19

Baset pun menceritakan kejadian malang yang menimpa bocah kelas 4 SD itu. Berawal pada Jumat pagi, almarhumah Rina, ibu kandung Aisyah, mengeluh pusing, batuk, dan demam. Oleh beberapa warga, Rina diantar ke Puskesmas Benda Baru untuk berobat.

Saat tiba di puskesmas, Rina menjalani rapid test dan menunjukkan reaktif Covid-19. Lantas, oleh puskesmas dirujuk dan diantar ke Rumah Sakit Permata untuk dilakukan swab PCR test.

" Hasilnya positif Covid-19, akhirnya dikasih pilihan, mau dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 atau isolasi mandiri. Akhirnya, karena kepikiran Aisyah sendirian di rumah, almarhumah memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah," tutur Baset.

2 dari 3 halaman

Ibunda Meninggal Dunia

Sesampainya di rumah, Aisyah yang mengawasi dan memberi makan ibunya. Hingga akhirnya Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB, Aisyah coba membangunkan ibunya yang masih terlelap tidur untuk siap-siap sholat Magrib berjemaah, tapi sang ibu tidak kunjung bangun.

Tubuh kaku sang ibu terus dia guncang-guncangkan. Berharap mata sang ibu terbuka, merespons Aisyah yang terus saja membangunkannya dengan keras.

Hingga akhirnya, Aisyah menangis sembari terus memanggil sang ibu. Warga mendengar dan melihat Aisyah menangis langsung berkumpul di depan rumah kontrakan tempat tinggal Aisyah dan ibunya.

" Kami juga serba salah, karena kami tahu almarhumah kena Covid-19. Akhirnya tidak boleh ada warga yang masuk, saya langsung hubungi kelurahan, puskesmas dan Polsek Pamulang," tutur Baset.

Hingga akhirnya, dokter puskesmas datang dengan APD lengkap, mengecek langsung kondisi almarhumah dan dinyatakan almarhumah sudah meninggal sejak Sabtu sore. Jasad pun dirapikan di atas tempat tidur, sembari menunggu Satgas Covid-19 datang untuk memakamkan.

" Karena sudah malam, pemakaman tidak bisa dilakukan di malam hari, petugas baru bisa datang keesokan harinya, dengan jaminan jam 06.00 pagi sudah datang," kata Baset.

3 dari 3 halaman

Terpapar Covid-19

Benar saja, hari Minggu, 17 Januari 2021, Satgas Covid-19 untuk memakamkan almarhumah sudah datang. Lengkap dengan seorang amil untuk memandikan jenazah dan petinya. Almarhumah pun langsung dimakamkan di TPU Jombang.

" Hari Minggu itu juga saya bawa Aisyah ke Siloam Hospital untuk swab test. Ternyata Aisyah juga terpapar Covid-19 dari ibunya. Dari sana langsung kordinasi dengan satgas dan Aisyah dirawat di Rumah Lawan Covid-19 di Tangsel," tutur Baset.

Hingga kini, Aisyah masih dalam perawatan Rumah Lawan Covid-19, sembari oleh warga diperhatikan asupan makannya. Serta apa saja kebutuhan Aisyah selama dalam perawatan.

" Kami pastikan Aisyah tidak kekurangan satu hal pun, tiap hari kami kontrol, kami antarkan makanan enak dan sehat, biar dia tetep semangat untuk sehat," tutur Baset.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar